JAKARTA RAYA, Milan – Italia mulai memperkuat strategi pengembangan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) dengan menjadikan sektor manufaktur sebagai salah satu keunggulan utama. Strategi ini mengarahkan pemanfaatan AI tidak hanya pada perangkat lunak, tetapi juga pada penerapan langsung di pabrik, robotika, sistem logistik, dan mesin industri.
Fokus tersebut mengemuka dalam Assemblea Generale 2026 yang diselenggarakan Assolombarda di Teatro Dal Verme, Milan, Senin (12/10/2026). Forum tahunan bertema “Rising Industry. Le nuove geografie della crescita” atau lanskap baru pertumbuhan industri itu dihadiri sejumlah pemimpin Italia, termasuk Perdana Menteri Giorgia Meloni dan Presiden Confindustria Emanuele Orsini.
Dalam forum tersebut, transformasi industri melalui AI menjadi salah satu agenda utama. Pemerintah Italia dan kalangan bisnis menilai pengembangan teknologi ini perlu disertai dukungan investasi, infrastruktur digital, serta regulasi yang mampu melindungi kepentingan industri dan masyarakat.
Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni menyampaikan bahwa pemerintah tengah menyiapkan langkah fiskal untuk memfasilitasi investasi perusahaan pada perangkat lunak berbasis kontrak cloud. Kebijakan tersebut dibahas bersama Menteri Ekonomi dan Keuangan Giancarlo Giorgetti untuk dimasukkan dalam Undang-Undang Anggaran Italia.
“Bersama Menteri Giorgetti, kami sedang bekerja untuk memasukkan langkah fiskal dalam Undang-Undang Anggaran (Legge di bilancio) guna memfasilitasi investasi perusahaan dalam perangkat lunak berbasis kontrak cloud,” ujar Meloni.
Ia juga menegaskan bahwa Italia memiliki pendekatan tersendiri dalam pengembangan AI. Menurutnya, Eropa, termasuk Italia, tidak perlu berkecil hati meskipun masih tertinggal dari Amerika Serikat dan China dalam pengembangan model AI generalis.
Meloni menilai penerapan Physical AI dapat menjadi peluang strategis bagi Italia karena didukung basis manufaktur yang kuat. Pendekatan ini menempatkan AI sebagai teknologi yang bekerja bersama manusia dalam proses produksi, bukan semata-mata untuk menggantikan tenaga kerja.
“Ini adalah jalan Italia menuju AI: kecerdasan buatan yang lahir dari manufaktur, yang bekerja bersama manusia dan bukan menggantikan mereka,” tegasnya.
Meloni menyebut pemerintah Italia telah menginvestasikan 1 miliar euro untuk pengembangan AI. Ia juga menyoroti inisiatif seperti forgIA di Milan dan pusat pengembangan Physical AI di Milano Innovation District (MIND) sebagai bagian dari upaya mendorong industri Italia bertransformasi dari pengguna menjadi pengembang teknologi.
Selain investasi, Meloni menekankan perlunya tata kelola AI di tingkat global. Menurutnya, perkembangan teknologi harus diimbangi pengaturan yang bijaksana agar manfaat AI dapat dirasakan tanpa mengabaikan kepentingan manusia dan keberlanjutan rantai nilai industri.
Ambisi pengembangan AI juga disampaikan Wali Kota Milan Giuseppe Sala. Ia mengungkapkan upaya menjadikan Milan sebagai tuan rumah organisasi Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) yang berfokus pada tata kelola AI.
Untuk mendukung rencana tersebut, pemerintah kota membentuk komite promotor resmi yang bertugas mengajukan Milan sebagai lokasi markas badan internasional baru di bidang tata kelola AI.
Sala menyatakan pengajuan resmi direncanakan diserahkan kepada institusi global pada 9 November mendatang. Milan mengandalkan ekosistem riset Eropa serta kekuatan industrinya, terutama dalam pengembangan Physical AI, sebagai keunggulan untuk mendukung pencalonan tersebut.
Presiden Assolombarda Alvise Biffi menyoroti Physical AI sebagai arah baru transformasi industri. Menurutnya, perkembangan AI kini tidak lagi terbatas pada algoritma dan aplikasi digital, tetapi mulai diterapkan langsung dalam aktivitas fisik di sektor manufaktur.
Penerapan tersebut mencakup robotika, sistem logistik, mekatronika, dan mesin pabrik. Integrasi AI ke dalam teknologi industri dinilai dapat memperkuat daya saing perusahaan sekaligus membuka peluang pengembangan produk dan proses produksi baru.
Biffi menilai Italia tidak harus meniru model pengembangan teknologi Silicon Valley di Amerika Serikat atau China. Italia, menurutnya, dapat memanfaatkan kekuatan sektor manufaktur yang menjadi salah satu basis industri terbesar di Eropa.
Dengan mengintegrasikan AI ke dalam mesin dan proses produksi, Milan serta kawasan industri di sekitarnya diharapkan berkembang menjadi pusat inovasi Physical AI dunia.
Dalam forum tersebut, Assolombarda juga menandatangani nota kesepahaman atau Protocollo d’Intesa dengan Core42, perusahaan penyedia infrastruktur cloud dan AI berdaulat asal Uni Emirat Arab yang merupakan bagian dari grup teknologi G42.
Kemitraan tersebut bertujuan mempercepat adopsi AI di kalangan perusahaan, menyediakan infrastruktur cloud yang aman, serta memfasilitasi pertukaran data industri dengan perlindungan terhadap hak kekayaan intelektual melalui platform forgIA.
Assolombarda juga mengumumkan rencana pembangunan fasilitas riset terapan permanen bernama forgIA Physical AI Ecosystem di MIND, kawasan inovasi di Milan.
Fasilitas ini dirancang sebagai ruang bagi perusahaan untuk menguji dan mengembangkan penerapan AI secara langsung, terutama pada sektor ilmu hayati (life sciences) dan manufaktur canggih.
Gubernur Lombardia Attilio Fontana menyatakan dukungannya terhadap langkah tersebut. Ia menilai perpaduan AI dan sumber daya manusia menjadi faktor penting untuk mempertahankan posisi Lombardia sebagai salah satu penggerak ekonomi Eropa di tengah persaingan global.
Sementara itu, Wakil Presiden Assolombarda Paolo Gerardini mengingatkan bahwa penerapan AI membutuhkan dukungan modal yang memadai. Menurutnya, tantangan perusahaan tidak hanya terletak pada ketersediaan talenta, tetapi juga kemampuan menyediakan investasi besar untuk mengadopsi teknologi dan meningkatkan daya saing.
Melalui strategi tersebut, Italia berupaya memanfaatkan kekuatan manufakturnya untuk membangun ekosistem AI yang terhubung dengan kebutuhan industri. Milan dan kawasan Lombardia diharapkan menjadi salah satu pusat pengembangan Physical AI yang mempertemukan riset, investasi, teknologi, dan kegiatan produksi. (RW)


Tinggalkan Balasan