JAKARTA RAYA, Depok – Menyeimbangkan ikhtiar jurnalistik dengan doa menjadi napas utama Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kota Depok di bulan suci Ramadhan. Mengisi momentum penuh keberkahan, PWI Kota Depok kembali menyelenggarakan program spiritual bertajuk “Wartawan Mengaji”.

Acara yang berlangsung khidmat di Sekretariat PWI Kota Depok, Jumat (13/3/2026) sore tersebut, diawali dengan khataman Al-Qur’an, doa khatmil Qur’an, tahlil, hingga tausiyah Ramadhan. Tak hanya dihadiri anggota, tokoh publik Neno Warisman dan Chandra Wahyu Bonte turut hadir memberikan dukungan langsung terhadap kegiatan religi ini.

Koordinator Bidang Kerohanian PWI Kota Depok, Syahruddin El Fikri, mengungkapkan bahwa kesuksesan program ini merupakan buah dari soliditas seluruh anggota. Ia menegaskan bahwa “Wartawan Mengaji” adalah wujud kebersamaan insan pers dalam mencari ketenangan jiwa di tengah padatnya aktivitas mencari berita.

“Kami hanya menginisiasi. Semuanya bisa terlaksana karena kekompakan dan semangat kebersamaan seluruh keluarga besar PWI Kota Depok,” ujar Syahruddin.

Ia menambahkan, tahun 2026 merupakan pelaksanaan kedua bagi program ini, setelah pertama kali sukses diluncurkan pada Ramadhan 2025 lalu.

Ketua PWI Kota Depok, Rusdy Nurdiansyah, menyambut positif konsistensi Bidang Kerohanian dalam menghadirkan agenda yang menyentuh sisi spiritual anggota. Menurutnya, kegiatan ini membuktikan bahwa wartawan memiliki komitmen kuat dalam pembinaan rohani.

“Wartawan Mengaji bukan sekadar agenda seremonial. Ini adalah ruang untuk mempererat silaturahmi sekaligus memperkuat nilai-nilai keislaman di lingkungan organisasi,” kata Rusdy.

Lebih dari sekadar ibadah lisan, acara ini juga dibarengi dengan aksi nyata kepedulian sosial. Panitia menyisipkan agenda santunan bagi anak yatim sebagai bentuk berbagi kebahagiaan di bulan mulia.

Rusdy berharap program ini terus konsisten menjadi agenda tahunan. Targetnya, tidak hanya menjaga tradisi tadarus, tetapi juga membangun citra pers yang religius, peduli, dan berjiwa sosial.

“Di tengah kesibukan jurnalistik yang dinamis, kita harus tetap mampu menghadirkan kegiatan yang menyejukkan dan bermanfaat bagi sesama,” pungkasnya. (ema)