JAKARTA RAYA — Badai efisiensi tengah melanda PT Bank KB Bukopin Tbk (KB Bank). Setelah dua direkturnya kompak mengundurkan diri pada awal Juni lalu, KB bank kini dilaporkan melakukan Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) terhadap ratusan karyawan.

Tak hanya itu, eks bank Bukopin yang kini dikuasai oleh raksasa keuangan Korea Selatan tersebut, juga menutup puluhan kantor cabang.

Langkah drastis ini diambil manajemen sebagai bagian dari strategi transformasi dan efisiensi operasional perseroan.

PHK Massal dan Penutupan 21 Kantor Cabang

Dalam kebijakan efisiensi, KB Bank telah memangkas sebanyak 662 pegawai. Tidak hanya merampingkan jumlah sumber daya manusia, eks Bukopin ini juga resmi menutup 21 unit Kantor Cabang Pembantu (KCP) di berbagai wilayah.

Corporate Secretary KB Bank, Ariz Dian Perkasa, menjelaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari transformasi berkelanjutan demi membangun organisasi yang lebih tangguh.

“Langkah ini merupakan bagian dari strategi jangka panjang perseroan untuk meningkatkan efektivitas operasional, memperkuat kapabilitas digital, meningkatkan produktivitas jaringan, serta mendukung pertumbuhan bisnis dan profitabilitas yang berkelanjutan,” ujar Ariz dalam keterangan tertulisnya, Jumat (3/7/2026).

Manajemen memastikan bahwa optimalisasi tenaga kerja ini dilakukan secara terencana, bertahap, dan mematuhi regulasi ketenagakerjaan serta prinsip Good Corporate Governance (GCG).

KB Bank juga menegaskan telah berkoordinasi dengan regulator dan Dinas Ketenagakerjaan sebelum mengeksekusi kebijakan ini.

Pengunduran Diri Dua Direksi

Sebelumnya, manajemen KB Bank diguncang oleh mundurnya dua petinggi perusahaan. Dua direktur yang meletakkan jabatan tersebut adalah Robby Mondong (Direktur Ritel) dan Dodi Widjajanto (Direktur Kepatuhan).

Keduanya kompak mengajukan surat pengunduran diri yang diterima oleh manajemen perseroan pada tanggal 3 Juni 2026 lalu.

Bagaimana Nasib Layanan Nasabah KB Bank?

Meski terjadi pengurangan besar-besaran pada jumlah pekerja dan jaringan kantor, manajemen KB Bank menjamin kenyamanan nasabah tidak akan terganggu.

Ariz menegaskan bahwa efisiensi ini tidak memberikan dampak negatif terhadap kegiatan operasional harian perbankan.

Seluruh layanan nasabah dipastikan tetap berjalan normal dan prima melalui optimalisasi layanan digital dan jaringan kantor yang tersedia.

“Sejalan dengan transformasi yang dijalankan, Perseroan terus memperkuat kapabilitas digital dan meningkatkan produktivitas jaringan untuk memberikan layanan yang optimal kepada nasabah melalui kombinasi jaringan kantor dan kanal digital,” terang Ariz.

Indonesia Tetap Jadi Pasar yang Strategis

Ariz menegaskan Indonesia tetap menjadi pasar yang strategis bagi KB Bank. Dengan dukungan penuh dari KB Financial Group, Perseroan berkomitmen untuk terus melanjutkan agenda transformasi demi memperkuat fundamental bisnis.

“Kami akan terus melanjutkan agenda transformasi, memperkuat fundamental bisnis dan menciptakan nilai jangka panjang bagi pemegang saham, nasabah, karyawan, serta seluruh pemangku kepentingan,” tutur Ariz.

Sebagai informasi, dalam laporan keuangan perbankan pada tanggal 31 Maret 2026 dan 2025, KB Bank melaporkan jumlah karyawan mereka, termasuk karyawan tidak tetap, berjumlah 2.265 orang.

Jumlah ini tercatat mengalami penurunan hingga 662 orang jika dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, yakni 2.927 orang.

Bersama dengan itu, jumlah kantor cabang pembantu (KCP) perbankan juga tercatat berkurang, dari sebelumnya 141 unit (per 31 Maret 2025) menjadi 120 unit.

Artinya dalam waktu satu tahun dari kuartal I 2025 ke kuartal II 2026, KB bank telah menutup setidaknya 21 unit KCP. (MAN)