AKARTA RAYA — Dewan Nasional Indonesia untuk Kesejahteraan Sosial (DNIKS) resmi memulai program DNIKS Gerak Inklusif 2026 melalui partisipasinya dalam Special Kids Expo (SPEKIX) di Jakarta International Convention Center (JICC), Jakarta, pada 10–11 Oktober 2026.
Program yang berlangsung hingga Desember 2026 ini dirancang untuk memperluas ruang partisipasi dan pemberdayaan penyandang disabilitas, khususnya anak-anak, melalui berbagai bidang, mulai dari kesehatan, pendidikan, budaya dan hiburan, hingga ekonomi dan kewirausahaan.
Ketua Program DNIKS Gerak Inklusif 2026, RA. Loretta Kartikasari, SE., MM., M.IKom., PhD.C, mengatakan program ini menjadi bagian dari upaya mendorong masyarakat agar lebih memahami keberagaman dan potensi setiap individu, termasuk mereka yang memiliki kondisi neurodivergen.
Menurut Loretta, neurodiversitas merupakan bagian dari keberagaman manusia. Kondisi seperti autisme, ADHD, dan disleksia perlu dipahami dengan pendekatan yang lebih inklusif, sehingga setiap individu memperoleh kesempatan untuk mengembangkan kemampuan dan potensinya.
Ia menegaskan, anak-anak dan penyandang disabilitas perlu mendapatkan kesempatan yang setara untuk menunjukkan bakat, kreativitas, serta kemampuan mereka di tengah masyarakat.
“Kita perlu mengubah cara pandang. Jangan melihat anak hanya dari keterbatasannya, tetapi lihat apa yang dapat ia lakukan, apa yang menjadi minatnya, apa talentanya dan bagaimana lingkungan dapat memberikan dukungan agar potensi tersebut berkembang,” ujar Loretta.
Melalui DNIKS Gerak Inklusif 2026, DNIKS berupaya memperkuat kesadaran publik bahwa inklusi tidak berhenti pada penerimaan, tetapi juga mencakup penyediaan akses, dukungan, dan kesempatan yang setara bagi penyandang disabilitas untuk berpartisipasi dalam kehidupan sosial.
Ketua Umum DNIKS, Dr. Effendy Choirie, M.Ag., M.H., menyatakan dukungannya terhadap pelaksanaan program tersebut. Ia menilai kolaborasi dengan organisasi dan komunitas disabilitas menjadi bagian penting dalam memperluas akses pemberdayaan.
“DNIKS harus hadir menjadi mitra bagi organisasi dan komunitas disabilitas. Kita ingin membuka ruang agar potensi penyandang disabilitas dapat berkembang dan menjadi kekuatan untuk membangun kemandirian, baik melalui pendidikan, kesehatan, budaya, ekonomi maupun kewirausahaan,” kata Effendy.
DNIKS Gerak Inklusif 2026 diharapkan dapat memperkuat kolaborasi berbagai pihak dalam membangun lingkungan yang lebih inklusif. Dengan dukungan yang tepat dan kesempatan yang setara, anak-anak serta penyandang disabilitas diharapkan dapat mengembangkan potensi dan berpartisipasi lebih luas dalam masyarakat. (Hab)


Tinggalkan Balasan