Pj Gubernur Heru Beri Peluang ASN untuk Meniti Karir di Pemerintahan

Jumat, 1 Desember 2023

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JAKARTA RAYA – Pengamat kebijakan publik Universitas Indonesia (UI) Lisman Manurung, Ph.D memuji langkah Pj Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono yang memberikan peluang karir kepada anak buahnya di pemerintahan. Kepala Sekretariat Presiden RI itu menawarkan aparatur sipil negara (ASN) yang ingin meniti karir lebih cepat dengan penugasan di Ibu Kota Nusantara (IKN) Kalimantan Timur.

Lisman mengingatkan, suatu kesuksesan hakikatnya diraih dengan perjuangan yang cukup panjang, bukan proses yang instan. Sebagai contoh, ASN yang awalnya berstatus staf biasa, perlahan naik jabatan memimpin lima orang, 10 orang, hingga ratusan atau ribuan orang di lembaga tertentu.

“Menjadi ASN itu mencari pekerjaan dengan tingkat kepastiannya yang kuat untuk masa mendatang, sehingga fokusnya bukan sekarang. Rata-rata ASN yang sukses itu adalah mereka yang bersedia bersusah-susah dahulu seperti tentara, baru bersenang-senang kemudian,” kata Lisman pada Jumat (1/12/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lisman menganalogikan, seorang aparat negara perwira tinggi (pati) berpangkat jenderal yang awal karirnya adalah berpangkat perwira pertama (pama). Mereka ditempa mengikuti arahan dan perintah pimpinannya, dan secara perlahan karirnya meroket seiring dengan prestasi yang diraihnya.

“Pak Heru sebetulnya menceritakan bagaimana mestinya pelayan publik itu menyikapi tugasnya, bukan seperti bisnis. Saya juga PNS, dan saya sudah tahu pahit-pahitnya dari asisten (dosen) tidak punya uang, segala macam,” jelas dosen pasca sarjana di Universitas Indonesia (UI) ini.

Baca Juga :  Heboh! Temuan Kondom Berserakan di RTH Tubagus Angke, Ada Prostitusi?

Menurut dia, ASN yang bertugas di IKN harus melihat hal ini bukan sebagai hambatan, tetapi sebuah tantangan dalam pengembangan diri. Mereka bisa mengembangkan potensi yang dimilikinya di wilayah yang baru dibuat oleh pemerintah pusat.

Selain itu, penataan dan pengembangan IKN yang digagas Presiden RI Joko Widodo juga tidak main-main karena menelan anggaran Rp 500 triliun lebih. Meski saat ini menjadi daerah pelosok, Lisman meyakini di masa mendatang pengembangan IKN di Kalimantan Timur akan sama baiknya seperti di Pulau Jawa.

“UI dulu dipindah ke Kota Depok (sebelumnya Jakarta), waktu dipindah itu banyak yang ribut karena tidak mau, dan segala macam. Orang yang pintar, mereka membeli tanah di Depok, dan sekarang mereka happy-happy saja karena harga tanah sudah mahal,” ungkapnya.

Lisman menilai, Heru juga tak memaksakan kehendak para ASN Jakarta untuk pindah ke IKN. Hanya saja, para ASN yang tetap berada di Jakarta harus siap bersaing sengit antarsesama pegawai untuk meniti karir di pemerintahan daerah.

Baca Juga :  Dinkes DKI Pastikan Nyamuk Wolbachia Tak Berbahaya bagi Manusia

“Kalau tidak mau pindah, yah bersiap saja bertanding begitu beratnya di sini dengan orang-orang yang sudah mapan. Sementara di sana terbuka peluang untuk mengabdikan diri, dan kemudian direspon oleh pimpinan bahwa Anda sudah melakukan sesuatu yang bisa membawa Anda ke atas (meraih jabatan lebih tinggi),” paparnya.

“Pimpinan-pimpinan itu sudah tahu potensi yang dimiliki karena mereka kan juga awalnya dari bawah (PNS) biasa,” sambungnya.

Lisman juga menanggapi stigma di masyarakat dari penawaran yang Heru sampaikan kepada anak buahnya itu. Diketahui, tawaran Heru dinarasikan bahwa IKN menjadi tempat ‘buangan’ ASN dalam meniti karir.

“Ini kan menerangkan sesuatu yang memang belum ada evidence-nya (buktinya), seberapa banyak sih orang yang benar-benar tidak bersedia pergi ke sana. Saya kira banyak yang bersedia ke sana, itu kan baru rumor coba misalnya ditawarkan, berangkat ke sana dengan fasilitas yang diberikan,” tuturnya.

“Yah pasti banyak yang ngikut, atau dikasih tahu bagi yang tidak berangkat ke sana, tidak diberikan peluang yang lebih baik dibanding mereka yang berangkat,” pungkasnya. (hab)

Berita Terkait

Diusung PKB DKI Maju Pilkada 2024, Anies: Bismillah Berjuang Bersama untuk Jakarta
Wacana Duet Anies-Kaesang di Pilkada Jakarta Mencuat, PSI DKI: Semua Masih Dinamis, Godaan Banyak
Hadirkan Berbagai Promo, Bank DKI Pastikan JakOne Mobile dan JakOnePay Bisa Dipakai Transaksi di Jakarta Fair
Sejumlah Organisasi Pekerja dan Pengusaha Desak Pemerintah Batalkan TAPERA
War Kuota PPDB 2024 Jakarta Dimulai Hari Ini, Dinas Pendidikan Imbau Tidak Usah Terburu-Buru
KPU DKI Jakarta Menerima Perbaikan Persyaratan Dokumen Tahap Kesatu Calon Perseorangan
Masuk Radar PDIP di Pilgub Jakarta 2024, Anies: Saya Merasa Terhormat dan Menghargai
Pilgub Jakarta, PDIP Bicara Peluang Koalisi dengan PKB Usung Anies Baswedan
Berita ini 28 kali dibaca

Berita Terkait

Kamis, 13 Juni 2024 - 14:25 WIB

Diusung PKB DKI Maju Pilkada 2024, Anies: Bismillah Berjuang Bersama untuk Jakarta

Kamis, 13 Juni 2024 - 13:24 WIB

Wacana Duet Anies-Kaesang di Pilkada Jakarta Mencuat, PSI DKI: Semua Masih Dinamis, Godaan Banyak

Kamis, 13 Juni 2024 - 11:16 WIB

Hadirkan Berbagai Promo, Bank DKI Pastikan JakOne Mobile dan JakOnePay Bisa Dipakai Transaksi di Jakarta Fair

Senin, 10 Juni 2024 - 12:11 WIB

Sejumlah Organisasi Pekerja dan Pengusaha Desak Pemerintah Batalkan TAPERA

Senin, 10 Juni 2024 - 09:22 WIB

War Kuota PPDB 2024 Jakarta Dimulai Hari Ini, Dinas Pendidikan Imbau Tidak Usah Terburu-Buru

Minggu, 9 Juni 2024 - 13:39 WIB

KPU DKI Jakarta Menerima Perbaikan Persyaratan Dokumen Tahap Kesatu Calon Perseorangan

Sabtu, 8 Juni 2024 - 17:37 WIB

Masuk Radar PDIP di Pilgub Jakarta 2024, Anies: Saya Merasa Terhormat dan Menghargai

Sabtu, 8 Juni 2024 - 15:19 WIB

Pilgub Jakarta, PDIP Bicara Peluang Koalisi dengan PKB Usung Anies Baswedan

Berita Terbaru