JAKARTA RAYA – Institut Teknologi PLN (ITPLN) mewisuda 424 lulusan pada Wisuda ke-48 dengan tema Outstanding Engineers, The Key to Energy Resilience and Transformation. Rektor ITPLN, Prof. Dr. Ir. Iwa Garniwa Mulyana K., M.T., IPU., ASEAN Eng., APEC Eng., menegaskan lulusan ITPLN disiapkan menjadi talenta unggul menghadapi tantangan transisi energi, artificial intelligence (AI), hingga target net zero emission.

Menurutnya, wisuda bukan sekadar seremoni akademik, melainkan penanda kesiapan lulusan memasuki dunia profesional yang penuh perubahan cepat.

“ITPLN bukan sekadar kampus energi, tetapi kampus transisi energi. Kita sedang menghadapi situasi menuju net zero emission dan tantangan geopolitik energi yang luar biasa,” ujar Iwa di Sasana Kriya TMII, Jakarta Timur, Kamis, 21 Mei 2026.

Menurut dia, tema wisuda tahun ini, Outstanding Engineers, The Key to Energy Resilience and Transformation, menegaskan pentingnya kehadiran insinyur unggul, adaptif, dan inovatif dalam menjawab tantangan transisi energi nasional.

“Hari ini ada 424 orang muda berdiri dengan toga dan kebanggaan sebagai lulusan ITPLN. Saudara telah melewati praktikum laboratorium, magang di PLN dan industri, hingga tugas akhir yang penuh perjuangan,” katanya.

Iwa menegaskan ITPLN menjadi salah satu perguruan tinggi di Indonesia yang secara spesifik memosisikan diri sebagai kampus transisi energi. Karena itu, kurikulum hingga kegiatan akademik diarahkan untuk mencetak talenta yang siap menghadapi perubahan sektor energi global.

Ia juga mengungkapkan prestasi mahasiswa ITPLN di ajang internasional di Malaysia. Dalam kompetisi yang diikuti lebih dari 700 tim, mahasiswa ITPLN berhasil meraih medali emas.

“Ini membuktikan bahwa talenta ITPLN mampu bersaing secara global,” katanya.

Dalam pidatonya, Iwa menyoroti perubahan dunia kerja yang berlangsung sangat cepat akibat perkembangan artificial intelligence (AI), ketegangan geopolitik, cuaca ekstrem, hingga perubahan rantai pasok energi.

“Transisi energi dipercepat, AI mengubah cara kerja, geopolitik memanas, dan lapangan kerja berubah lebih cepat dari kurikulum. Kata kunci utama adalah adaptif,” tegasnya.

Ia berharap para lulusan menjadi bagian dari solusi dalam mewujudkan energi yang cukup, andal, bersih, dan terjangkau bagi Indonesia.

Pada kesempatan itu, Iwa juga menyampaikan ITPLN tengah memproses izin operasional program doktoral atau S3 agar ekosistem pendidikan energi di kampus tersebut semakin lengkap.

“Mohon doanya tahun ini proses izin operasional program S3 bisa selesai,” ucapnya.

Adapun rincian lulusan pada Wisuda ke-48 ITPLN terdiri atas S2 Teknik Elektro sebanyak 40 lulusan, S2 Teknik Mesin satu lulusan, S2 Teknik Sipil dua lulusan, S2 Ilmu Komputer delapan lulusan, serta Program Profesi Insinyur sebanyak 47 lulusan.

Sementara untuk jenjang sarjana, terdiri atas S1 Teknik Elektro 58 lulusan, S1 Teknik Tenaga Listrik dan S1 Teknik Sistem Energi masing-masing satu lulusan, S1 Teknik Mesin 27 lulusan, S1 Bisnis Energi 15 lulusan, S1 Teknik Informatika 56 lulusan, S1 Teknik Sipil tujuh lulusan, serta program D3 Teknologi Listrik sebanyak 125 lulusan dan D3 Teknik Mesin 36 lulusan.

Kepala LLDIKTI Wilayah III, Dr. Henri Togar Hasiholan Tambunan, mengatakan wisuda ITPLN ke-48 kali ini terasa istimewa karena masih dalam semangat peringatan Hari Pendidikan Nasional.

Menurut Henri, lulusan teknik saat ini tidak cukup hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga harus memiliki empati dan tanggung jawab sosial.

“Outstanding engineer bukan hanya soal kecerdasan intelektual, tetapi juga hati yang dibawa dalam bekerja,” katanya.

Ia mengingatkan bahwa kecerdasan buatan dan otomasi saat ini mulai mengambil alih banyak pekerjaan teknis. Namun, nilai kemanusiaan tetap menjadi faktor utama yang tidak bisa digantikan mesin.

“Mesin tidak memiliki nurani untuk menjaga lingkungan, tidak punya empati memikirkan akses listrik masyarakat pelosok, dan tidak memahami makna pengabdian kepada bangsa,” kata Henri.

Henri juga menitipkan tiga pesan kepada para wisudawan, yakni menjaga integritas dan sikap, tidak takut memulai karier dari bawah, serta memperkuat jejaring alumni sebagai bentuk kolaborasi membangun bangsa.

Wisuda ke-48 ITPLN ini dimeriahkan juga dengan orasi ilmiah oleh CEO Medco Eka Satria yang juga Ketua Asosiasi Pembangkit Listrik Seluruh Indonesia (APLSI). Dalam kesempatan itu, hadir juga sejumlah tokoh dan pimpinan institusi, di antaranya EVP HTD PLN Suparyanto yang mewakili Direktur LHC PLN, Ketua Umum YPK Supriyadi, Ketua YPK Paranai, Sekretaris YPK Amirudin Ginting, serta Bendahara YPK Alfath.

Hadir pula Direktur MHC PLN IP Ridho Hutomo, EVP ODM PLN Ignatius Rendroyoko, Direktur SDM PLN E Martono, VP DIVGA Yudhi Juliarsiyanto, Ketua IKPLN Supriyono, Direktur MHC PLN EPI Dedeng Hidayat, EVP TJSL Gregorius, serta Direktur MHC ICON Plus Dedi Budi Utomo.

Selain itu, perwakilan Telkom University Jakarta, yakni Wakil Direktur Bidang Sumber Daya, Marketing dan Admisi Dr. Daduk Merdika Mansur, juga turut menghadiri prosesi wisuda tersebut. (hab)