JAKARTA RAYA – KBRI Roma menghadirkan Indonesian Day dalam ajang Asian Film Festival ke-23 yang berlangsung di Cinema Farnese pada 7–15 April 2026. Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya diplomasi budaya Indonesia melalui promosi seni dan perfilman kepada masyarakat Italia dan komunitas internasional.
Dalam sambutannya, Duta Besar RI untuk Italia, Junimart Girsang, menegaskan bahwa sinema Indonesia terus berkembang pesat dan semakin mendapat perhatian global. Hal ini didukung oleh kehadiran sineas muda berbakat serta kolaborasi internasional yang semakin luas.
“Kami berharap film-film ini dapat menginspirasi dan mempererat pemahaman publik Italia tentang Indonesia. Kami juga mengapresiasi dukungan berkelanjutan dari penyelenggara AFF dalam mewujudkan Indonesian Day,” ujarnya.
Asian Film Festival (AFF) sendiri merupakan festival film bergengsi di Roma yang digagas oleh Cineforum Robert Bresson sejak 2003. Ajang ini mempertemukan film-film terbaik dari berbagai negara Asia, termasuk Indonesia, Jepang, Korea Selatan, Thailand, Malaysia, dan Filipina.
Pada edisi ke-23 tahun 2026, sebanyak 45 film dari 12 negara Asia Timur dan Asia Tenggara ditayangkan. Selain Indonesian Day, festival ini juga menghadirkan program khusus seperti Philippines Day, Malaysian Day, Thailand Day, Korean Day, dan Japan Day.
Indonesia kembali menunjukkan prestasi membanggakan di ajang ini. Pada edisi sebelumnya, film Women from Rote Island karya Jeremias Nyangoen meraih penghargaan Most Original Film (2024). Sementara pada 2025, film Tale of the Land karya Loeloe Hendra Komara juga memenangkan kategori yang sama, serta Laura Basuki meraih Best Actress melalui film Yohanna garapan Razka Robby Ertanto.
Pada AFF 2026, empat film Indonesia turut diputar, yakni Midnight in Bali (Razka Robby Ertanto), Rangga dan Cinta (Riri Riza), Whisper in the Dabbas (Garin Nugroho), serta Siapa Dia (Garin Nugroho).
Prestasi kembali diraih melalui film Siapa Dia yang berhasil memenangkan penghargaan Most Original Film. Dewan juri menilai film ini sebagai karya yang melampaui batas genre, memadukan unsur musikal lintas generasi dengan pendekatan visual yang artistik dan penuh makna.
Melalui kisah tokoh Layar, seorang bintang film yang mengalami kejenuhan, Garin Nugroho menghadirkan narasi sinematik yang kuat dengan gaya teatrikal, sinematografi dramatis, serta koreografi yang menjadi bagian integral dari cerita.
Indonesian Day di AFF 2026 menjadi langkah strategis KBRI Roma dalam memperkenalkan kekayaan sinema Indonesia ke kancah internasional. Selain itu, kegiatan ini diharapkan mampu mempererat hubungan budaya Indonesia dan Italia serta membuka peluang kolaborasi lebih luas di sektor industri kreatif. (***)


Tinggalkan Balasan