JAKARTA RAYA, Budapest – Nama Indonesia kembali mencuri perhatian di panggung musik klasik dunia. Pianis muda Calvin Abdiel berhasil meraih dua penghargaan khusus dalam ajang bergengsi Liszt Ferenc International Piano Competition.

Dalam kompetisi yang menguji kemampuan para pianis menginterpretasikan karya-karya legendaris Franz Liszt tersebut, Calvin dianugerahi Olga Kern Special Prize senilai €500 dan Filharmónia Magyarország Special Prize senilai €500.

Dua penghargaan itu menjadi pengakuan atas penampilan Calvin di hadapan dewan juri kompetisi piano internasional tersebut.

Siapa Calvin Abdiel?

Lahir pada 2001, Calvin Abdiel merupakan pianis muda berdarah Indonesia-Australia yang tengah membangun karier internasional di Eropa, Asia, dan Australia. Ketertarikannya terhadap musik klasik telah tumbuh sejak berusia lima tahun.

Calvin merupakan lulusan Sydney Conservatorium of Music dengan predikat First Class Honours. Namanya mulai mendapat perhatian luas setelah meraih juara ketiga dalam Sydney International Piano Competition.

Saat ini, Calvin melanjutkan pengembangan kemampuan artistiknya di Jerman dengan menempuh program Konzertexamen di Hochschule für Musik und Theater Hamburg. Sebelumnya, ia juga pernah menempuh pendidikan musik di Berlin.

Pengakuan terhadap kemampuan Calvin turut ditandai dengan perilisan album debutnya, Themes and Variations, melalui Decca Australia, label rekaman yang dikenal di industri musik internasional.

Media Australia, The Australian, melalui jurnalis Matthew Westwood, menjulukinya sebagai “Piano Man”. Julukan tersebut diberikan sebagai pengakuan terhadap teknik permainan piano dan kematangan musikalitas Calvin.

Daftar Pemenang Liszt Ferenc International Piano Competition

Selain penghargaan khusus yang diraih Calvin Abdiel, kompetisi ini juga memberikan penghargaan kepada sejumlah pianis dari berbagai negara.

Pada kategori juara kedua, Rozsonits Ildikó dari Hungaria dan Barbare Tataradze dari Georgia berbagi posisi dengan hadiah masing-masing €18.000.

Sementara itu, juara ketiga diraih Pellet Sebestyén dari Hungaria dengan hadiah €9.000.

Penghargaan Favorit atau pilihan penonton kembali diberikan kepada Rozsonits Ildikó. Penghargaan tersebut disertai hadiah sebesar €1.000.

Kesempatan Tampil di Panggung Internasional

Para pemenang juga memperoleh kesempatan tampil dalam sejumlah konser dan berkolaborasi dengan orkestra.

Rozsonits Ildikó dijadwalkan tampil bersama Szolnok Symphony Orchestra dan Dubrovnik Symphony Orchestra, serta di Opera Piano Room.

Pellet Sebestyén memperoleh kesempatan tampil di Margaret Island Open-Air Stage dan berkolaborasi dengan Miskolc Symphony Orchestra.

Adapun Barbare Tataradze mendapat kesempatan tampil di Bartók Béla Memorial House serta berkolaborasi dengan Hungarian National Philharmonic.

Prestasi Calvin Abdiel di kompetisi tersebut menambah catatan kiprah pianis muda Indonesia di panggung musik klasik internasional. Raihan dua penghargaan khusus itu sekaligus memperlihatkan keterlibatan musisi Indonesia dalam kompetisi yang mempertemukan pianis dari berbagai negara. (Rw)