JAKARTA RAYA – Secara umum, kata “juru” dalam KBBI berarti: orang yang pandai dalam suatu pekerjaan yang memerlukan latihan, kecakapan dan kecermatan
Juru air artinya orang yang bertugas mengurus atau mengelola air. Contoh penggunaan dalam kehidupan nyata adalah petugas di pintu air atau Irigasi.
Juru air adalah petugas yang mengatur buka-tutup pintu air, mengontrol debit air di saluran irigasi, atau memantau distribgusi air ke warga.
Kalau tukang atur air bohong, apa jadinya padi di persawahan kita. Atau juru air di pintu Bendung Katulampa. Bayangkan, jika saatnya dibuka eh malah ditutup.
Juru rawat adalah tenaga kesehatan yang bertugas memberikan asuhan, perawatan, dan dukungan kepada individu atau kelompok, baik dalam keadaan sakit maupun sehat.
Juru rawat berperan krusial dalam lingkungan medis. Mereka menjadi fasilitas sumber kenyamanan psikologis untuk kesembuhan. Bagaimana jika juru rawat membohongi pasiennya?
Juru tulis adalah profesional yang bertugas mencatat, menyalin manuskrip, atau mengelola administrasi, yang berakar dari zaman kuno hingga sekretaris modern.
Pekerjaan ini melibatkan pembuatan dokumen, pencatatan bisnis, dan tugas administrative.
Ada juga juru tulis dalam perjudian, salah salah petugas di dunia malam yang memiliki resiko taruhan nyawa. Menjadi juru tulis pun harus jujur.
Jadi juru tulis di dunia malam pun harus professional. Bagaimana kalua dia bohong? Nyawanya bisa melayang.
Pun juru parkir atau jukir. Mereka adalah orang yang dipekerjakan oleh pengelola atau pemerintah untuk mengatur, mengawasi, menertibkan, dan mengamankan kendaraan di tempat parkir, baik di tepi jalan umum maupun tempat khusus.
Para juru parkir ini bertanggung jawab menata kendaraan, membantu keluar-masuk, serta memungut retribusi resmi menggunakan karcis. Kalau bohong, sudah pasti bakal dipecat.
Demikian juga Juru Bicara (jubir) sebagai perwakilan resmi organisasi, pemerintah, atau tokoh yang bertugas menyampaikan informasi, klarifikasi, dan membangun citra positif kepada publik dan media.
Mereka menjadi penghubung utama, menjaga hubungan dengan pers, dan memberikan pernyataan berdasarkan fakta bukan memelintir fakta yang bisa menyesatkan.
Bayangkan kalau Jubir Covid-19 beberapa tahun lalu itu berbohong atau salah bicara. Bisa meledak bangsa ini.
Dari semua itu, seorang Jubir harus jujur. Jangan bohong! Apalagi jadi Jubir Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). Lembaga yang semua orangnya dituntut harus memiliki integritas tinggi.
Belakang ini di ruang publik terjadi pertempuran mencari kebenaran antara Faizal Aseggaf (aktivis 98) dengan Jubir KPK, Budi Prasetyo.
Bahkan perseteruan itu sudah masuk ke ranah hukum. Faizal secara resmi telah melaporkan Budi Prasetyo ke Polda Jaya atau tuduhan fitnah dan kebohongan publik.
Faizal juga telah melapor ke Dewan Pengawas (Dewas) KPK. Namun Budi Prasetyo membantah tuduhan tersebut.
Lalu, di meja mana rakyat mendapatkan pelajaran dan kebenaran, kecuali di meja hijau? Atau kebenaran akan mereka dapatkan di Jalanan? Kita tunggu kabar selanjutnya. (DM/MAN)


Tinggalkan Balasan