Soal Rencana Prabowo Bentuk Presidential Club, Fraksi PAN Nilai Sulit Terwujud

Senin, 6 Mei 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA RAYA – Ketua Fraksi PAN DPR RI Saleh Partaonan Daulay menilai, rencana presiden terpilih 2024-2029 Prabowo Subianto untuk membentuk klub presiden atau presidential club akan aulit terwujud. Ia menilai, perlu ada usaha dan kesungguhan untuk membentuk forum presiden RI yang masih ada.

Menurutnya, silaturrahim politik akan selalu penting dan perlu dilaksanakan. Salah satu bentuk silaturahim politik, kata Saleg, ada yang formal dan informal.

“Kalau ada silaturrahim, pasti ada tukar pikiran. Ada diskusi. Ada kritik dan evaluasi. Ada masukan untuk perbaikan. Semua itu tentu baik bagi pemerintah yang sedang menjalankan amanah,” kata Saleh dalam keterangannya, Senin (6/5/2024).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Kendati demikian, ia berkata, silaturrahim politik seperti presidential club itu tidak mudah dilaksanakan. Apalagi, pesertanya adalah mantan presiden dan politisi-politisi hebat. Selain adanya kesibukan , sambungnya, agenda kebangsaan yang diusung bisa saja tidak beririsan.

“Dari pilpres kemarin aja kita sudah bisa melihat adanya perbedaan lingkup pemikiran dalam membangun Indonesia. Ada yang ingin perubahan, ada yang ingin keberlanjutan dan penyempurnaan, serta ada yang ingin perubahan dan perbaikan. Dasar dan pokok pijakan berpikirnya juga berbeda. Semua memiliki argumen yang oleh masing-masing dinilai paling baik,” ucap Saleh.

Baca Juga :  Ganjar-Mahfud Miliki 21 Program Unggulan Ganjar-Mahfud, Apa Saja?

Atas dasar itu, ia menilai, silaturahim politik dalam bentuk presidential club agak sulit dapat dihadiri oleh semua mantan presiden RI. “Perlu usaha dan kesungguhan untuk menghadirkan semuanya. Ada banyak faktor teknis, ideologis, dan sosial politik yang bisa menjadi hambatan,” ucapnya.

“Semua orang bisa membaca posisi ideologis dan sosial politik semua mantan presiden kita. Kalau mau jujur, di antara mereka kadang ada persoalan komunikasi yang selama ini terkesan terputus. Dan itu tidak mudah untuk dijalin kembali,” imbuh Saleh.

Terlepas dari itu, Saleh tetap menyatakan dukungan ke Prabowo untuk membentuk presidential club. Baginya, semua rencana baik harus tetap diupayakan.

“Tapi, kita tetap dukung semua agenda Prabowo. Semua yang baik harus tetap diupayakan terwujud. Hasilnya, nanti kita lihat. Yang penting, berusaha dan berdoa dulu,” tandas Saleh.

Baca Juga :  Mahfud Minta KPK dan Bawaslu Turun Tangan Atas Temuan PPATK Soal Transaksi Janggal Selama Kampanye

Sebelumnya, Presiden terpilih periode 2024-2029, Prabowo Subianto memiliki rencana untuk mempertemukan secara rutin mantan Presiden Indonesia yang masih ada. Untuk itu, Prabowo akan membentuk ‘Presidential Club.’

“Presidential Club itu istilah saya saja, bukan institusi. Esensinya Pak Prabowo ingin para mantan Presiden bisa tetap rutin bertemu dan berdiskusi tentang masalah-masalah strategis kebangsaan,” ujar Juru Bicara Prabowo, Dahnil Anzar Simanjuntak, Jumat (3/5/2024).

Dahnil mengatakan bahwa Presidential Club ini nantinya akan ditujukan kepada semua mantan Presiden yang masih hidup. Sehingga, kata dia, terjaga silaturahmi kebangsaannya dan menjadi teladan bagi seluruh elemen bangsa.

“Pak Prabowo berharap, sebagai bangsa besar para pemimpinnya kompak, rukun, guyub memikirkan dan bekerja untuk kepentingan rakyat banyak, terlepas dari perbedaan pandangan politik dan sikap politik,” paparnya. (hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Jemaah Haji Indonesia Dilarang Bawa Jimat, Ancaman Penjara dan Deportasi
Jemaah Indonesia Dilarang Kibarkan Spanduk hingga Bendera di Sekitar Masjid Nabawi
Wadidaw! Legislator PDIP Ini Usul Money Politics Dilegalkan
Pj Gubernur Jakarta, Pj Gubernur NTT dan Stafsus Menteri Hadiri Sidang Disertasi Notaris Ira Sudjono
JMSI Tolak RUU Penyiaran yang Bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers
Pedangdut Nayunda Terseret Kasus Pencucian Uang SYL
Maarten Paes, Pesaing Baru di Pos Penjaga Gawang Timnas Indonesia
Chico Mundur dari Thailand Open 2024
Berita ini 5 kali dibaca

Berita Terkait

Jumat, 17 Mei 2024 - 13:19 WIB

Jemaah Indonesia Dilarang Kibarkan Spanduk hingga Bendera di Sekitar Masjid Nabawi

Rabu, 15 Mei 2024 - 17:25 WIB

Wadidaw! Legislator PDIP Ini Usul Money Politics Dilegalkan

Rabu, 15 Mei 2024 - 13:12 WIB

Pj Gubernur Jakarta, Pj Gubernur NTT dan Stafsus Menteri Hadiri Sidang Disertasi Notaris Ira Sudjono

Rabu, 15 Mei 2024 - 03:23 WIB

JMSI Tolak RUU Penyiaran yang Bertentangan dengan UUD 1945 dan UU Pers

Senin, 13 Mei 2024 - 15:10 WIB

Pedangdut Nayunda Terseret Kasus Pencucian Uang SYL

Senin, 13 Mei 2024 - 09:54 WIB

Maarten Paes, Pesaing Baru di Pos Penjaga Gawang Timnas Indonesia

Senin, 13 Mei 2024 - 09:52 WIB

Chico Mundur dari Thailand Open 2024

Senin, 13 Mei 2024 - 09:50 WIB

Masyarakat Harus Waspada Penipuan Modus Email

Berita Terbaru