JAKARTA RAYA – Di usianya yang baru menginjak 11 tahun, Chiara Dominique Barutu siap mengharumkan nama Indonesia di ajang Grand Final International STEM Olympiad 2026 yang akan berlangsung di Roma, Italia, pada 2–8 Juli 2026. Keberhasilannya menembus kompetisi bergengsi dunia ini merupakan buah dari dedikasi, kerja keras, serta pendampingan intensif kedua orang tuanya yang telah membimbingnya sejak usia lima tahun.
Di balik prestasinya di bidang Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM), terdapat peran besar sang ayah, Christhophorus Barutu, dan ibundanya, dr. Laurentia, yang menjadi guru pertama sekaligus mentor bagi Chiara sejak masa kanak-kanak.
Diasah Sejak Usia Lima Tahun
Bakat akademik Chiara mulai dibangun melalui pembelajaran mandiri yang dilakukan secara konsisten oleh kedua orang tuanya. Pendekatan tersebut membentuk fondasi yang kuat sehingga ia mampu berkembang menjadi pelajar yang tangguh dan memiliki kemampuan berpikir analitis sejak dini.
Kerja keras itu membuahkan hasil ketika Chiara berhasil melewati seluruh tahapan seleksi International STEM Olympiad 2026, mulai dari babak kualifikasi daring hingga final daring pada Februari 2026. Berkat pencapaiannya tersebut, ia mengamankan tiket menuju Grand Final di Roma dan akan bertanding pada kategori Grade 6.
Pengalaman Internasional Membentuk Karakter
Selain mendapat bimbingan langsung dari orang tuanya, wawasan Chiara juga diperkaya melalui pengalaman tinggal di berbagai negara.
Mengikuti penugasan diplomatik sang ayah, Chiara sempat menetap di Kanada ketika ayahnya bertugas sebagai Atase Perdagangan Republik Indonesia di Ottawa pada 2015. Selanjutnya, ia melanjutkan pendidikan di Australia saat ayahnya menjabat sebagai Kepala Indonesian Trade Promotion Center (ITPC) Sydney pada 2022.
Selama berada di Australia, Chiara mengikuti pendidikan melalui salah satu program homeschooling yang berbasis di Jakarta untuk jenjang kelas VI.
Setelah kembali menetap di Indonesia pada 1 April 2026, Chiara telah diterima sebagai siswa SMP BPK PENABUR Summarecon Bekasi dan dijadwalkan mulai mengikuti kegiatan belajar pada Juli 2026.
Meski tengah menjalani masa transisi dari sekolah dasar ke sekolah menengah pertama, fokusnya tetap tertuju pada persiapan menghadapi kompetisi internasional. Ia dijadwalkan bertolak ke Italia pada 30 Juni 2026.
Bersaing dengan Pelajar dari 153 Negara
Di Roma, Chiara akan berkompetisi bersama pelajar-pelajar terbaik dari 153 negara dalam ajang yang diikuti lebih dari 38.000 peserta dari seluruh dunia.
Kompetisi ini tidak hanya menguji kemampuan teori, tetapi juga menantang peserta menyelesaikan berbagai persoalan nyata melalui pendekatan ilmiah, berpikir kritis, kreativitas, serta inovasi dalam STEM Maker Challenge.
Rangkaian kegiatan akan ditutup dengan Award Ceremony yang diselenggarakan di Auditorium Conciliazione, kawasan Vatikan, pada 7 Juli 2026.
Sudah Mengukir Prestasi Internasional
Ajang di Roma bukanlah kompetisi internasional pertama bagi Chiara.
Sebelumnya, pada 2025, ia berhasil meraih Juara 1 Top Scorer Olimpiade Digital Technology di Australia. Pada tahun yang sama, Chiara juga memperoleh medali perunggu dalam kejuaraan dunia sains berbasis daring yang diselenggarakan dari Singapura dan diikuti sekitar 4.000 peserta dari berbagai negara.
Rangkaian prestasi tersebut semakin memperkuat optimisme bahwa Chiara mampu bersaing di level dunia sekaligus membawa nama baik Indonesia di bidang sains dan teknologi.
Perjalanan Chiara Dominique Barutu menjadi bukti bahwa pembinaan sejak usia dini, dukungan keluarga, serta kesempatan belajar di lingkungan yang beragam dapat melahirkan generasi muda Indonesia yang siap bersaing di panggung internasional. Kini, harapan masyarakat Indonesia mengiringi langkahnya di Roma dengan doa agar mampu meraih prestasi terbaik dan membawa pulang medali untuk Merah Putih. (rw)


Tinggalkan Balasan