JAKARTA RAYA – Meski gerimis mengguyur ratusan ribu rakyat Solo Raya dan berbagai daerah tetap berjejal mendukung menghadiri ‘Hajatan Rakyat’ Ganjar-Mahfud. Massa mulai memenuhi jalanan sebelum matahari terbit itu disuguhkan dengan kirab dan pementasan yang kental budaya dan nilai-nilai kerakyatan.

Ketua Tim Pemenangan Nasional (TPN) Ganjar-Mahfud, Arsjad Rasjid menyampaikan apresiasi setinggi tingginya atas antusiasme dan partisipasi yang tinggi dan solid dari seluruh masyarakat, relawan, dan pendukung Ganjar- Mahfud sehingga Hajatan Rakyat Solo berjalan lancar dan sukses. Mari kita kawal suara kita untuk Ganjar- Mahfud hingga saat pencoblosan di TPS pada 14 Februari 2024.

Hajatan Rakyat ialah tentang rakyat penyelenggaraannya melibatkan rakyat. Mulai dari hiburan, kirab, sampai ke pelaku UMKM turut serta sehingga menyajikan atmosfer yang merakyat.

“Hal ini menggambarkan bahwa sejatinya pilpres (pemilihan presiden) sebagai pesta demokrasi itu bisa dinikmati oleh rakyat, sebagai pesta rakyat yang sesungguhnya,” kata Arsjad, Sabtu (10/2/2024).

Calon presiden (capres) Ganjar Pranowo dan calon wakil presiden (cawapres) Mahfud MD yang mengikuti kirab menggunakan gerobak sapi menyinggahi beberapa titik untuk mengapresiasi pementasan dan hantaran dari rakyat.

Di titik kedua yang disinggahi, Ganjar terlihat memberikan jeruk kepada pemain barongsai sebagai ucapan selamat tahun baru. Dalam rangka merawat kebhinekaan pada tahun baru Imlek, barongsai dan liong turut mengiring Ganjar-Mahfud menjadi pemimpin.

Wakil Ketua TPN, KH. Zainuddin Abdul Majid atau Tuan Guru Bajang mengatakan, Ganjar-Mahfud begitu inklusif, bisa diterima oleh masyarakat indonesia. Kegiatan otentisitas yang penting dimiliki pemimpin. Keduanya tidak berbatas dengan rakyat dan diterima oleh siapapun.

Selain itu, pementasan Reog baik dari Ponorogo, Boyolali, maupun Tawamangu juga tidak kalah semaraknya. Ketua Umum Reog Surakarta Hadiningrat mengaku, peserta yang ikut tampil bangga sebagai masyarakat Surakarta bisa mengiring Ganjar-Mahfud menuju kemenangan.

“Kami percaya bahwa kebaikan dan berbudi pekerti ada pada Ganjar-Mahfud. Mereka sosok yang pantas dan saling melengkapi sebagai penerus Indonesia,” ujar Agung.

Bagian penting dari rangkaian pementasan ini adalah drama tari Wayang Orang ‘Durga Mendhak, Sang Kala Sirna’. Drama tari yang berarti ‘tunduknya kejahatan, musnahnya angkara murka’ ini bercerita tentang nafsu kuasa yang menghalalkan segala cara. Tentang pribadi penuh serakah yang merasa dirinya paling berhak berkuasa.

Cerita tentang Dewasrani, putra penguasa negeri para dewa yang berambisi menguasai dunia dengan segala daya upaya ini, dihadang dan digagalkan seorang ksatria utusan kebenaran, Wisanggeni. Melalui peperangan hebat, Wisanggeni mengalahkan Deswarani dengan dibantu Semar yang melambangkan kekuatan rakyat.

Koordinator pementasan wayang orang Esha mengatakan, Wisanggeni ialah sosok ksatria pemberani, tegas, dan suka menolong kesulitan rakyat yang mencerminkan sosok Ganjar Pranowo.

“Tokoh sakti mandraguna yang mewakili sosok rakyat, penasihat ksatria yang sederhana, jujur, dan bijaksana mencerminkan sosok Prof Mahfud MD,” katanya.

Sepanjang jalan, nampak rakyat memberikan hantaran kepada Ganjar dan Mahfud. Di depan Kantor Pos Indonesia, misalnya, rakyat memberikan Ganjar Pranowo toga yang melambangkan harapan rakyat akan pendidikan yang berkualitas bagi semua melalui program Satu Keluarga Miskin, Satu Sarjana.

Sementara itu, di depan lembaga pemasyarakatan rumah tahanan Mahfud MD diberikan perangkap tikus yang melambangkan harapan rakyat akan pemerintahan yang bersih melalui program Sikat KKN.(hab)