JAKARTA RAYA – PT Perkebunan Nusantara I (Persero) menegaskan komitmen kuat dalam mendukung ketahanan pangan dan energi nasional.

Langkah strategis ini diwujudkan melalui akselerasi hilirisasi tebu menjadi bioetanol.

Komitmen tersebut ditunjukkan dalam partisipasi PTPN I pada Panen Raya TNI yang dihadiri langsung oleh Presiden Republik Indonesia Prabowo Subianto di Lanud Abdulrachman Saleh, Kabupaten Malang, Jawa Timur, Jumat (17/7/2026).

Acara berskala nasional ini dihadiri oleh jajaran petinggi negara. Tampak hadir Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, Menteri Koordinator Bidang Pangan Zulkifli Hasan, serta para menteri Kabinet Merah Putih, kepala lembaga tinggi, dan jajaran direksi BUMN.

Kunjungan Presiden ke Booth PTPN I

Rangkaian agenda dimulai dengan peninjauan stan komoditas strategis oleh Presiden Prabowo Subianto.

Saat mengunjungi stan PTPN I, Presiden disambut langsung oleh Direktur Utama PTPN I, Dr. Ir. Abdul Rivai Ras, M.Si., IPU., ASEAN Eng.

Dalam kesempatan tersebut, Abdul Rivai Ras memaparkan proyeksi dan realisasi pengembangan bioetanol.

Produk ramah lingkungan ini dihasilkan dari hilirisasi tetes tebu melalui anak perusahaan mereka, PT Energi Agro Nusantara (Enero).

“Melalui PT Energi Agro Nusantara (Enero), kami mengolah tetes tebu menjadi bioetanol dengan kapasitas produksi mencapai 100 kiloliter per hari,” ujar Rivai.

Rivai menambahkan bahwa produk tersebut memiliki diversifikasi pasar yang luas.

“Bioetanol ini dimanfaatkan sebagai fuel grade etanol untuk campuran bahan bakar minyak, termasuk Pertamax Green 95.

Selain itu, kami menghasilkan extra neutral alcohol untuk kebutuhan industri kosmetik dan farmasi, spiritus, hingga pupuk hayati,” jelasnya.

Sinergi Lintas Sektor untuk Kemandirian Bangsa

Presiden Prabowo Subianto dalam sambutannya menegaskan bahwa ketahanan pangan dan energi bukan tanggung jawab satu instansi saja.

Upaya ini merupakan gerakan nasional yang membutuhkan kolaborasi solid lintas sektor.

“Kegiatan ini menunjukkan bahwa ketahanan pangan bukan hanya urusan Kementerian Pertanian, tetapi merupakan gerakan nasional yang melibatkan seluruh kekuatan bangsa. Saya mengajak semua kekuatan bangsa, bersatulah untuk bangsa dan rakyat kita,” tegas Presiden Prabowo.

Senada dengan Presiden, Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto menyatakan bahwa Panen Raya TNI adalah bukti nyata sinergi TNI dengan pemerintah, BUMN, dunia usaha, akademisi, dan masyarakat.

Panglima TNI juga mengapresiasi langkah hilirisasi tebu yang terbukti memberikan nilai tambah tinggi bagi perekonomian.

Proses ini sukses mengubah komoditas mentah menjadi molase, bioetanol, bahan baku farmasi, hingga pupuk organik.

Inovasi Berkelanjutan PTPN I

PTPN I terus berkomitmen memperkuat ekosistem hilirisasi tebu secara berkelanjutan.

Pengembangan bioetanol sebagai energi terbarukan diharapkan mampu mengurangi ketergantungan pada bahan bakar fosil sekaligus meningkatkan nilai jual komoditas perkebunan domestik.

Melalui inovasi ini, PTPN I optimistis dapat memberikan kontribusi ekonomi yang masif bagi masyarakat dan negara. (MAN)