JAKARTA RAYA, Paris – Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan investasi strategis melalui Indonesia–France Strategic Investment Forum 2026 yang digelar di Paris, Senin (29/9/2026). Forum tersebut mempertemukan Danantara Indonesia, sejumlah BUMN, lembaga keuangan, perusahaan, serta investor Prancis untuk membahas peluang investasi dan proyek strategis di Indonesia.
Kegiatan yang diselenggarakan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Paris bersama Danantara Indonesia dan MEDEF International itu mengangkat tema “Partnering for Indonesia’s Next Growth Chapter: Danantara and Strategic Investment Opportunities.”
Forum menjadi momentum untuk menerjemahkan hubungan strategis Indonesia-Prancis ke dalam kerja sama ekonomi, investasi, dan bisnis yang lebih konkret.
Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar mengatakan, hubungan politik yang kuat perlu diikuti dengan peningkatan kemitraan ekonomi dan investasi kedua negara.
“Hubungan Indonesia dan Prancis saat ini memiliki momentum yang sangat kuat. Tantangan kita selanjutnya adalah menerjemahkan momentum politik tersebut menjadi kemitraan bisnis dan investasi yang sama kuatnya,” ujar Mohamad Oemar.
Menurut dia, komitmen politik dapat membuka peluang kerja sama, tetapi investasi, kegiatan usaha, dan proyek konkret menjadi faktor penting dalam memperkuat hubungan Indonesia-Prancis secara berkelanjutan.
Danantara Buka Peluang Investasi bagi Investor Prancis
Dalam forum tersebut, Danantara memperkenalkan perannya sebagai institusi investasi strategis yang menghubungkan prioritas pembangunan nasional dengan modal, mitra global, dan kapasitas implementasi proyek.
Chief Investment Officer Danantara, Pandu Patria Sjahrir, menyampaikan perkembangan Danantara sekaligus peluang investasi yang dapat dikembangkan bersama mitra dari Prancis.
Pandu menjelaskan, Danantara memiliki mandat untuk menghasilkan imbal hasil komersial yang berkelanjutan sekaligus mendukung pembangunan jangka panjang Indonesia.
Melalui skema co-investment, Danantara membuka peluang bagi investor global untuk berpartisipasi dalam berbagai proyek strategis.
Sejumlah sektor yang menjadi prioritas kerja sama dengan mitra Prancis antara lain energi bersih dan terbarukan, infrastruktur digital dan pusat data (data center), kedirgantaraan, serta pembiayaan pasar modal Indonesia.
Danantara juga tengah membangun sejumlah kolaborasi dengan perusahaan Prancis. Salah satunya pengembangan proyek pengolahan sampah menjadi energi (waste-to-energy) di Semarang bersama Veolia.
Selain itu, terdapat pengembangan platform investasi industri terintegrasi serta kerja sama di sektor penerbangan bersama sejumlah mitra, termasuk perusahaan perbankan.
Kemitraan tersebut diharapkan menjadi fondasi untuk memperluas keterlibatan investasi perusahaan Prancis dalam berbagai proyek strategis di Indonesia.
Senior Managing Director Ardian sekaligus Executive Committee Member MEDEF International, François Aissa Touzai, menyambut peluang tersebut.
Ia mengatakan Prancis ingin menjadi “partner of choice” bagi Indonesia, tidak hanya sebagai investor, tetapi juga sebagai mitra jangka panjang yang membawa pengalaman, teknologi, model bisnis, dan kapasitas perusahaan Prancis.
Infrastruktur Digital, Data Center, dan AI Jadi Perhatian
Kerja sama telekomunikasi dan ekonomi digital turut menjadi pembahasan utama dalam forum. Topik yang dibahas mencakup pengembangan infrastruktur digital, konektivitas, komputasi awan, pusat data, kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI), serta berbagai layanan digital.
Panel diskusi menghadirkan CEO MEDEF International Philippe Gautier, Managing Director of Global Relations and Communications Danantara Pahala Mansury, Director of Finance and Risk Management Telkom Arthur Angelo, serta CEO Thomson Broadcast Stephane Bolon.
