JAKARTA RAYA — Muhammad Irfan Perdana dari Kalimantan Selatan dan Santhika Devi Yogi Pramesti dari Jawa Tengah berhasil meraih gelar Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026.
Keduanya dinobatkan sebagai pemenang dalam Grand Final Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 yang berlangsung di Casa Grande Ballroom, Merlynn Park Hotel Jakarta, Minggu malam (27/9/2026).
Malam puncak pemilihan yang diselenggarakan Yayasan EL JOHN Indonesia tersebut bertepatan dengan peringatan World Tourism Day atau Hari Pariwisata Dunia.
Ajang ini diikuti finalis yang mewakili berbagai daerah di Indonesia. Mereka tidak hanya dituntut menampilkan kemampuan di atas panggung, tetapi juga menunjukkan wawasan, karakter, kemampuan berkomunikasi, serta pemahaman mengenai potensi pariwisata dan budaya daerah.
Rangkaian kompetisi berlangsung sejak bootcamp yang dimulai pada 22 September 2026. Proses penilaian dilakukan secara bertahap hingga memasuki malam Grand Final.
Pada tahap awal Grand Final, para finalis disaring menjadi 10 besar. Mereka kemudian diminta menyampaikan statement mengenai pariwisata dan budaya.
Kemampuan menyampaikan gagasan secara singkat dan jelas menjadi salah satu tantangan yang harus dilewati para finalis sebelum kompetisi kembali mengerucut menjadi lima besar.
Lima finalis yang bertahan kemudian menghadapi sesi Question and Answer (Q&A). Pada tahap ini, mereka harus menjawab pertanyaan secara spontan dalam waktu 30 detik.
Sesi Q&A menjadi salah satu tahapan untuk melihat wawasan, kemampuan berpikir, ketenangan, serta kemampuan finalis dalam menyampaikan jawaban secara terstruktur.
Setelah seluruh rangkaian penilaian selesai, dewan juri menetapkan Muhammad Irfan Perdana dan Santhika Devi Yogi Pramesti sebagai pemegang gelar Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026.
Ketua Umum Yayasan EL JOHN Indonesia, M. Johnnie Sugiarto, menyampaikan ucapan selamat kepada para finalis yang berhasil meraih gelar dalam ajang tersebut.
Johnnie berharap para pemegang gelar tidak hanya menjalankan peran sebagai beauty and role model, tetapi juga memiliki kepedulian terhadap budaya dan pariwisata Indonesia.
“Saya berharap putra-putri pariwisata Nusantara 2026 yang terpilih nanti tidak hanya menjadi beauty and role model, tetapi juga menjadi generasi muda Indonesia yang memiliki wawasan, kepedulian terhadap budaya, semangat perdamaian, serta kreativitas untuk membawa pesan positif tentang Indonesia ke tingkat nasional maupun internasional,” ujar Johnnie.
Menurutnya, tanggung jawab sebagai Putra Putri Pariwisata Nusantara justru dimulai setelah gelar diberikan. Para pemenang diharapkan dapat mengambil peran dalam memperkenalkan kekayaan Indonesia kepada masyarakat yang lebih luas.
Johnnie juga meminta para finalis menjadikan pengalaman selama mengikuti kompetisi sebagai bekal untuk terus belajar dan berkembang.
“Harapan saya, jadilah putra-putri pariwisata Nusantara yang tidak hanya memiliki mahkota, tetapi juga memiliki makna,” tegasnya.
Pelaksanaan Grand Final Putra Putri Pariwisata Nusantara 2026 yang bertepatan dengan Hari Pariwisata Dunia menjadi bagian penting dalam penyelenggaraan tahun ini.
Peringatan tersebut sekaligus menjadi pengingat bahwa pariwisata tidak hanya berbicara tentang destinasi wisata. Di dalamnya terdapat unsur budaya, kreativitas, masyarakat, lingkungan, hingga peluang ekonomi.
Melalui ajang Putra Putri Pariwisata Nusantara, para finalis dari berbagai daerah membawa cerita dan potensi wilayah masing-masing. Kehadiran mereka diharapkan turut memperkenalkan keberagaman Indonesia melalui perspektif generasi muda.
Dengan terpilihnya Muhammad Irfan Perdana dan Santhika Devi Yogi Pramesti, keduanya kini mengemban peran untuk turut membawa pesan mengenai pariwisata dan budaya Indonesia di berbagai kesempatan. (Hab)


Tinggalkan Balasan