JAKARTA RAYA-Kenaikan harga tiket masuk Taman Margasatwa Ragunan, Jakarta Selatan dari Rp4.000 menjadi Rp10.000 per orang menjadi sorotan anggota Fraksi Demokrat DPRD DKI, Andika Wisnuadji Putra Soebroto.
Menurutnya, kenaikan harga tiket masuk harus pula dibarengi manfaat yang nyata bagi masyarakat maupun kesejahteraan satwa.
“Kenaikan harga tiket dari Rp4.000 menjadi Rp10.000, saya menekankan agar manfaatnya dapat dirasakan langsung oleh masyarakat, terutama melalui fasilitas yang lebih baik ke depannya,” ujar Andika, Jumat (4/8/2026).
Selain peningkatan fasilitas, Andika meminta kenaikan tarif harus diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan bagi pengunjung di Taman Margasatwa Ragunan.
Dengan demikian, kata anggota Komisi C DPRD DKI itu, masyarakat yang membayar tiket lebih mahal dapat merasakan langsung manfaat dari kebijakan tersebut.
“Dengan begitu kenaikan harga tiket, tidak berpengaruh pada jumlah pengunjung Taman Margasatwa Ragunan di masa depan,” katanya.
Selain peningkatan fasilitas dan pelayanan, anggota DPRD DKI termuda di Kebon Sirih itu menilai kesejahteraan satwa juga harus menjadi perhatian.
Dia berharap pengelola dapat meningkatkan kualitas perawatan satwa serta menghadirkan lebih banyak pilihan satwa yang dapat menjadi daya tarik bagi pengunjung.
“Kesejahteraan satwa juga harus semakin baik. Kemudian, pilihan satwa bisa lebih banyak sehingga antusiasme warga, khususnya masyarakat DKI Jakarta, terhadap Taman Margasatwa Ragunan semakin meningkat,” beber anggota DPRD DKI yang terpilih dari dapil Jaktim itu.
Di sisi lain, Andika mengingatkan kenaikan tarif tiket dapat menjadi salah satu langkah untuk mengurangi ketergantungan Taman Margasatwa Ragunan terhadap Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) DKI Jakarta.
Loyalitas AHY itu meminta, melalui peningkatan pendapatan dari tiket masuk yang dibarengi dengan pengelolaan yang baik. Hal itu akan membuat Taman Margasatwa Ragunan semakin mandiri dalam membiayai kebutuhan operasional dan pengembangannya.
“Selain itu, salah satu tujuan kenaikan tarif ini adalah agar ketergantungan Taman Margasatwa Ragunan terhadap APBD bisa berkurang. Dengan begitu, ke depan Ragunan bisa menjadi lebih mandiri tanpa harus ada subsidi dari Pemprov DKI,” tandasnya.(hab)


Tinggalkan Balasan