JAKARTA RAYA – Tahun 2022 menjadi salah satu titik terendah dalam hidup Hotifah (46). Di tengah tuntutan finansial yang terus berjalan, ibu dua anak ini harus menerima kenyataan pahit karena terkena Pemutusan Hubungan Kerja (PHK). Kehilangan pekerjaan utama tentu mendatangkan kecemasan besar, namun bagi seorang ibu, menyerah pada keadaan bukanlah sebuah pilihan. Didorong oleh tekad kuat untuk menopang ekonomi keluarga, ia memutar otak dan memberanikan diri membuka usaha dari dapur rumahnya di kawasan Kembangan Utara, Jakarta Barat.
“Awalnya takut dan ragu, karena modal terbatas. Tapi sebagai emak-emak, saya ingin membantu ekonomi keluarga dan punya usaha yang bisa berkembang. Jadi, saya mulai saja dulu dari apa yang ada,” kenang Hotifah saat menceritakan masa-masa awal merintis bisnisnya.
Kuliner yang ia pilih adalah makanan yang akrab di lidah masyarakat, yaitu kentang mustofa. Namun, Hotifah tidak ingin sekadar mengekor pasar. Ia melakukan inovasi dengan menghadirkan Kentang Mustofa Oven di bawah bendera Maipeh Food. Produknya melewati proses khusus setelah digoreng untuk meminimalisir kadar minyak, sehingga menghasilkan tekstur yang jauh lebih kriuk dan sehat bagi konsumen.

Perjalanan mengubah rumah menjadi ruang produksi tidaklah semudah membalikkan telapak tangan. Di awal merintis, Hotifah harus berperan ganda sebagai ibu rumah tangga sekaligus pelaku usaha. Mengupas dan mengiris kentang secara manual, membumbui, hingga mengemas ia lakukan mandiri bersama keluarga. Fase sepi orderan dan kelelahan fisik sempat membuatnya goyah.
“Perjalanan ini tidak mudah karena harus membagi waktu antara rumah tangga dan usaha. Pernah mengalami sepi order, capek produksi, sampai bingung membagi waktu. Tapi saya memilih untuk terus belajar dan konsisten menjaga kualitas produk,” imbuhnya.
Sistem penjualan awal dilakukan dengan cara gerilya, mulai dari menitipkan ke tetangga, teman, kantin rumah sakit, hingga ikut serta dalam berbagai bazar dan memanfaatkan media sosial.
Ketekunannya perlahan membuahkan hasil, hingga akhirnya pintu kesempatan besar itu terbuka lewat program pembinaan Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dan kemitraan dengan Indomaret.

Masuknya Maipeh Food ke jaringan ritel modern menjadi titik balik besar bagi kelangsungan bisnisnya. Jika dulu produksinya sangat terbatas dan dilakukan manual, kini dapur produksinya sudah didukung oleh mesin pengupas serta pengiris kentang otomatis, dan dibantu oleh tim operasional serta bagian keuangan. Dalam sekali jalan, mereka kini mampu menghasilkan ratusan pouch Kentang Mustofa Oven untuk memenuhi 67 toko Indomaret yang tersebar di wilayah Jakarta Barat. Kondisi finansial keluarganya pun kini menjadi jauh lebih baik dan stabil.
“Alhamdulillah, omzet meningkat dan penjualan lebih stabil setelah masuk Indomaret. Saya juga merasa lebih percaya diri karena usaha rumahan ternyata bisa berkembang sampai masuk toko modern seperti ini,” ungkapnya dengan nada penuh rasa syukur.
Meski dagangannya sudah nangkring di rak toko tersebut, Hotifah enggan cepat berpuas diri. Baginya, kesuksesan Maipeh Food harus membawa manfaat yang lebih luas bagi lingkungan sekitar. Ke depan, ia menargetkan perluasan distribusi ke seluruh area Jabodetabek hingga skala nasional, bahkan saat ini sedang mempelajari proses ekspor agar produk lokalnya bisa dikenal di pasar internasional. Namun, misi yang paling dekat di hatinya tetaplah pemberdayaan.
“Saya ingin membuka lapangan pekerjaan lebih banyak lagi ke depannya, apalagi untuk para pekerja emak-emak. Bagi siapa saja yang ingin memulai usaha, jangan takut modal kecil. Yang penting konsisten, jaga kualitas, terus belajar, dan jangan mudah menyerah saat usaha sedang turun,” tutup Hotifah memberi semangat. (hab)


Tinggalkan Balasan