JAKARTA RAYA – Perguruan silat tradisional Beksi Kong Noer Petukangan terus mendorong pelestarian budaya Betawi melalui berbagai upaya kolaborasi dengan pemerintah daerah. Salah satunya dilakukan melalui rangkaian kunjungan silaturahmi ke sejumlah instansi Pemerintah Provinsi DKI Jakarta guna memperkuat kerja sama dalam pengembangan seni bela diri tradisional sekaligus membuka peluang di sektor ekonomi kreatif.
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Umum Beksi Kong Noer, Herdi Nov. Dalam kunjungan tersebut, rombongan perguruan silat Beksi melakukan pertemuan dengan berbagai pihak di lingkungan pemerintah daerah untuk mempererat sinergi dalam pelestarian budaya lokal.
Salah satu kunjungan dilakukan ke Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi DKI Jakarta dan diterima langsung oleh Kepala Badan Kesbangpol DKI Jakarta, Muhammad Matsani.
Pertemuan berlangsung dalam suasana hangat dan kondusif. Selain sebagai ajang perkenalan, silaturahmi tersebut bertujuan mempererat hubungan antara perguruan silat sebagai bagian dari masyarakat dengan pemerintah yang memiliki peran dalam pembinaan organisasi kemasyarakatan serta penguatan persatuan bangsa.
Dalam kesempatan tersebut, Herdi Nov menegaskan komitmen Beksi Kong Noer untuk terus menjaga dan melestarikan seni bela diri tradisional Betawi sebagai bagian dari identitas budaya Jakarta.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya menjadi tanggung jawab komunitas budaya atau perguruan silat semata, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah agar nilai-nilai budaya dapat terus diwariskan kepada generasi muda.
“Pembinaan generasi muda melalui bela diri tradisional sangat penting karena di dalamnya terdapat nilai disiplin, pembentukan karakter, serta kecintaan terhadap budaya lokal,” ujar Herdi dalam keterangannya, Kamis (5/3/2026).
Sementara itu, Muhammad Matsani menyambut baik kunjungan tersebut dan mengapresiasi upaya Beksi Kong Noer dalam menjaga keberlanjutan seni bela diri tradisional Betawi.
Menurutnya, kolaborasi antara pemerintah dan organisasi budaya seperti perguruan silat menjadi elemen penting dalam memperkuat ketahanan sosial masyarakat sekaligus memperkokoh identitas kebangsaan.
“Kolaborasi antara pemerintah dan komunitas budaya dapat memperluas edukasi budaya kepada generasi muda sekaligus memperkuat nilai-nilai kebangsaan,” kata Matsani.
Selain ke Kesbangpol, Beksi Kong Noer juga melakukan kunjungan ke Suku Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif Jakarta Selatan. Dalam pertemuan tersebut, Herdi Nov diterima oleh Kepala Seksi Industri Pariwisata Sudin Parekraf Jakarta Selatan, Anang Hasbullah.
Pertemuan ini membahas berbagai peluang kerja sama dalam pelestarian budaya Betawi, khususnya pencak silat Beksi, sekaligus pengembangan program ekonomi kreatif berbasis budaya.
Beberapa gagasan yang muncul dalam diskusi antara lain penyelenggaraan pertunjukan budaya, pembinaan pelaku ekonomi kreatif yang melibatkan komunitas silat, hingga promosi bersama dalam berbagai agenda pariwisata tingkat kota.
Herdi Nov menyampaikan apresiasi atas sambutan positif dari Sudin Parekraf Jakarta Selatan dan berharap kerja sama tersebut dapat menjadi langkah konkret dalam memperluas ruang kolaborasi budaya.
“Kami berharap kemitraan ini dapat melestarikan silat Beksi sekaligus membuka peluang kerja sama di sektor budaya dan ekonomi kreatif,” ujarnya.
Menanggapi hal tersebut, Anang Hasbullah menyatakan pihaknya siap mendukung berbagai inisiatif pelestarian budaya Betawi, termasuk pencak silat tradisional yang menjadi bagian penting dari warisan budaya Jakarta.
“Budaya Betawi memiliki nilai sejarah yang kuat. Kami siap mendukung kegiatan yang dapat memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong pengembangan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif,” kata Anang.
Melalui rangkaian kunjungan ini, Beksi Kong Noer berharap tercipta kerja sama yang lebih erat antara perguruan silat dengan pemerintah daerah dalam bidang kebudayaan, pembinaan organisasi masyarakat, serta pemberdayaan sosial berbasis budaya lokal. (hab)


Tinggalkan Balasan