JAKARTA RAYA – Kampung Hijau Literasi di RT 04 RW 08, Kelurahan Cakung Barat, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur, resmi diresmikan sebagai kawasan tematik yang mengintegrasikan penghijauan lingkungan, pengelolaan sampah, serta penguatan budaya literasi. Program ini diharapkan menjadi contoh pembangunan berbasis partisipasi masyarakat yang berkelanjutan.

Peresmian yang digelar pada Sabtu (4/7/2026) dihadiri Asisten Perekonomian dan Pembangunan (Asekbang) Kota Administrasi Jakarta Timur Fauzi, Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta H. Ghozi Zulazmi, Camat Cakung, Lurah Cakung Barat, tokoh masyarakat, komunitas, mitra swasta, relawan, serta warga setempat.

Dalam sambutannya, Fauzi mengapresiasi sinergi berbagai pihak yang telah mewujudkan Kampung Hijau Literasi sebagai ruang kolaborasi untuk membangun lingkungan yang lebih hijau, bersih, dan berbudaya literasi.

“Kampung Hijau Literasi menunjukkan bahwa pembangunan tidak hanya tentang infrastruktur, tetapi juga membangun kesadaran masyarakat terhadap lingkungan, pendidikan, dan kebersamaan. Semoga inisiatif seperti ini dapat terus berkembang dan menjadi inspirasi bagi wilayah lain di Jakarta Timur,” ujarnya.

Anggota Komisi E DPRD DKI Jakarta, H. Ghozi Zulazmi, juga memberikan apresiasi kepada masyarakat yang terlibat aktif dalam pengembangan kawasan tersebut.

Menurutnya, kolaborasi antara komunitas, anak muda, dan warga mampu menghadirkan perubahan positif di lingkungan.

“Ketika gerakan anak muda bergerak bersama masyarakat, lingkungan akan berubah menjadi lebih baik. Kampung Hijau Literasi membuktikan bahwa budaya membaca, kepedulian terhadap lingkungan, dan semangat gotong royong dapat tumbuh secara bersamaan,” katanya.

Peresmian Kampung Hijau Literasi mengusung gerakan GASPOL (Gerakan Aksi Pilah Sampah, Penghijauan, dan Literasi) yang diinisiasi Bale Buku Jakarta bersama Komunitas Kopling dengan dukungan berbagai pihak.

Kegiatan tersebut dimeriahkan beragam agenda edukatif, seperti pertunjukan musik edukasi, bazar UMKM, fashion show berbahan daur ulang, lomba mewarnai, edukasi lingkungan, serta berbagai aktivitas literasi untuk anak-anak dan keluarga.

Ketua Pelaksana Kampung Hijau Literasi, Ayi Endar, mengatakan kawasan tersebut lahir dari kolaborasi masyarakat, komunitas, pemerintah, dan dunia usaha yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan dan pendidikan.

“Kampung Hijau Literasi bukan sekadar program seremonial, tetapi gerakan bersama untuk membangun budaya peduli lingkungan dan gemar membaca. Kami berharap kawasan ini menjadi ruang belajar, ruang berkarya, sekaligus ruang kolaborasi yang terus berkembang dan memberi manfaat bagi generasi mendatang,” ujarnya.

Sementara itu, Ketua Bale Buku Jakarta, Fajar Alvarisi, menegaskan bahwa budaya literasi harus tumbuh di tengah kehidupan masyarakat.

“Literasi tidak hanya berada di perpustakaan atau sekolah, tetapi juga harus hadir di lingkungan tempat masyarakat tinggal. Melalui Kampung Hijau Literasi, kami ingin menghadirkan ruang yang ramah bagi anak-anak, keluarga, dan warga untuk membaca, belajar, berdiskusi, serta menumbuhkan kepedulian terhadap lingkungan,” katanya.

Program Kampung Hijau Literasi merupakan hasil kolaborasi Pemerintah Kota Administrasi Jakarta Timur, Pemerintah Kecamatan Cakung, Pemerintah Kelurahan Cakung Barat, Bale Buku Jakarta, Komunitas Kopling, Corpala, McDonald’s, United Tractors, serta berbagai komunitas dan mitra yang memiliki kepedulian terhadap pelestarian lingkungan dan peningkatan kualitas pendidikan masyarakat.

Ke depan, Kampung Hijau Literasi diharapkan menjadi model pengembangan kampung tematik di Jakarta yang mengedepankan keberlanjutan lingkungan, penguatan budaya literasi, pemberdayaan masyarakat, serta pengembangan ekonomi lokal melalui partisipasi aktif seluruh elemen masyarakat. (hab)