JAKARTA RAYA, Swiss – Kebakaran disertai ledakan dahsyat terjadi saat perayaan Tahun Baru di sebuah resor ski mewah di Swiss. Insiden tersebut berlangsung dini hari, 1 Januari 2026, sekitar pukul 01.30 waktu setempat, di bar Le Constellation yang berlokasi di Crans-Montana, wilayah barat daya Swiss.

Peristiwa tragis itu terjadi ketika bar tersebut menggelar pesta Tahun Baru yang bertepatan dengan perayaan ulang tahun di ruang bawah tanah. Pihak berwenang setempat melaporkan bahwa “beberapa lusin” orang diduga tewas akibat kejadian tersebut.

Selain korban jiwa, sekitar 100 orang dilaporkan mengalami luka-luka, sebagian besar menderita luka bakar serius. Kondisi ini membuat unit perawatan intensif di wilayah setempat kewalahan hingga mencapai kapasitas maksimum. Akibatnya, sejumlah korban harus dirujuk ke berbagai rumah sakit di kota lain, seperti Sion, Lausanne, Jenewa, dan Zurich, bahkan hingga rumah sakit terdekat di wilayah Aosta, Italia.

Untuk menangani situasi darurat tersebut, otoritas setempat meluncurkan operasi penyelamatan besar-besaran dengan melibatkan sekitar 10 helikopter, 40 ambulans, serta 150 petugas pertolongan pertama. Dewan Negara Valais pun menetapkan status keadaan darurat dan memberlakukan zona larangan terbang di atas kawasan resor guna memperlancar proses evakuasi dan penyelamatan.

Pihak berwenang secara tegas menyatakan tidak ada indikasi serangan teror dalam insiden ini. Mayoritas korban diketahui merupakan orang dewasa muda berusia antara 15 hingga 20 tahun. Para korban berasal dari berbagai negara, sehingga proses identifikasi menjadi sulit, terutama akibat parahnya luka bakar yang dialami.

Meski penyelidikan resmi masih berlangsung, laporan awal mengindikasikan bahwa kebakaran terjadi akibat kelalaian dan bersifat tidak disengaja. Sejumlah saksi mata menyebutkan adanya kembang api atau lilin ulang tahun yang dipasang pada botol sampanye. Percikan api diduga menyambar langit-langit ruangan dan dengan cepat menjalar ke seluruh area, memicu panas ekstrem dan menyebabkan ledakan besar.

Untuk membantu keluarga dan kerabat korban, pihak berwenang telah membuka saluran bantuan khusus bagi mereka yang mencari informasi mengenai orang-orang terkasih yang berada di lokasi kejadian. (rw)