KPAI Akui Kasus Perundungan Anak Terus Meningkat, Mengganggu Fisik dan Mental Anak

Minggu, 1 Oktober 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Stop perundungan

Stop perundungan

JAKARTA RAYA – Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) mengakui angka kasus perundungan pada anak-anak akhir ini terus meningkat. Perundungan tidak hanya terjadi di dunia nyata namun juga terjadi di dunia madia sosial yang dapat menggangu fisik maupun psikologi korban yang menjadi masa depan bangsa.

Komisioner KPAI Kawiyan mengatakan perundungan yang terjadi sangat beragam, mulai sekadar meledek mengirim pesan melalui alat komunikasi handphon hingga aksi kekerasan seperti menampar atau menendang.

“Perundungan sangat berdampak negative pada anak yang menjadi korban, baik secara psikilogis maupun secara fisik,” kata Kawiyan saat dikonfirmasi, Minggu (1/10/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Data yang dimiliki KPAI, kasus perundungan terhadap anak masih sangat tinggi. Meski tidak dijelaskan detail angkanya, Kawiyan mengatakan anak korban cyberbullying dan pornografi masih 3 besar.

Baca Juga :  Kontroversi Pungutan di Lingkungan MTSN 5 Tangerang: Orang Tua Murid Angkat Suara

“Jumlah kasus cyberbullying terus meningkat seiring dengan banyaknya anak-anak yang tersambung dengan internet dan menggunakan alat komuniasi,” tambahnya.

Faktor-faktor penyebab perundungan seperti lingkungan rumah, teman bermain, lingkungan sekolah dan media sosial yang merupakan sumber informasi anak-anak.

Masalah perundungan diatur dalam Pasal 80 ayat (1) Jo Pasal 76C UU Perlindungan Anak dengan ancaman pidan 6 (enam) bulan dan/atau denda paling banyak Rp.72.000.000 dan Pasal 345 Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

“Dilarang menempatkan, membiarkan, melakukan, penyuruh melakukan, atau turut serta melakukan kekerasan terhadap anak,” jelasnya.

Jika pelaku perundungan dilakukan oleh anak di bawah 14 tahun, maka diberlakukan sesuai dengan UU No. 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak dan UU No. 11 Tahun 2012 tentang Sistem Peradilan Pidana Anak. Anak berusia 14 tahun melakukan tindak pidana, maka anak tersebut disebut dengan ABH yaitu Anak yang Berhadapan dengan Hukum.

Baca Juga :  Tekan Angka Perundungan di Sekolah, Kemendikbudristek Siapkan Aturan ini

“ABH, sesuai dengan pasal 59 UU Perlindungan Anak, harus mendapatkan perlindungan khusus. Misalnya penanganan kasusnya cepat, mendapatkan rehabilitasi psikis, fisik dan sosial, pendampingan psikosisoal sampai pemulihan, pemberian pendampingan pada setiap proses peradilan,” jelasnya.

Selain itu, sesuai pasal 64, ABH harus diperlakukan secara manusiawi, dipisahkan dari pelaku orang dewasa, pemberian bantuan hukum, tidak dipublikasikan identitasnya, pendidikan, kesehatan, dan lain-lain.(hab)

Penulis : Hadits Abdillah

Editor : Hadits Abdillah

Berita Terkait

Kantor JMSI Daerah Jadi Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru SiberMu
Muhammadiyah Luncurkan Peace Building Lab untuk Warga Palestina
Keren! Siswa SMK Tamansiswa 2 Jakarta Berhasil Ciptakan Mobil dan Motor Listrik
DPMPD Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna
Korwil Pendidikan Kecamatan Kosambi Gelar OSN, PLS2N dan O2SN
Penerima KJP dan KJMU Dipastikan Tepat Sasaran
Universitas Pembangunan Jaya Adakan TEDx UPJ Urban Talks: Shaping Urban Development Through Creativity
Pemprov DKI Diminta Tambah Sekolah di Setiap Kelurahan di Koja
Berita ini 124 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 30 Mei 2024 - 19:41 WIB

Kantor JMSI Daerah Jadi Tempat Pendaftaran Mahasiswa Baru SiberMu

Senin, 27 Mei 2024 - 20:39 WIB

Muhammadiyah Luncurkan Peace Building Lab untuk Warga Palestina

Senin, 20 Mei 2024 - 13:13 WIB

Keren! Siswa SMK Tamansiswa 2 Jakarta Berhasil Ciptakan Mobil dan Motor Listrik

Jumat, 8 Maret 2024 - 01:12 WIB

DPMPD Gelar Lomba Teknologi Tepat Guna

Kamis, 7 Maret 2024 - 10:46 WIB

Korwil Pendidikan Kecamatan Kosambi Gelar OSN, PLS2N dan O2SN

Rabu, 6 Maret 2024 - 10:15 WIB

Penerima KJP dan KJMU Dipastikan Tepat Sasaran

Selasa, 5 Maret 2024 - 08:13 WIB

Universitas Pembangunan Jaya Adakan TEDx UPJ Urban Talks: Shaping Urban Development Through Creativity

Senin, 4 Maret 2024 - 10:29 WIB

Pemprov DKI Diminta Tambah Sekolah di Setiap Kelurahan di Koja

Berita Terbaru

Pemerintahan

Menaker: Berkurban, Simbol Solidaritas Nilai-Nilai Sosial

Rabu, 19 Jun 2024 - 10:24 WIB