JAKARTA RAYA – TNI Angkatan Darat (TNI AD) terus mendorong penguatan kemampuan prajurit sekaligus pengembangan teknologi pertahanan untuk menghadapi dinamika tantangan strategis yang semakin kompleks.
Upaya tersebut salah satunya ditunjukkan melalui penyelenggaraan Apel Komandan Satuan (Dansat) TNI AD Tahun 2026 di Pusdiklatpassus Kopassus, Batujajar, Bandung, Jawa Barat.
Apel Dansat dipimpin langsung Kepala Staf Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Maruli Simanjuntak dan diikuti para Komandan Satuan jajaran TNI AD dari berbagai wilayah Indonesia. Komandan Batalyon Arhanud 10/ABC turut hadir dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Apel Dansat 2026 menjadi forum strategis untuk menyamakan visi, persepsi, dan pemahaman jajaran komandan satuan terhadap arah kebijakan pimpinan TNI AD. Kegiatan tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat kesiapan operasional satuan agar semakin profesional, solid, dan adaptif.
“Kesiapan operasional dan profesionalisme prajurit adalah kunci utama keberhasilan pelaksanaan tugas,” ujar Jenderal TNI Maruli Simanjuntak.
Selain menjadi forum konsolidasi jajaran komandan satuan, Apel Dansat 2026 juga menjadi ajang untuk memperlihatkan pengembangan inovasi teknologi pertahanan di lingkungan TNI AD.
Salah satu inovasi yang mendapat perhatian adalah Prototipe Simulator Mistral Atlas, hasil karya personel Yonarhanud 10/ABC bersama Litbang Balakpus AD di bawah pembinaan Pussenarhanud.
Prototipe tersebut ditampilkan dalam display materiil di hadapan pimpinan TNI AD. Kehadiran simulator menjadi bagian dari upaya mendorong pemanfaatan teknologi untuk mendukung peningkatan kemampuan prajurit Artileri Pertahanan Udara (Arhanud).
Simulator Mistral Atlas dirancang sebagai sarana pendukung latihan prajurit. Pengembangan perangkat tersebut diarahkan untuk membantu meningkatkan akurasi, efisiensi, serta kesiapan prajurit dalam menjalankan tugas.
Kehadiran inovasi buatan dalam negeri tersebut juga menunjukkan upaya satuan Arhanud dalam mengembangkan kemampuan teknologi secara mandiri melalui kolaborasi antara prajurit dan unsur penelitian serta pengembangan TNI AD.
Pengembangan teknologi simulasi memiliki peran penting dalam proses latihan karena dapat menjadi sarana untuk meningkatkan kemampuan personel sebelum menghadapi kondisi operasional sebenarnya.
Bagi Yonarhanud 10/ABC dan Korps Arhanud TNI AD, ditampilkannya Prototipe Simulator Mistral Atlas dalam Apel Dansat 2026 menjadi bagian dari upaya memperkenalkan hasil inovasi prajurit kepada pimpinan TNI AD.
Perkembangan teknologi pertahanan menuntut prajurit untuk tidak hanya memiliki kemampuan dasar kemiliteran, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan sistem dan perangkat teknologi.
Dalam konteks tersebut, inovasi yang dikembangkan satuan Arhanud menjadi bagian dari proses peningkatan kapasitas personel sekaligus penguatan kesiapan operasional.
TNI AD terus mendorong pembinaan prajurit agar mampu merespons perubahan lingkungan strategis, menguasai teknologi, serta menjalankan tugas secara profesional.
Pengembangan Simulator Mistral Atlas juga memperlihatkan pentingnya kolaborasi antara satuan operasional dengan unsur penelitian dan pengembangan dalam menghasilkan perangkat yang dapat mendukung kebutuhan latihan.
Ke depan, inovasi teknologi pertahanan diharapkan terus berkembang sesuai kebutuhan satuan dan kemampuan industri pertahanan dalam negeri.
Melalui penguatan sumber daya manusia dan pemanfaatan teknologi, TNI AD berupaya membangun prajurit yang responsif, adaptif, dan profesional dalam menjalankan tugas menjaga kedaulatan serta keamanan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia. (hab)


Tinggalkan Balasan