JAKARTA RAYA — Institut Teknologi PLN (ITPLN) memperluas jejaring internasional melalui kolaborasi strategis dengan Japannesia Inc dan JTRUST. Kerja sama ini membuka peluang kelas bahasa Jepang terintegrasi hingga jalur magang dan penempatan kerja profesional di Jepang bagi mahasiswa ITPLN.

Wakil Rektor IV Bidang Kerja Sama dan Usaha ITPLN, M. Ahsin Sidqi, menyatakan kolaborasi dengan Jepang telah dirintis sejak beberapa waktu lalu dan kini memasuki tahap implementasi konkret.

“Dengan Jepang kami sudah lama menjajaki kerja sama. Sebelumnya kami mengirim lima orang untuk belajar nuclear power plant. Selanjutnya kami menggelar seminar internasional bersama Jepang dan Amerika,” ujar Ahsin saat menerima kunjungan perwakilan Japannesia Inc dan JTRUST, Kamis (12/2/2026).

Didukung Lembaga Internasional Jepang

Ahsin menyebut ITPLN mendapat kepercayaan dari sejumlah lembaga internasional Jepang, seperti Association for Overseas Technical Cooperation and Sustainable Partnerships (AOTS), Japan International Cooperation Center (JICC), Japan Atomic Industrial Forum (JAIF), serta Ministry of Economy, Trade and Industry (METI).

Menurutnya, dukungan tersebut menjadi modal penting untuk memperkuat jalur magang, studi lanjut, hingga penempatan kerja mahasiswa ITPLN di Jepang.

“Ini pencapaian besar bagi ITPLN karena mendapatkan kepercayaan dari JICC dan METI. Delegasi Jepang juga dijadwalkan berkunjung ke kampus pada awal Maret,” ujarnya.

Skema Terintegrasi: Bahasa, Magang, hingga Kerja Tetap

ITPLN menyiapkan program bertahap dengan proses seleksi ketat. Tahap awal akan dilakukan seleksi sekitar 50 mahasiswa, kemudian disaring menjadi peserta yang benar-benar siap mengikuti program intensif.

Kurikulum dirancang terintegrasi selama empat tahun. Tahun pertama mahasiswa menargetkan sertifikasi bahasa Jepang level N5, tahun kedua N4 sekaligus seleksi magang, tahun ketiga menjalani magang di Jepang selama 6–12 bulan, dan tahun keempat menyelesaikan skripsi serta meraih sertifikasi N3.

CEO Hiroyuki Ueda menjelaskan, kolaborasi ini membangun sistem pendampingan berkelanjutan sejak mahasiswa masih kuliah hingga memasuki dunia kerja di Jepang.

“Perusahaan Jepang dapat menilai langsung performa peserta saat magang sebelum merekrut secara permanen. Skema ini saling menguntungkan,” kata Ueda.

Dalam pembagian peran, ITPLN bertindak sebagai mitra akademik yang mengelola rekrutmen, fasilitas pembelajaran, serta jalur karier. JTRUST menangani pendidikan bahasa Jepang dan pelatihan budaya kerja, sementara Japannesia Inc mengelola pencocokan peserta dengan perusahaan Jepang, evaluasi program, hingga pendampingan pasca-penempatan.

Siapkan Lulusan Tersertifikasi dan Siap Global

Selain membuka peluang ke Jepang, ITPLN juga dikenal memiliki tingkat penyerapan lulusan tinggi di PT PLN (Persero). Setiap tahun, sekitar 250 lulusan ITPLN direkrut menjadi pegawai PLN.

Ahsin menegaskan, seluruh mahasiswa ITPLN wajib memiliki sertifikat kompetensi dari Kementerian ESDM dan Ditjen Ketenagalistrikan sebelum lulus. Kurikulum 4-4-2 yang diterapkan kampus juga memperkuat praktik industri, termasuk enam bulan penuh penugasan di lingkungan PLN.

“Kompetensi dan karakter menjadi kunci. Kami tidak meluluskan mahasiswa tanpa sertifikasi. Dengan tambahan penguasaan bahasa Jepang dan pengalaman magang internasional, lulusan ITPLN akan memiliki daya saing global,” tegasnya.

Melalui kolaborasi ini, ITPLN berharap dapat menjawab kebutuhan sumber daya manusia sektor energi dan teknologi di Jepang sekaligus membuka akses karier internasional yang lebih luas bagi mahasiswa Indonesia. (hab)