JAKARTA RAYA – Pertemuan eksklusif di Cassina Showroom Milano kemarin bukan sekadar seremoni pembukaan koleksi.

Di bawah arahan kepemimpinan CEO Luca Fuso, Cassina mengubah gerai ikoniknya menjadi sebuah narasi hidup tentang Kecerdasan Material (intelligenza materica).

Tahun ini, fokus utama tertuju pada dialog harmonis antara detail arsitektur ruangan dengan penyelesaian akhir (finishing) produk yang dipamerkan.

Narasi Visual Patricia Urquiola dan Estetika ‘Ghost-Wall’

Memasuki showroom, pengunjung langsung disambut oleh sistem sofa Ardys terbaru karya Patricia Urquiola.

Bentuknya yang melengkung dan merangkul (avvolgenti) divisualisasikan secara cerdas melalui relief dinding yang menonjolkan modularitas dan fleksibilitas penggunaan.

Permukaan di sekitarnya pun sengaja dirancang senada dengan teknik laccatura terbaru, seperti yang terlihat pada meja rendah Plana karya Charlotte Perriand.

Perjalanan di dalam toko dipandu oleh sistem dinding Ghost-Wall karya Mikal Harrsen, desain ini bertindak sebagai “benang merah” yang menelusuri area living, makan, hingga kamar tidur dan walk-in wardrobe.

Yang menarik, sistem ini seolah “menghilang” ke dalam dekorasi ruangan berkat aplikasi wallpaper khusus desain Patricia Urquiola, menciptakan kontinuitas visual yang koheren namun personal.

Permainan Palet Warna dan Penghormatan di Bawah Kubah

Titik fokus arsitektural toko, sang tangga utama, tampil berani dengan balutan faux fur berwarna aubergine (terong) yang mewah.

Sementara itu, ruang pencahayaan disulap menjadi kanvas berwarna kuning Zucca, di mana karya-karya pencahayaan dari Charles dan Ray Eames, Neri & Hu, Angelo Mangiarotti, hingga Linde Freya Tangelder saling berinteraksi.

Di bawah kubah (cupola) yang masyhur, Cassina menghadirkan instalasi “Tanpa Waktu”. Enam furnitur paling emblematik milik Cassina dipamerkan dalam satu warna seragam: velvet color olio (beludru warna minyak).

Keseragaman ini menegaskan bahwa desain maestro masa lalu tetap relevan dan visioner hingga hari ini.

Seabad Maestro dan Ekspansi Karakter

Filosofi The Cassina Perspective tahun ini tampil sangat eklektik melalui kontribusi desainer papan atas seperti Chiara Andreatti, Formafantasma, Gaetano Pesce, hingga Philippe Starck.

Namun, sorotan utama tertuju pada perayaan seratus tahun dua maestro besar:

Gianfranco Frattini: Meja ikonik 780/783 hadir dengan penyelesaian akhir (finishing) baru.

Verner Panton, diabadikan karyanya dalam lini Karakter x Cassina, kursi Peacock Chair yang teatrikal dipamerkan untuk merayakan 100 tahun kelahirannya.

Lini Karakter x Cassina juga mencuri perhatian di etalase melalui meja AB Dining (Aldo Bakker) yang dipadukan secara apik dengan kursi CH66 (Nicos Zographos).

Oase Luar Ruang dan Kolaborasi Gaya Hidup

Di lantai satu, teras showroom disulap menjadi oase kenyamanan melalui Koleksi Outdoor 2026. Area ini menawarkan ruang ketenangan di tengah hiruk-pikuk Milano Design Week.

Menutup rangkaian inovasi tahun ini, Cassina mengumumkan kolaborasi lintas industri dengan merek kacamata legendaris, Persol.

Kolaborasi ini lahir dari nilai bersama: perpaduan antara warisan (heritage) dan garda depan (avanguardia), menciptakan sebuah ekspresi gaya yang menghubungkan masa lalu dengan masa kini melalui keahlian tangan tinggi. (Rieska Wulandari)