JAKARTA RAYA – Bupati Keerom Piter Gusbager menghadiri pengarahan Presiden Prabowo Subianto kepada seluruh kepala daerah se-Tanah Papua yang digelar di Istana Negara, Selasa (16/12). Dalam pertemuan tersebut, Gusbager menyampaikan langsung sejumlah aspirasi strategis untuk percepatan pembangunan Kabupaten Keerom.

Salah satu poin utama yang disampaikan adalah usulan agar Kabupaten Keerom dikembangkan sebagai lumbung pangan Provinsi Papua, sejalan dengan agenda nasional penguatan ketahanan dan swasembada pangan. Selain itu, Gusbager juga mengusulkan percepatan pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) Keerom di Distrik Waris.

“Beberapa hal kami sampaikan langsung kepada Presiden, di antaranya percepatan pembangunan PLBN Keerom di Waris serta pengembangan sektor pertanian agar Keerom dapat menjadi lumbung pangan bagi Papua. Usulan tersebut mendapat respons positif dari Presiden,” ujar Gusbager, Rabu (17/12).

Pengarahan Presiden Prabowo tersebut dihadiri seluruh gubernur dari enam provinsi di Papua, 42 bupati dan wali kota, serta 10 anggota Komite Eksekutif Percepatan Pembangunan Otonomi Khusus Papua.

Dalam arahannya, Presiden Prabowo menegaskan bahwa pembangunan Papua harus dipercepat secara terukur dan berkelanjutan, dengan menitikberatkan pada pengamanan kekayaan negara, serta penguatan swasembada pangan dan energi hingga ke daerah.

Presiden juga menegaskan komitmen pemerintah pusat dalam mewujudkan kemandirian energi nasional, dengan menempatkan Papua sebagai salah satu kawasan strategis pengembangan energi berbasis potensi lokal.

Selain sektor pangan dan energi, pemerintah pusat juga memprioritaskan pembangunan dan peningkatan layanan dasar di Papua, meliputi pembangunan rumah sakit, pembangunan dan renovasi sekolah umum dan sekolah rakyat, pengembangan sektor pariwisata, penjaminan keamanan, serta percepatan perbaikan infrastruktur di seluruh wilayah Papua.

Usulan Bupati Keerom dinilai sejalan dengan arah kebijakan nasional yang menempatkan Papua sebagai wilayah strategis dalam mendukung ketahanan pangan, energi, dan pemerataan pembangunan nasional. (Hab)