JAKARTA RAYA- Anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta dari Fraksi NasDem, Ongen Sangaji, menyoroti perilaku sejumlah sopir JakLingko yang dinilai ugal-ugalan saat berkendara di jalan raya. Hal itu dinilai sangat berpotensi membahayakan bagi pengguna Jaklingko dan masyarakat pengendara dan pengguna jalan lainnya.

Menurut Ongen, keluhan masyarakat terkait perilaku sopir JakLingko tersebut terjadi di hampir seluruh wilayah Jakarta. Kondisi itu dinilai telah membuat pengguna transportasi umum merasa resah, takut, dan tidak nyaman.

“Ini sudah menjadi pengaduan dan meresahkan, menakutkan, menggelisahkan para pengguna JakLingko. Akhir-akhir ini sopir-sopir tidak sopan di jalan,” ujar Ongen Sangaji, dalam rapat kerja dengan lima Walikota dan Bupati Pulau Seribu, di gedung DPRD DKI Jakarta, Selasa (8/9/2026).

Karenanya, Politisi yang terpilih dari dapil Jaktim itu juga meminta 5 walikota dengan Sudin Perhubungan (Sudihub)  lima wilayah, 44 Camat di Kecamatan dan Dinas Perhubungan yang berada di Kecamatan untuk mengadakan pengawasan dan penindakan terhadap sopir Jaklingko yang ugal-ugalan. Apalagi, sambung dia sopir-sopir yang sudah meresahkan dan mengganggu masyarakat pengguna Jaklingko, khususnya ibu-ibu dan anak-anak.

“Sehingga dengan adanya rapat pihak-pihak terkait tersebut, bisa menyepakati keputusan bersama-sama melakukan tindakan tegas kepada sopir-sopir JakLingko yang ugal-ugalan,” katanya.

Lebih lanjut, Ongen mempertanyakan alasan masih adanya sopir JakLingko yang memacu kendaraan secara berlebihan, terutama karena layanan JakLingko mendapatkan dukungan dan insentif dari pemerintah daerah melalui APBD.

Menurut dia, tidak semestinya sopir harus mengejar target penumpang dengan cara berkendara secara agresif sehingga membahayakan keselamatan pengguna jalan.

“Tidak ada alasan untuk mereka kejar target atau apa. Mereka kan mendapatkan insentif dari APBD,” tegasnya.

Ia menilai persoalan tersebut juga harus menjadi perhatian serius BUMD terkait dan PT Transportasi Jakarta (TransJakarta) sebagai pihak yang berkaitan dengan penyelenggaraan layanan transportasi publik.

“Jangan sampai ada target tertentu yang membuat mereka harus kejar-kejaran dan membuat para sopir jadi ugal-ugalan. Karena itu memang harus diawasi secara ketat terhadap sopir-sopir JakLingko,” ujarnya.

Fraksi NasDem Akan Panggil
Lima Sudin dan TransJakarta

Sebagai tindak lanjut atas banyaknya pengaduan masyarakat, Ongen mengatakan Fraksi NasDem DPRD DKI Jakarta dalam waktu dekat akan mengundang pihak-pihak terkait untuk meminta penjelasan.
Pihak yang akan dimintai keterangan antara lain lima Sudin Perhubungan di wilayah DKI Jakarta dan TransJakarta.

“Dalam waktu dekat ini Fraksi NasDem akan mengundang lima Sudin dan TransJakarta untuk menanyakan persoalan yang menjadi keluhan masyarakat,”ujarnya.

Pemanggilan tersebut, lanjut dia, juga akan membahas mekanisme rekrutmen sopir JakLingko serta standar dan pengawasan kerja mereka di lapangan.

“Kita akan menanyakan bagaimana rekrutmen terhadap sopir, bagaimana cara kerjanya, dan apa yang menjadi alasan mereka sampai ugal-ugalan. Itu harus diselesaikan,” ujarnya.

Ongen menegaskan, sopir JakLingko seharusnya mengutamakan aspek pelayanan dan keselamatan penumpang, bukan justru membuat masyarakat merasa takut ketika menggunakan transportasi umum.

“Pelayanan harus yang terbaik untuk masyarakat. Jangan sampai kemudian masyarakat pengguna Jaklingko menjadi takut. Keluarga para pengguna Jaklingko seharusnya juga tidak menjadi takut karena prilaku sopir yang ugal-ugalan tersebut,” pungkasnya.(hab)