JAKARTA RAYA, Bern – Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan (Menko Infra) Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) melakukan kunjungan kerja ke Swiss untuk memperkuat kemitraan strategis Indonesia-Swiss, khususnya dalam pengembangan infrastruktur berkelanjutan.
Kunjungan tersebut berlangsung atas undangan Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin dan menjadi bagian dari momentum peringatan 75 tahun hubungan diplomatik Indonesia-Swiss yang mengusung tema “Trust, Innovation, Partnership”.
Menko AHY mengawali agenda dengan bertemu Presiden Konfederasi Swiss Guy Parmelin di Federal Palace, Bern, pada 28 September 2026. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas peluang kerja sama pada sejumlah agenda prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, yakni ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air, dan pembangunan infrastruktur.
Sejumlah kerja sama konkret yang dibahas mencakup pengelolaan sumber daya air, pengolahan limbah, penyediaan akses air bersih, pembangkit listrik tenaga air (hydropower), serta pembangunan infrastruktur untuk memperkuat konektivitas dan sistem logistik Indonesia.
Pembahasan juga mencakup potensi investasi dan penguatan kapasitas dalam penyediaan air bersih, pengolahan air limbah, serta penanganan intrusi air laut, khususnya di kawasan Pantai Utara Jawa (Pantura).
Selain itu, Indonesia dan Swiss menjajaki peningkatan kontribusi energi terbarukan, terutama melalui pengembangan teknologi pembangkit listrik tenaga air. Kerja sama di sektor transportasi darat, laut, dan udara juga menjadi bagian dari pembahasan kedua negara.
“Ketahanan pangan, pengelolaan sumber daya air dan transisi menuju energi baru terbarukan merupakan agenda nasional yang harus segera dicapai,” ujar Menko AHY.
Presiden Guy Parmelin menyambut baik penguatan kemitraan tersebut dan menyatakan kesiapan Swiss untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Swiss menilai Indonesia sebagai salah satu mitra ekonomi strategis di kawasan Asia.
Kunjungan Menko AHY juga menjadi kunjungan balasan atas kunjungan Guy Parmelin ke Indonesia pada Oktober 2025, ketika Parmelin menjabat sebagai Wakil Presiden Konfederasi Swiss sekaligus Menteri Ekonomi, Pendidikan, dan Riset.
Tinjau Teknologi Pengelolaan Air Swiss
Dalam kunjungan tersebut, Menko AHY turut meninjau sejumlah fasilitas yang memperlihatkan penerapan teknologi dan inovasi Swiss di bidang energi air serta pengelolaan air limbah.
AHY mengunjungi fasilitas riset dan inovasi serta pengujian model pompa hidraulik di École Polytechnique Fédérale de Lausanne (EPFL). Ia juga meninjau fasilitas pembangkit listrik tenaga air di Veytaux yang menjadi salah satu contoh penerapan teknologi pumped-storage hydropower di Swiss.
Agenda lainnya adalah kunjungan ke fasilitas ARA Bern yang mengolah air limbah menjadi biogas dan energi. Teknologi tersebut juga mendukung pengelolaan air sehingga kualitas air Sungai Aare tetap terjaga.
Selain sektor air dan energi, Menko AHY bertemu dengan Presiden dan CEO asosiasi perusahaan industri mekanik, elektrikal, dan permesinan di Swiss. Pertemuan tersebut membahas peluang kerja sama pada sektor-sektor yang menjadi prioritas Kemenko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan.
AHY juga bertemu dengan perwakilan Zurich Airport Ltd untuk membahas peluang kerja sama dan investasi di bidang infrastruktur transportasi.
Perkuat Investasi dan Pengembangan SDM
Kunjungan Menko AHY ke Swiss tidak hanya diarahkan untuk memperingati 75 tahun hubungan diplomatik kedua negara, tetapi juga memperkuat kerja sama konkret dengan memanfaatkan keunggulan Swiss di bidang teknologi, inovasi, investasi, dan sumber daya manusia.
Kerja sama juga mencakup pengembangan sumber daya manusia, terutama pendidikan vokasi, riset, dan inovasi.
Di tengah dinamika geopolitik dan ketidakpastian ekonomi global, Indonesia dinilai memiliki peluang untuk memperluas kerja sama ekonomi dengan Swiss, termasuk dalam pengembangan rantai pasok industri dan investasi pembangunan infrastruktur.
Duta Besar RI untuk Konfederasi Swiss merangkap Kepangeranan Liechtenstein, Ngurah Swajaya, mengatakan KBRI terus mendorong posisi Indonesia sebagai mitra potensial dalam jejaring ekonomi global Swiss.
“KBRI selalu berusaha menempatkan Indonesia sebagai mitra potensial dalam mindset global Swiss, begitu juga sebaliknya, Swiss menjadi bagian penting dalam global mindset, khususnya bidang pendidikan vokasi, investasi, riset dan inovasi teknologi serta industri berbasis teknologi dalam memperkuat kemandirian teknologi Indonesia,” ujar Ngurah Swajaya.
Menurutnya, Swiss merupakan salah satu investor utama dari Eropa bagi Indonesia. Pada 2025, surplus perdagangan Indonesia dengan Swiss tercatat mencapai sekitar US$5,2 miliar.
Dalam kerangka EFTA, Swiss juga menjadi salah satu mitra Eropa dalam kerja sama ekonomi dengan Indonesia, termasuk melalui perjanjian kemitraan ekonomi komprehensif, perjanjian investasi, serta kerja sama hilirisasi mineral dan logam.
Libatkan Dunia Usaha dan Akademisi
Kunjungan Menko AHY turut melibatkan pakar dari Universitas Brawijaya serta Komite Bilateral Swiss KADIN Indonesia. Pelibatan berbagai pemangku kepentingan tersebut diharapkan dapat mendorong kerja sama yang lebih konkret melalui kolaborasi antara pemerintah, dunia usaha, dan lembaga pendidikan.
Di sela kunjungan, Menko AHY juga berdialog dengan diaspora Indonesia di Swiss yang terdiri atas pekerja profesional, mahasiswa, dan perwakilan organisasi kemasyarakatan.
Dalam dialog tersebut, diaspora Indonesia menyampaikan komitmen untuk berkontribusi dalam pembangunan Indonesia dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Pertemuan yang berlangsung di Wisma Indonesia Bern tersebut juga menjadi kesempatan bagi diaspora untuk memperoleh informasi langsung mengenai perkembangan pembangunan Indonesia.
“Diaspora Indonesia juga berkomitmen untuk segera menindaklanjuti beberapa gagasan konkret dalam diskusi tersebut,” ujar Ngurah Swajaya.
Keyword: Menko AHY, Agus Harimurti Yudhoyono, kerja sama Indonesia Swiss, infrastruktur Indonesia Swiss, infrastruktur berkelanjutan, investasi Swiss di Indonesia, sumber daya air, energi terbarukan, hydropower, hubungan diplomatik Indonesia Swiss
Meta description: Menko AHY memperkuat kerja sama Indonesia-Swiss di bidang infrastruktur, sumber daya air, energi terbarukan, investasi, teknologi, dan pendidikan vokasi. (rw)


Tinggalkan Balasan