JAKARTARAYA – Banyak pihak yang mengaitkan hadits Nabi Muhammad yang disampaikan lebih dari 1400 tahun silam dengan penyerangan Amerika dan Israel terhadap Iran yang saat ini sedang terjadi.

Dalam riwayat Imam Ahmad dari Samurah bin Jundab, Rasulullah SAW bersabda mengenai hari kemunculan Dajjal:

“Bersama Dajjal ada tujuh puluh ribu dari orang Yahudi Isfahan. Di atas setiap laki-laki dari mereka terdapat mahkota dan pedang yang terhunus.”

Kenapa Hadis Shahih menyebutkan 70.000 Yahudi dari Isfahan akan menjadi pengikut setia Dajjal?

Pertanyaan ini sering membentur realita hari ini: Populasi Yahudi di Iran saat ini “hanya” sekitar 10.000 – 15.000 jiwa. Ke mana 60.000 sisanya?

Bagaimana mungkin Iran, yang hari ini berteriak keras melawan Israel, justru menjadi tempat berkumpulnya pasukan Dajjal?

Jawabannya bukan spekulasi, melainkan Bisyarah (kabar kenabian) yang sedang bergerak menuju titik temu.

1. Akar Sejarah Hutang Budi pada Persia

2.700 tahun lalu, bangsa Yahudi diperbudak oleh Nebukadnezar dari Babilonia. Di tengah keputusasaan, muncul “sang penyelamat”: Cyrus Agung atau Raja Koresh, penguasa Persia yang diyakini sebagian ulama sebagai sosok Zulkarnain.

Yahudi membantu Raja Koresh menumbangkan Babilonia dari dalam. Sebagai imbalan, Raja Koresh membebaskan mereka.

Sebagian kembali ke Yerusalem, namun sebagian lagi menetap di jantung Persia atau sekarang Bernama Iran. Mereka menjadi pejabat di lingkaran dalam istana.

Inilah awal mula salah satu provinsi di Iran, Kota Isfahan, menjadi basis spiritual dan sejarah Yahudi di tanah Iran.

2. Fakta yang Tersembunyi di Balik Retorika

Meski secara politik Iran dan Israel tampak berseteru, sejarah dan fakta lapangan berbicara lain:

Populasi: Iran adalah rumah bagi komunitas Yahudi terbesar kedua di Timur Tengah setelah Israel.

Simbol Keagamaan: Makam nabi-nabi Bani Israil seperti Nabi Daniel, Ester, Mordekhai, hingga Habakuk berada di tanah Iran dan diziarahi hingga kini.

Hari Raya Purim: Perayaan terbesar Yahudi justru memperingati peristiwa yang terjadi di istana Persia, bukan di tanah Israel.

Darah Iran di Israel: Tokoh penting Israel seperti mantan Presiden Moshe Katsav dan mantan Menhan Shaul Mofaz adalah kelahiran Iran.

Saat ini, total ada sekitar 200.000 – 350.000 warga Israel yang memiliki garis keturunan Iran (Yahudi Parsim).

3. Teka-Teki Angka 70.000: Kemana Mereka Pergi?

Pasca Revolusi Iran tahun 1979, sekitar 60.000 Yahudi Iran bermigrasi ke Israel dan AS. Namun, darah dan ikatan mereka dengan Isfahan tidak pernah putus.

Dalam Hadits menyebutkan mereka akan mengikuti Dajjal dengan mengenakan Thayalisah (jubah kebesaran).

Secara geopolitik, jika kelak terjadi eskalasi besar yang membuat eksodus balik (migrasi kembali) ke tanah leluhur, maka angka 70.000 di Isfahan adalah angka yang sangat kecil dan mudah terpenuhi.

4. Skenario Kepulangan Yahudi ke Iran

Bayangkan saat Palestina merdeka dan stabilitas di tanah pendudukan runtuh. Jutaan Yahudi akan mencari tempat kembali.

Bagi mereka yang memiliki akar Persia, Kota Isfahan adalah rumah kedua yang “ramah” secara sejarah bagi mereka tinggali.

Di titik itulah Dajjal muncul. Dia tidak datang sebagai penghancur bagi mereka, melainkan sebagai “Mesias” yang menjanjikan kejayaan kembali.

Dajjal akan menyeru di Isfahan: “Ikutlah denganku, aku akan mengembalikan kalian ke puncak dunia”. 70.000 Yahudi Isfahan akan menyambut seruan itu. (MAN)