Oleh: Wawat Kurniawan (WeKa Institut)

JAKARTA RAYA – Berdasarkan temuan titik panas (hotspot) dan pemetaan wilayah konsesi di Kalimantan selama periode Agustus 2026, berikut adalah daftarnya:

​1. Konsesi Terkait Tokoh, Politikus & Elite

  • ​PT ITCI Kayan Hutani (Kalimantan Utara): Terbakar bersama konsesi grup terkait dengan total akumulasi 1.430 titik api. Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Thomas Djiwandono (Keponakan PRABOWO SUBIANTO)
  • ​PT Kiani Lestari (Kalimantan Timur): Terbakar bersama klaster konsesi kehutanan. Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Simon Aloysius Mantiri (Politikus GERINDRA & Dirut Pertamina).
  • ​PT Tanjung Redeb Hutani: Terbakar bersama klaster konsesi kehutanan. Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Aris Marsudiyanto (Kepala BAPPISUS) / PRABOWO SUBIANTO.
  • ​Jhonlin Group / PT Jhonlin Agro Raya Tbk – JARR (Kalimantan Selatan & Tengah): Terdeteksi titik panas pada area perkebunan sawit serta wilayah ekspansi konsesi milik Haji Isam. Dalam dinamika karhutla Agustus 2026, pihak Jhonlin Group turut ditunjuk/dilibatkan aktif mengoordinasikan pemadaman di wilayah gambut Kalsel.

​2. Konglomerasi Usaha & Swasta Besar

  • ​PT Hutan Ketapang Industri / Sampoerna Group (Kalimantan Barat): Terdeteksi 1.897 titik api (salah satu titik terbanyak). Pernah dijatuhi sanksi larangan penggunaan lahan 3–5 tahun oleh Gubernur Kalbar (2019). Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Putera Sampoerna.
  • ​PT Finnantara Intiga / Sinar Mas Group (Kalimantan Barat): Terdeteksi 917 titik api. Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Jackson Wijaya Limantara (generasi ketiga keluarga Wijaya).
  • ​PT Grace Putri Perdana / Fangiono Group (Kalimantan Tengah): Terdeteksi 979 titik api. Pemilik Manfaat (Beneficial Owner): Cintra Gunawan / Keluarga Fangiono.

​3. Konsesi Sektor Kehutanan & Perkebunan Kalbar (Masuk Radar Pemantauan/Pemeriksaan)

  • ​PT Wanakerta Eka Lestari (WEL): Terdeteksi sebaran titik api aktif di wilayah konsesi Kalimantan Barat dan masuk dalam daftar pemeriksaan penyidik lingkungan hidup.
  • ​PT Sinar Karya Mandiri (SKM): Perkebunan kelapa sawit di Kalimantan Barat dengan laporan lonjakan titik panas pada lahan gambut.
  • ​PT Mayawana Persada: Konsesi pemanfaatan hutan di Kalimantan Barat yang tercatat memiliki akumulasi hotspot masif di lahan gambut dalam.

​4. Konglomerasi Sawit Nasional Lainnya

  • ​Grup Triputra & DSN Group:
    – PT Dharma Satya Nusantara Tbk (DSNG)
    – PT Cipta Davia Mandiri dan
    – PT Triputra Agro Persada Tbk (TAPG) terdeteksi memiliki klaster titik panas di batas area konsesi Kalimantan Timur dan Kalimantan Tengah.
  • ​Grup Wilmar International & Salim Group: Area batas konsesi perkebunan sawit, seperti
    – PT Kerry Sawit Indonesia,
    – PT Bumi Sawit Kencana, dan
    – PT Sawit Sejahtera Utama / Indofood Agri) terdeteksi memiliki titik api aktif di atas area pembukaan/lahan gambut.
  • Grup Musim Mas & Astra Agro Lestari:
    – PT Maju Mapan Bangun Sejahtera (Musim Mas) di Kalteng serta anak usaha
    – PT Astra Agro Lestari Tbk di Kalsel dan Kaltim tercatat dalam peta pemantauan geospasial hotspot satelit.

​Data Koalisi Masyarakat Adat dan analisis geospasial menunjukkan bahwa sekitar 74% total titik panas di Kalimantan konsisten berada di dalam kawasan konsesi korporasi (gabungan HGU Kelapa Sawit, Tambang, dan Perizinan Berusaha Pemanfaatan Hutan/PBPH).