JAKARTA RAYA-Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi potensi terjadinya El Nino Godzila pada pertengahan tahun 2026.

Ditengah prediksi tersebut, Ketua Komisi D DPRD DKI, Yuke Yurike meminta agar pemerintah provinsi melakukan sejumlah langkah antisipasi.

Apalagi, fenomena El Nino dengan intensitas kuat berpotensi memicu kemarau panjang yang berdampak pada berbagai sektor, termasuk ketahanan pangan dan ketersediaan air di Jakarta.

“Di luar permasalahan lingkungan yang ada, kita juga menghadapi ancaman faktor alam, yakni El Nino yang cukup ekstrem. Ini harus diantisipasi bersama, karena tantangan kita bukan hanya fiskal, tetapi juga kondisi alam,” ujar Yuke, Senin (19/4/2026).

Langkah antisipasi lainnya, Wakil Bendahara DPP PDIP itu mengimbau masyarakat untuk mulai melakukan langkah antisipatif, seperti menghemat penggunaan air dan kebutuhan pokok, serta meningkatkan kesadaran terhadap ketahanan pangan rumah tangga.

Sebab, sambung Wakil Bendahara DPP PDIP itu kesiapan masyarakat menjadi kunci menghadapi ketidakpastian durasi fenomena tersebut.

“Kami berharap Pemerintah Provinsi DKI Jakarta telah menyiapkan langkah strategis, termasuk memastikan stok pangan tetap aman. Selain itu pentingnya kerja sama dengan daerah lain dalam menjaga pasokan kebutuhan pokok masyarakat,” bebernya.

Lebih lanjut, anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaksel itu mendorong upaya mitigasi lingkungan seperti pembuatan biopori, sumur resapan, hingga optimalisasi ruang terbuka hijau untuk menampung air.

“Penanaman pohon juga dinilai penting untuk membantu menjaga cadangan air tanah selama musim kemarau,” paparnya.

Mengacu pada prediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika, Yuke menyebut sebelum puncak El Nino, potensi cuaca ekstrem masih dapat terjadi. Oleh karena itu, koordinasi lintas instansi dinilai krusial.

“Pemprov sudah menginstruksikan agar terus bersinergi dengan BMKG. Semua langkah antisipasi harus disiapkan sejak sekarang,” katanya.

Ia juga mengingatkan meningkatnya risiko kebakaran saat musim kemarau. Untuk itu, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Dinas Pemadam Kebakaran diminta meningkatkan kesiapsiagaan, termasuk kemungkinan langkah tambahan seperti modifikasi cuaca jika diperlukan.

“Yang terpenting adalah kesiapan semua pihak, baik pemerintah maupun masyarakat, agar dampak dari kemarau panjang ini bisa diminimalkan,” tandasnya.