JAKARTA RAYA – Waduk Batu Licin di Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Cipayung, Jakarta Timur, resmi dioperasikan usai diresmikan Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung, Senin (12/1/2026).

Waduk yang sebelumnya bernama Giri Kencana ini diyakini mampu mengatasi genangan dan banjir di enam RW wilayah Cilangkap.

Pembangunan waduk tersebut telah rampung sejak 15 Desember 2025 lalu. Kepala Suku Dinas Sumber Daya Air (SDA) Jakarta Timur, Abdul Raup, menjelaskan proyek ini dikerjakan berdasarkan kontrak yang dimulai pada 22 Mei hingga 15 Desember 2025 dengan nilai anggaran sebesar Rp56 miliar.

“Lingkup pekerjaannya meliputi pembuatan penampang basah dengan konstruksi bronjong batu kali, lapisan pengaman pinggir, serta fasilitas pendukung. Kapasitas tampungan airnya mencapai sekitar 92 hingga 94 meter kubik,” ujar Abdul Raup di lokasi peresmian.

Ia menyebutkan, Waduk Batu Licin memiliki luas sekitar 4,5 hektar dengan penampang basah seluas 2,7 hektar dan kedalaman mencapai enam meter.

Dengan spesifikasi tersebut, waduk ini secara umum mampu mereduksi genangan di enam RW Kelurahan Cilangkap yang selama ini kerap terdampak banjir.

Selain berfungsi sebagai pengendali banjir, waduk ini juga dilengkapi berbagai fasilitas publik seperti jogging track, musala, lapangan basket, student playground, dan ruang terbuka hijau yang dapat dimanfaatkan masyarakat sekitar.

Abdul Raup menambahkan, selama masa pemeliharaan satu tahun ke depan, segala kerusakan yang terjadi akan menjadi tanggung jawab pihak ketiga atau pengembang. Sementara itu, pemeliharaan rutin akan melibatkan Satuan Tugas (Satgas) SDA Kecamatan Cipayung yang ditempatkan di lokasi waduk.

“Untuk perawatan harian akan dilakukan oleh Satgas, dibantu tim pemeliharaan agar seluruh fasilitas tetap terjaga,” katanya.

Dalam sambutannya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan bahwa pengendalian banjir menjadi salah satu prioritas utama Pemprov DKI Jakarta.

Ia menyebut, pembangunan waduk merupakan solusi jangka panjang untuk mengurangi risiko banjir, khususnya di wilayah Jakarta Timur.

“Di awal saya menjabat sebagai Gubernur, salah satu perhatian utama adalah banjir. Di Jakarta Timur saja, kurang lebih sudah ada delapan waduk yang dibangun sebagai bagian dari upaya pengendalian banjir,” ujar Pramono.

Pada kesempatan tersebut, Pramono juga mengumumkan perubahan nama waduk dari Waduk Giri Kencana menjadi Waduk Cilangkap Batu Licin.

Perubahan nama itu dilakukan berdasarkan cerita sejarah dan legenda lokal yang disampaikan tokoh masyarakat setempat, Kiai Lukman Hakim Hamid.

“Saat peresmian ini, saya putuskan mengubah namanya menjadi Waduk Cilangkap Batu Licin, untuk mengembalikan nama sesuai sejarah dan legenda yang hidup di masyarakat,” ungkap Pramono.

Selain itu, Pramono meminta agar waduk dibuka untuk umum dan dimanfaatkan oleh warga, termasuk aktivitas memancing yang harus digratiskan.

Ia menegaskan seluruh jajaran Dinas SDA DKI Jakarta tidak diperbolehkan menarik pungutan apa pun dari masyarakat.

“Kalau ada pemancingan, silakan terbuka dan digratiskan. Jangan sampai ada pungutan. Tapi saya minta masyarakat juga ikut menjaga fasilitas publik ini agar tidak rusak atau terjadi vandalisme,” tandasnya.

Dengan diresmikannya Waduk Batu Licin, Pemprov DKI Jakarta berharap pengendalian banjir di wilayah Cilangkap dan sekitarnya dapat berjalan lebih optimal sekaligus menghadirkan ruang publik yang bermanfaat bagi warga Jakarta Timur. (ali)