JAKARTA RAYA – Polda Metro Jaya menyiapkan 6.802 personel gabungan untuk mengamankan arus mudik dan balik Lebaran dalam Operasi Kepolisian Terpusat Ketupat Jaya 2026. Operasi ini akan berlangsung selama 13 hingga 25 Maret 2026 guna memastikan perjalanan masyarakat selama musim mudik berjalan aman dan lancar.
Kesiapan tersebut dibahas dalam Rapat Koordinasi (Rakor) Lintas Sektoral yang digelar di Gedung Balai Pertemuan Metro Jaya (BPMJ), Senin (9/3/2026). Rapat dihadiri oleh Kapolda Metro Jaya Irjen Pol. Asep Edi Suheri, Wakapolda Metro Jaya Brigjen Pol. Dekananto Eko Purwono, pejabat utama Polda Metro Jaya, serta para Kapolres jajaran.
Kabidhumas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Budi Hermanto mengatakan rapat koordinasi lintas sektoral tersebut merupakan bagian dari persiapan pengamanan arus mudik Lebaran agar berjalan aman, tertib, dan lancar.
“Pada hari ini Polda Metro Jaya melaksanakan Rapat Koordinasi Lintas Sektoral dalam rangka pengamanan Operasi Ketupat Jaya 2026 yang akan dilaksanakan mulai tanggal 13 sampai dengan 25 Maret,” ujar Budi Hermanto.
Dalam operasi tersebut, ribuan personel gabungan dari Polri, TNI, pemerintah daerah, serta unsur potensi masyarakat akan diterjunkan di berbagai titik strategis wilayah hukum Polda Metro Jaya.
Direktur Lalu Lintas Polda Metro Jaya Kombes Pol. Komarudin menjelaskan, personel akan ditempatkan di 68 Pos Pengamanan, 22 Pos Pelayanan, dan 5 Pos Terpadu yang tersebar di sejumlah jalur utama dan kawasan strategis.
“Tidak kurang dari 6.802 personel gabungan Polri, TNI dan instansi terkait akan tergelar di seluruh wilayah hukum Polda Metro Jaya untuk memberikan jaminan keamanan dan kenyamanan dalam pelaksanaan mudik Lebaran hingga arus balik nanti,” kata Komarudin.
Ia menambahkan, pengamanan mudik tahun ini dilakukan secara terpadu dengan melibatkan berbagai instansi guna memastikan kelancaran arus lalu lintas serta keselamatan para pemudik.
Berdasarkan prediksi Kementerian Perhubungan, puncak arus mudik Lebaran 2026 diperkirakan terjadi pada 16 hingga 18 Maret 2026. DKI Jakarta diperkirakan menjadi salah satu daerah asal pemudik terbesar yang akan menuju berbagai wilayah seperti Sumatera, Jawa Barat, Jawa Tengah, hingga Jawa Timur.
Karena itu, pihak kepolisian mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik untuk mempersiapkan diri dengan baik.
“Kami mengimbau masyarakat yang akan melaksanakan perjalanan mudik agar memastikan kondisi kesehatan dalam keadaan fit, kendaraan dalam kondisi baik, serta merencanakan perjalanan dengan baik agar tidak bersamaan dengan puncak arus mudik,” ujar Komarudin.
Selain pengamanan arus mudik dan balik, aparat kepolisian juga akan mengantisipasi berbagai aktivitas masyarakat selama periode libur Lebaran. Pengamanan meliputi malam takbiran, pelaksanaan salat Idulfitri, hingga aktivitas masyarakat di sejumlah tempat wisata.
Untuk mendukung pengamanan tersebut, Polda Metro Jaya juga mengoptimalkan layanan Call Center 110 serta menyiapkan berbagai skenario rekayasa lalu lintas guna mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan maupun kondisi darurat selama periode mudik Lebaran 2026. (hab)


Tinggalkan Balasan