JAKARTA RAYA — Kementerian Ketenagakerjaan (Kemnaker) resmi membuka pelaksanaan Program Pemagangan Nasional Batch I Angkatan 2 Tahun 2026 pada Selasa (11/8/2026).
Program strategis ini menyediakan 54.304 kuota bagi para lulusan perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Kuota tersebut tersebar di 3.672 penyelenggara yang terdiri atas berbagai perusahaan swasta serta unit kerja kementerian dan lembaga pemerintah.
Acara Kick-off program yang mengusung tema “Gerakan Nasional Membangun Talenta Emas Indonesia” ini diselenggarakan di kantor Kemnaker, Jakarta, pada Selasa (11/8/2026).
Agenda ini dihadiri langsung oleh Sekretaris Kabinet (Seskab), Letkol Teddy Indra Wijaya, dan Menteri Ketenagakerjaan Yasierly.
Bagian dari Stimulus Ekonomi Presiden Prabowo
Letkol Teddy Indra Wijaya menjelaskan bahwa program pemagangan nasional ini merupakan salah satu paket kebijakan stimulus ekonomi 2026 yang diinisiasi oleh Presiden Prabowo Subianto.
Pemerintah menargetkan total kuota hingga 150 ribu peserta yang akan dibuka secara bertahap.
“Program ini memberikan kesempatan magang pada lulusan Perguruan Tinggi. Para peserta akan mendapatkan gaji langsung dari Pemerintah sesuai dengan Upah Minimum Regional (UMR) di Kabupaten/Kota setempat,” ungkap Teddy.
Menjembatani Lulusan Kuliah ke Dunia Kerja
Menaker Yasierly menegaskan bahwa program ini adalah instrumen strategis pemerintah. Tujuannya untuk memperkuat transisi lulusan perguruan tinggi dari dunia pendidikan menuju dunia kerja nyata.
“Melalui program ini, peserta menerima pengalaman kerja nyata. Di sisi lain, 3.672 perusahaan dan kementerian/lembaga ikut membentuk talenta muda sesuai kebutuhan organisasi dan dunia kerja,” kata Yasierly.
Pemerintah optimistis program tahun ini akan mengulang kesuksesan periode sebelumnya. Pada tahun lalu, sebanyak 40% peserta magang berhasil langsung diterima bekerja di perusahaan tempat mereka melakukan magang setelah masa program selesai.
Melalui pembekalan skill dan kemampuan praktis ini, para lulusan diharapkan dapat langsung terserap secara optimal di berbagai sektor industri sesuai dengan keahliannya masing-masing.
Melalui program ini peserta menerima pengalaman kerja nyata, sementara perusahaan dan kementerian lembaga ikut membentuk talenta muda sesuai kebutuhan organisasi dan dunia kerja.
Sebanyak 3.672 perusahaan dan unit kerja kementerian serta lembaga ikut serta sebagai penyelenggara dan penyedia lowongan dalam Program Magang Nasional Batch I Angkatan 2.
Jumlah tersebut terdiri dari 1.830 perusahaan dan 1.842 unit kerja kementerian dan lembaga. Dari seluruh penyelenggara tersebut tersedia 28.455 posisi pemagangan dengan total kuota mencapai 54.304 peserta.
“Sebanyak 31.351 kuota tersedia pada perusahaan, sedangkan 23.053 kuota lainnya berada pada unit kerja kementerian dan lembaga,” ungkapnya.
Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperkuat kesiapan lulusan perguruan tinggi sebelum memasuki dunia kerja. (SIN/MAN)


Tinggalkan Balasan