JAKARTARAYA – Anggota Komisi XII DPR RI, Rocky Candra, memberikan peringatan keras kepada Pertamina untuk menjamin ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi maupun nonsubsidi selama periode mudik Lebaran 2026.
Rocky menegaskan pentingnya stabilitas pasokan di sepanjang jalur lintas perkotaan demi kelancaran perjalanan masyarakat.
“Saya minta Pertamina memastikan ketersediaan BBM di titik-titik krusial, terutama menghadapi arus mudik dan balik. Saya akan mengawasi ini secara serius,” ujar Rocky saat berada di Jambi, Minggu (15/2/2026).
Soroti Potensi Kelangkaan Gas LPG 3 Kg
Selain BBM, Rocky menyoroti potensi kelangkaan gas LPG 3 kg yang sering terjadi selama Ramadan. Ia mendesak Pertamina untuk mengantisipasi segala bentuk gangguan distribusi yang dapat memicu keresahan publik.
Mengingat konsumsi energi selalu melonjak tajam menjelang Lebaran, Pertamina diminta proaktif memastikan kelancaran suplai di seluruh SPBU dan agen gas agar masyarakat dapat beribadah dan mudik dengan nyaman.
Selain itu, Rocky juga mengajak seluruh pihak untuk bersama-sama ikut mengawasi pasokan dan distribusi gas subsidi 3 Kg, terutama di pangkalan-pangkalan.
Rocky meminta pemerintah daerah dan aparat penegak hukum memperketat pengawasan terhadap pangkalan yang ada di wilayah masing-masing. Mengingat, potensi penyelewengan sangat terbuka di tengah tingginya permintaan selama puasa hingga lebaran.
“Terkait dengan harga elpiji 3 Kg ini harus benar-benar diawasi. Jika ada pangkalan yang nakal, harus diberi sanksi tegas. Kami tidak mau masyarakat dalam melakukan ibadah menjadi resah,” tegasnya.
Pasokan Solar di Jambi Masih KurangĀ
Sementara Ketua Himpunan Wiraswasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Provinsi Jambi, Muhammad Hafiz Fatah, mengungkapkan bahwa pasokan solar yang diberikan Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) belum penuhi kebutuhan.
“Berdasarkan hitungan bersama tim Hiswana Migas kebutuhan solar di Jambi mencapai 450 kiloliter. Namun kuota yang diberikan hanya 412 kiloliter,” kata Hafiz di tempat yang sama.
Padahal, lanjut Hafiz, letak Jambi yang berada di tengah Pulau Sumatera membuat kebutuhan bahan bakar solar semakin besar.
Menurutnya, Jambi seharusnya mendapat perhatian lebih. Mengingat banyak kendaraan penumpang atau bus antar kota dan provinsi (AKAP), serta kendaraan logistik yang menuju provinsi lain di Sumatera, melakukan pengisian bahan bakar di Jambi.
“Letak geografis Jambi ini strategis karena di tengah-tengah Sumatera. Kalau memang barang logistik dan penumpang itu berangkat dari Jakarta, isi penuh dari Merak, maka habisnya di Jambi,” ungkapnya. (*)


Tinggalkan Balasan