JAKARTARAYA – Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan peringatan serius mengenai eskalasi konflik global di Timur Tengah yang melibatkan Amerika Serikat, Israel, dan Iran.
Meski tensi dunia memanas, Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta menjamin stabilitas stok pangan dan harga komoditas menjelang Idulfitri 2026.
Ancaman Penutupan Selat Hormuz dan Rantai Pasok Global
Pramono menyoroti bahwa serangan militer terbaru dalam skala besar dapat memberikan tekanan berat pada perekonomian dunia.
Salah satu titik paling krusial adalah potensi penutupan Selat Hormuz, jalur distribusi energi dan logistik paling vital di dunia.
“Ekonomi global pasti akan mengalami tekanan karena perang yang terjadi saat ini. Terutama kalau nanti Selat Hormuz ditutup, dampaknya akan langsung terasa pada supply chains dan kenaikan harga-harga,” ujar Pramono kepada wartawan, Senin (2/3/2026).
Eskalasi ini dipicu oleh operasi bertajuk ‘Operation Epic Fury’ yang dilancarkan Amerika Serikat dan Israel ke Iran pada Sabtu (28/2/2026).
Serangan yang menargetkan pimpinan tertinggi Iran tersebut memicu aksi balasan rudal dari Teheran yang merembet hingga ke wilayah Teluk.
Stok Pangan Jakarta: Beras, Cabai, dan Daging Dipastikan Aman
Di tengah ketidakpastian global tersebut, Pramono Anung memastikan warga Jakarta tidak perlu panik menghadapi kebutuhan Lebaran.
Pemprov DKI telah melakukan langkah antisipasi untuk menjaga ketersediaan komoditas pokok.
Berdasarkan data terkini, stok komoditas kunci berada dalam kondisi lebih dari cukup, di antaranya:
– Beras
– Cabai Keriting
– Daging Sapi
“Kebutuhan utama di Jakarta seperti cabai keriting, daging, dan beras stoknya sekarang lebih dari cukup. Masalah daging yang biasanya menjadi isu rutin menjelang hari besar, tahun ini alhamdulillah stoknya aman,” jelas mantan Sekretaris Kabinet RI tersebut.
Pantauan Harga di Pasar Utama Jakarta
Hingga awal Maret 2026, hasil pemantauan di berbagai pasar induk dan pasar utama di Jakarta menunjukkan tren harga yang masih stabil.
– Kenaikan Harga: Belum terjadi lonjakan signifikan.
– Inflasi Daerah: Terus dipantau secara ketat oleh Pemprov DKI.
– Distribusi: Logistik pangan domestik tetap berjalan lancar meski ada tekanan global.
Kewaspadaan Terhadap Dampak ‘Operation Epic Fury’
Konflik di Timur Tengah saat ini memasuki babak baru setelah Presiden AS, Donald Trump, menyatakan bahwa serangan tersebut bertujuan menghapus ancaman keamanan nasional.
Namun, dampak geopolitiknya mulai terasa dengan adanya ledakan di negara-negara Teluk seperti Uni Emirat Arab, Qatar, dan Bahrain.
Pramono menegaskan bahwa pihaknya akan terus bersiaga mengawasi perkembangan harga di lapangan.
“Saya tetap memantau, mudah-mudahan inflasinya juga terpantau dengan baik,” tandas politisi PDIP ini.
Pemprov DKI Jakarta berkomitmen untuk melakukan intervensi pasar jika ditemukan gangguan distribusi akibat efek domino konflik internasional tersebut guna menjaga daya beli masyarakat di bulan suci Ramadhan dan Idul fitri. (MAN)


Tinggalkan Balasan