JAKARTA RAYA, Treviso – Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) Roma mendukung penuh penyelenggaraan “Kebaya Night” yang digagas Komunitas Perempuan Berkebaya Indonesia (PBI) Eropa dan digelar di Treviso, Italia, pada Senin (2/2/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya memperkuat diplomasi budaya Indonesia–Italia melalui promosi kebaya dan wastra Nusantara di kancah internasional.

Acara tersebut dihadiri Walikota (Sindaco) Treviso Mario Conte, para pemangku kepentingan lintas sektor—mulai dari fesyen, bisnis, hingga kuliner—serta anggota PBI dari berbagai negara di Eropa. Kehadiran para tokoh tersebut mencerminkan besarnya minat dan dukungan terhadap budaya Indonesia sekaligus potensi penguatan kerja sama antarnegara.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Italia Junimart Girsang hadir langsung dan menyampaikan apresiasi kepada PBI Eropa atas dedikasi dan konsistensinya dalam melestarikan serta mempromosikan kebaya dan wastra Indonesia di luar negeri. Ia menegaskan bahwa Kebaya Night bukan sekadar perayaan budaya, melainkan bentuk nyata diplomasi budaya Indonesia yang inklusif dan berkelanjutan.

“Bagi bangsa Indonesia, kebaya bukan hanya busana, melainkan identitas, sejarah, dan narasi tentang perempuan Indonesia—tentang keanggunan yang berpadu dengan keteguhan, serta tradisi yang terus hidup dan berkembang seiring zaman,” tegas Junimart.

Dalam kesempatan tersebut, Dubes RI juga mengingatkan bahwa pada 2024 kebaya telah diakui UNESCO sebagai Warisan Budaya Takbenda, melalui pengajuan bersama Indonesia, Malaysia, Singapura, Brunei Darussalam, dan Thailand. Pengakuan ini menegaskan kebaya sebagai warisan budaya hidup yang terus dikenakan, dimaknai, dan diwariskan kepada generasi mendatang.

Rangkaian Kebaya Night dilanjutkan dengan sambutan Atie Nitiasmoro, kebaya enthusiast sekaligus Istri Duta Besar RI untuk Takhta Suci, serta Christiana Streiff, Chairwoman PBI Eropa. Christiana menegaskan komitmen PBI Eropa untuk terus membawa kebaya ke panggung global dan memperkuat posisinya sebagai identitas budaya nasional Indonesia berkelas dunia.

Acara semakin semarak dengan pergelaran busana kebaya dan wastra Nusantara, yang menampilkan kekayaan tekstil dan desain Indonesia, disertai pertunjukan seni yang merefleksikan keberagaman budaya Tanah Air.

Sebagai penutup, para tamu menikmati jamuan makan malam khas Indonesia yang disiapkan oleh Feria Restaurant, milik Chef Marco Feltrin—restoran yang tercantum dalam Michelin Guide Italia. Sajian kuliner Nusantara tersebut melengkapi pengalaman budaya para undangan dalam suasana kebersamaan yang hangat.

Melalui penyelenggaraan Kebaya Night, KBRI Roma berharap diplomasi budaya Indonesia dapat membuka peluang kerja sama yang lebih luas dengan Italia. Turut hadir dalam acara ini Konsul Kehormatan RI di Trieste Gloria Gigante, yang membawahi wilayah Regione Friuli-Venezia Giulia dan Veneto, serta menyatakan kesiapan mendukung dan memfasilitasi berbagai peluang kolaborasi Indonesia–Italia. (rw)