Dalam diskusi tersebut, para pembicara membahas peluang sekaligus sejumlah faktor yang dibutuhkan untuk mendorong investasi jangka panjang di Indonesia.
Arthur Angelo mengatakan Telkom membutuhkan mitra ekuitas yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi dan keahlian.
“Telkom tengah mencari mitra ekuitas yang tidak hanya membawa modal, tetapi juga teknologi dan keahlian, salah satunya untuk membangun layanan TI berkualitas di Indonesia serta pusat data yang lebih efisien, berkelanjutan dan ramah lingkungan,” kata Arthur.
Sementara itu, Pahala Mansury menjelaskan Danantara dapat berperan sebagai mitra investor dalam memfasilitasi komunikasi dengan pemerintah pusat maupun daerah.
Danantara juga dapat membantu memperkuat koordinasi antar-pemangku kepentingan, memperjelas aspek regulasi, serta mengurangi risiko investasi atau de-risking.
Dari perspektif perusahaan Prancis, keputusan investasi jangka panjang tidak hanya bergantung pada besarnya peluang pasar. Kepastian proyek, stabilitas kebijakan, koordinasi kelembagaan, akses pembiayaan, serta kemitraan dengan perusahaan dan pemangku kepentingan lokal juga menjadi faktor penting.
Dari Peluang Investasi Menuju Proyek Konkret
Indonesia-France Strategic Investment Forum 2026 turut didukung sejumlah mitra strategis yang selama ini terlibat dalam penguatan hubungan ekonomi kedua negara, antara lain Pertamina International EP (PIEP), Maurel & Prom, Eramet, Dassault Aviation, Naval Group, dan BNI.
Dukungan tersebut menunjukkan keterlibatan dunia usaha dalam mendorong kemitraan ekonomi Indonesia-Prancis.
Sebagai tindak lanjut forum, kedua pihak mendorong identifikasi proyek-proyek konkret yang dapat dikembangkan bersama perusahaan Prancis pada sejumlah sektor prioritas.
Dengan dukungan Danantara sebagai platform koordinasi dan de-risking, perusahaan Prancis memiliki peluang untuk berperan sebagai investor sekaligus mitra teknologi, pembiayaan, serta pengembangan rantai nilai (value chain) di Indonesia.
Danantara juga mengundang kalangan pengusaha Prancis untuk berpartisipasi dalam New Asia Forum yang akan berlangsung di Bali pada 3-4 Desember 2026.
Mengusung tema “From Conversation to Capital”, forum tersebut dirancang untuk mempertemukan investor dengan proyek-proyek yang telah dipersiapkan, termasuk di sektor AI dan infrastruktur digital, mobilitas dan manufaktur maju, energi terbarukan, hilirisasi mineral kritis, agribisnis dan pangan, konektivitas, ekonomi kreatif dan pariwisata, serta pengembangan sumber daya manusia.
Hubungan ekonomi Indonesia-Prancis sendiri memiliki fondasi yang cukup kuat. Nilai perdagangan barang kedua negara mencapai sekitar EUR2,6 miliar pada tahun lalu. Prancis juga menjadi salah satu investor utama dari Uni Eropa di Indonesia.
Hampir 200 perusahaan Prancis telah beroperasi di Indonesia dan mempekerjakan lebih dari 50.000 orang di berbagai sektor. Di sisi lain, perusahaan Indonesia seperti Pertamina International EP juga telah melakukan investasi di Prancis melalui perusahaan minyak dan gas Maurel & Prom. (Rw)
Keyword: Indonesia-Prancis, investasi Indonesia Prancis, Danantara Indonesia, investasi strategis, Strategic Investment Forum 2026, MEDEF International, investasi Prancis di Indonesia, infrastruktur digital, data center, artificial intelligence, energi terbarukan
Meta description: Indonesia dan Prancis memperkuat kemitraan investasi strategis melalui Danantara, dengan fokus pada energi terbarukan, infrastruktur digital, data center, AI, dan proyek strategis lainnya.


Tinggalkan Balasan