Ponpes Darul Amanah Kendal Fokuskan Hafalan Al-Quran dan Kitab Kuning

Kamis, 21 Maret 2024

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Kegiatan di Ponpes Darul Amanah.(ist)

Kegiatan di Ponpes Darul Amanah.(ist)

JAKARTA RAYA- Pondok Pesantren Darul Amanah di Kendal, Jawa Tengah, merupakan salah satu pesantren yang menerapkan prinsip pendidikan yang seimbang antara agama dan keterampilan yang dibutuhkan di dunia kerja.

Pondok Pesantren Darul Amanah Kendal yang berdiri di bawah naungan Nadhlatul Ulama (NU) dan Dzikrul Ghofilin, terdapat puluhan ekstrakurikuler yang sukses dan berprestasi di tingkat nasional maupun internasional.

Contoh dari keberhasilan ini adalah akademi sepakbola yang telah mengantarkan beberapa santri ke timnas Indonesia, kegiatan pramuka yang mengikuti jambore internasional, dan unit fashion yang diundang untuk mengikuti fashion show tingkat internasional.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ustadz Fatwa, Pimpinan Pondok Pesantren Darul Amanah, memberikan pendapatnya mengenai prinsip yang dipegang dalam pesantren, yaitu selain mengutamakan pendidikan agama, juga memberikan perhatian yang besar pada pengembangan keterampilan yang relevan dengan dunia kerja.

“Di pondok pesantren ini kami mengajarkan agar santri dapat terbuka juga ke dunia yang modern ini dengan adanya ekstrakurikuler kami. Alhamdulillah beberapa ekstrakurikuler kami mendapatkan penghargaan dan prestasi yang bergengsi. Mengalahkan sekolah-sekolah negeri pada umumnya. Esktrakurikuler ada yang untuk membentuk skill olahraga, public speaking, design, programming, dan lain-lai,”ujar Ustadz Fatwa di Pondok pesantren Darul Amanah kemarin.

Selama bulan suci Ramadhan, pembelajaran mengenai ilmu agama diperkuat kembali dengan menerapkan beberapa kegiatan tambahan. Seperti materi membaca dan menghafal kitab kuning yang dilakukan setelah sholat Ashar, Taraweh dan kultum di malam hari, tadarus Al-Qura , dan masih banyak lagi. Hafalan Al-Quran dari santri selama bulan suci Ramadhan juga difokuskan.

Baca Juga :  Menag Yaqut Bakal Bentuk Direktorat Jenderal Pondok Pesantren

Lalu, hal menarik terletak pada pembelajaran mengenai kitab kuning dimana hal tersebut merupakan kurikulum yang terdapat di Pondok Pesantren Darul Amanah ini. Hal ini menjadi salah satu fokus Pondok Pesantren Darul Amanah selama bulan Ramadhan

Hal ini menarik perhatian sebab tidak semua pesantren berani untuk menerapkan kurikulum kitab kuning. Penyebabnya diduga adalah level kesulitan dari membaca dan memahami kitab kuning itu sendiri.

Diperlukan pemahaman yang khusus terhadap bahasa Arab agar dapat lancar membaca kitab kuning. Namun, Pondok Pesantren Darul Amanah punya metode nya sendiri.

Menurut Ustadz Fatwa, metode ini berhasil menghantarkan santri kepada pemahaman terhadap kitab kuning dan segala hal yang ada di dalamnya.

“Pertama tentunya harus dikuatkan dulu alat untuk membacanya. Alat untuk membaca di sini maksudnya adalah kemampuan santri berbahasa Arab. Santri harus tau cara menulis, membaca, dan mengartikan bahas Arab sebab di kitab kuning, Arabnya gundul semua. Jadi santri baru itu kita benar-benar kuatkan dulu alat untuk memahami, baru di tahun selanjutnya kami mempelajari isi dari kitab kuning tersebut yang mana di dalamnya banyak hukum, fiqih, sejarah, dan lain-lain. Kami mengira pembelajaran kitab kuning itu wajib karena kitab kuning adalah salah satu sumber dalam pembelajaran agama Islam,”tutur Gus Fatwa.

Baca Juga :  Tingkatkan Implementasi Makkah Route, Imigrasi Permudah Layanan Bagi Calon Jemaah Haji Indonesia

Walaupun kesulitan membaca dan menghafal kitab kuning ini tinggi, dengan adanya metode ini santri-santri lulusan Pondok Pesantren Darul Amanah ini dapat dengan lancar membaca dan menghafal banyak ilmu ilmu yang terkandung di dalam kitab kuning.

Sehingga, pemahaman terhadap agama dapat dilakukan secara lebih dalam secara kitab kuning merupakan salah satu sumber pendalaman agama Islam. Kegiatan Ramadhan lainnya juga tidak kalah pentingnya dalam mendorong santri untuk mendalami agama Islam seperti tadarus wajib, kultum, dan kegiatan belajar mengajar seperti biasa.

Prinsip Pondok Pesantren Darul Amanah yang menyeimbangkan skill dengan pemahaman agama Islam menjadi daya tarik sendiri kepada orang tua calon santri yang ingin mendaftarkan anaknya untuk lebih dalam mengenal agama.

Terbukti dari prestasi dan kualitas pengajaran agamanya, Pondok Pesantren ini adalah pilihan yang pas sebagai tempat pembelajaran yang seimbang antara dunia dengan akhirat.

Karena bagaimanapun sebagai manusia, kita harus memiliki kemampuan yang bermutu dalam hal duniawi dan juga kita harus dapat mempersiapkan bekal di akhirat kelak.

Penulis : Taufik

Editor : Taufik

Berita Terkait

Jika Dimyati – Kaesang, Khozinul Asror: Banten Akan Lebih Maju dan Berkembang
Beri Surat Tugas, Sinyal Pilgub
Helmy Halim Optimis Direkom Demokrat
Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua
PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya
85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama
Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil
Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia
Berita ini 27 kali dibaca

Berita Terkait

Selasa, 4 Juni 2024 - 15:06 WIB

Jika Dimyati – Kaesang, Khozinul Asror: Banten Akan Lebih Maju dan Berkembang

Selasa, 4 Juni 2024 - 12:27 WIB

Beri Surat Tugas, Sinyal Pilgub

Minggu, 26 Mei 2024 - 17:05 WIB

Helmy Halim Optimis Direkom Demokrat

Sabtu, 25 Mei 2024 - 19:17 WIB

Helmy Halim : eSport Perlu Dukungan Orang Tua

Jumat, 24 Mei 2024 - 22:27 WIB

PKB Pusat UKK Bakal Calon Walikota, Helmy Halim salah satunya

Kamis, 23 Mei 2024 - 14:46 WIB

85 Tahun, Puluhan Ribu Alumni Pesantren Darunnajah Dedikasikan Untuk Bangsa dan Agama

Rabu, 15 Mei 2024 - 16:39 WIB

Siap Maju di Pilgub Jabar, Bima Arya Ngaku Kalah Kalau Bersaing dengan Ridwan Kamil

Senin, 13 Mei 2024 - 10:26 WIB

Ketum Bamus Betawi Eki Pitung dan Walikota Solo Gibran Rakabuming Raka Bertukar Cindera Mata di Semarak Budaya Indonesia

Berita Terbaru