JAKARTA RAYA – Badan Kepegawaian Negara (BKN) menginisiasi program uji coba penempatan Aparatur Sipil Negara (ASN) agar dapat bekerja lebih dekat dengan domisili dan keluarganya. Program bertajuk “Mendekatkan ASN pada Domisili dan Keluarga” ini digagas Kepala BKN, Prof. Zudan, sebagai bagian dari upaya meningkatkan kesejahteraan pegawai sekaligus mendorong produktivitas kerja.
Program tersebut saat ini diterapkan secara bertahap bagi pegawai BKN yang bertugas di Kantor Pusat, Kantor Regional, hingga Unit Pelaksana Teknis (UPT). Melalui kebijakan ini, pegawai diupayakan dapat menjalankan tugas di lokasi yang lebih dekat dengan tempat tinggal maupun keluarganya.
Menurut Zudan, keseimbangan antara kehidupan pribadi dan pekerjaan atau work-life balance menjadi salah satu faktor penting dalam menciptakan ASN yang sehat, bahagia, dan memiliki kinerja optimal.
“Pada tahap awal, BKN melakukan uji coba program ini agar pegawai dapat bekerja lebih optimal karena merasa lebih bahagia setelah berkumpul dengan keluarga. Selain itu, mereka juga bisa menghemat biaya transportasi dan akomodasi akibat tinggal berjauhan dari keluarga,” ujar Zudan, Kamis (23/7/2026).
Ia menjelaskan, selama ini tidak sedikit ASN yang harus menjalani kehidupan terpisah dari keluarga akibat penempatan kerja di daerah berbeda. Kondisi tersebut membuat mereka harus menanggung biaya hidup yang lebih besar, mulai dari sewa tempat tinggal, biaya perjalanan, hingga kebutuhan rumah tangga di dua lokasi.
Melalui program ini, BKN berharap beban ekonomi pegawai dapat berkurang sehingga kesejahteraan ASN meningkat tanpa harus menunggu adanya penyesuaian penghasilan.
Zudan menilai, kebijakan tersebut merupakan langkah inovatif yang realistis di tengah berbagai tantangan saat ini. Ketika peningkatan pendapatan belum dapat direalisasikan dalam waktu dekat, pengurangan beban pengeluaran dinilai mampu memberikan manfaat langsung bagi pegawai.
Selain berorientasi pada kesejahteraan, BKN juga akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap dampak program tersebut. Evaluasi mencakup peningkatan produktivitas ASN, efektivitas organisasi, hingga kualitas pelayanan publik yang diberikan kepada masyarakat.
“Hasil evaluasi nantinya diharapkan menjadi best practice dalam pengelolaan ASN berbasis kesejahteraan dan kinerja,” jelasnya.
Apabila hasil uji coba menunjukkan dampak positif, Zudan berharap program tersebut dapat menjadi referensi bagi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah dalam menyusun kebijakan pengelolaan ASN yang lebih adaptif terhadap kebutuhan pegawai.
“Kami berharap program ini dapat menginspirasi kementerian, lembaga, maupun pemerintah daerah untuk menghadirkan kebijakan yang semakin berpihak kepada kesejahteraan ASN tanpa mengabaikan profesionalisme dan akuntabilitas,” tegasnya.
Melalui uji coba tersebut, BKN ingin membuktikan bahwa ASN yang bekerja lebih dekat dengan keluarga memiliki peluang lebih besar untuk bekerja dengan nyaman, lebih fokus, lebih produktif, serta mampu memberikan pelayanan publik yang semakin berkualitas kepada masyarakat. (Ali)


Tinggalkan Balasan