JAKARTA RAYA – Transformasi digital tidak cukup hanya dengan mengadopsi teknologi baru. Sistem yang digunakan juga harus mampu menyesuaikan diri dengan regulasi dan karakteristik bisnis di setiap negara. Hal inilah yang menjadi fokus PT Yonyou Network Indonesia dalam menghadirkan solusi Enterprise Resource Planning (ERP) bagi perusahaan di Indonesia.
Komitmen tersebut disampaikan Yonyou Network Indonesia saat berpartisipasi dalam Digital Transformation Indonesia (DTI) Series 2026 yang berlangsung di Jakarta International Convention Center (JICC), Senayan, Jakarta, Kamis (6/8/2026).
DTI Series 2026 merupakan penyelenggaraan kelima yang menghadirkan empat agenda utama, yakni DTI-CX, DCTI-CX, DTI-HR, dan CRD-CX (Cyber Resilience & Defense). Ajang ini menjadi wadah bertemunya pemerintah, regulator, pelaku industri, dan penyedia teknologi untuk membahas perkembangan transformasi digital di berbagai sektor strategis.
Sebagai penyedia solusi ERP yang mulai beroperasi di Indonesia pada 2023, Yonyou memanfaatkan ajang tersebut untuk berbagi pengalaman mengenai implementasi sistem ERP di pasar Indonesia sekaligus memaparkan tantangan digitalisasi yang masih dihadapi banyak perusahaan.
HR Consultant PT Yonyou Network Indonesia, Vania Caroline, mengatakan salah satu persoalan yang masih sering ditemui adalah penggunaan sistem administrasi berbasis dokumen fisik. Kondisi tersebut membuat proses bisnis berjalan kurang efisien karena data belum terintegrasi secara menyeluruh antarbagian dalam perusahaan.
“Banyak perusahaan yang masih menggunakan dokumentasi manual sehingga data antar departemen belum saling terhubung. Sistem yang terintegrasi diperlukan agar proses bisnis dapat berjalan lebih efisien,” ujar Vania.
Menurutnya, penerapan ERP memungkinkan seluruh proses bisnis berjalan dalam satu sistem yang saling terhubung. Integrasi tersebut membantu perusahaan mempercepat alur kerja, meningkatkan akurasi data, serta mempermudah manajemen dalam mengambil keputusan berdasarkan informasi yang diperbarui secara real time.
Vania menjelaskan, meskipun Yonyou merupakan perusahaan teknologi asal China, solusi ERP yang dikembangkan untuk pasar Indonesia telah melalui proses lokalisasi agar sesuai dengan kebutuhan dan regulasi nasional.
Salah satu penyesuaian dilakukan pada modul perpajakan, termasuk penerapan Tarif Efektif Rata-rata (TER) dalam perhitungan pajak penghasilan karyawan. Langkah tersebut bertujuan agar perusahaan dapat menjalankan proses administrasi sesuai dengan ketentuan yang berlaku di Indonesia.
Dari sisi infrastruktur, pusat data untuk layanan ERP ditempatkan di Indonesia guna memenuhi kebutuhan operasional pelanggan domestik. Sementara itu, layanan berbasis kecerdasan buatan (AI) memanfaatkan infrastruktur data center global yang berada di Singapura dan China.
Saat ini, solusi ERP Yonyou telah digunakan oleh berbagai perusahaan di Indonesia yang bergerak di sektor manufaktur, makanan dan minuman, otomotif, perkebunan, hingga restoran. Beberapa di antaranya adalah Orang Tua Group, Aice, BYD, dan Haidilao.
Selain menghadirkan solusi teknologi, Yonyou Network Indonesia juga aktif menggelar berbagai kegiatan edukasi mengenai transformasi digital. Perusahaan secara rutin menyelenggarakan seminar dan forum diskusi, termasuk pelatihan pengelolaan sumber daya manusia bagi perusahaan-perusahaan asal China yang beroperasi di Indonesia.
Ke depan, kegiatan edukasi tersebut akan diperluas melalui kolaborasi dengan perguruan tinggi, komunitas bisnis, dan berbagai mitra strategis untuk meningkatkan pemahaman dunia usaha terhadap pentingnya digitalisasi.
“Kami ingin terus mengikuti perkembangan pasar Indonesia sekaligus memperluas edukasi mengenai pentingnya digitalisasi di berbagai sektor industri,” kata Vania.
Melalui pendekatan tersebut, Yonyou Network Indonesia berharap dapat membantu semakin banyak perusahaan mempercepat transformasi digital dengan sistem ERP yang tidak hanya terintegrasi, tetapi juga telah disesuaikan dengan kebutuhan operasional dan regulasi di Indonesia. Dengan demikian, perusahaan dapat meningkatkan efisiensi bisnis sekaligus memperkuat daya saing di tengah percepatan digitalisasi berbagai sektor industri. (Hab)


Tinggalkan Balasan