JAKARTA RAYA – Daripada mendukung perang, bagaimana kalau mulai dukung perayaan nyepi agar dilakukan serentak di seluruh dunia.
Nyepi memberikan benefit lingkungan dan mental yang luar biasa.
Di Bali saja, Catur Brata Penyepian memberikan benefit yang jelas apalagi jika diterapkan secara global.
Berdasarkan studi BMKG di Bali pada tentang beberapa tahun terakhir, Nyepi mampu mengurangi 60% polusi udara, 290 megawatt listrik, dan sekitar 500.000 liter bahan bakar.
Jika skala ini diperluas ke seluruh dunia, penghematan energi dan penurunan emisi karbon akan mencapai angka jutaan ton per hari.
Tak hanya itu, emisi CO2 berkurang hingga 20.000 ton dalam sehari. Kualitas udara membaik dan polusi suara hilang total.
Sementara perang menyebabkan kerusakan ekologis jangka panjang.
Ledakan senjata melepaskan gas beracun, menghancurkan tanah, dan mencemari sumber air dengan zat kimia atau logam berat yang butuh waktu puluhan tahun untuk pulih.
Dari sisi psikologis dan sosial, keheningan memberikan ruang untuk mulat sarira (introspeksi diri), menurunkan tingkat stres masyarakat, dan memperkuat ikatan spiritual.
Perang, sebaliknya, secara umum kerap menimbulkan trauma kolektif, ketakutan, dan kebencian antar-kelompok yang seringkali menetap hingga beberapa generasi ke depan.
Meski aktivitas ekonomi berhenti sejenak, infrastruktur tetap utuh dan secara paradox ini dianggap sebagai “investasi” untuk efisiensi energi dan kesehatan mental jangka panjang.
Berbeda dengan perang yang bersifat annihilation atau menghancurkan infrastruktur fisik (sekolah, RS, rumah) yang dibangun selama puluhan tahun dalam sekejap. Ini justru memicu krisis ekonomi yang sangat dalam.
Kesimpulannya, Nyepi adalah jeda untuk keberlanjutan (sustainability). Sedangkan perang adalah pemborosan sumber daya dan nyawa yang masif.
Nyepi membuktikan bahwa dunia justru menjadi lebih baik ketika manusia memilih untuk berhenti sejenak.
Beruntunglah mereka yang bisa menyisihkan satu hari sibuknya, untuk diam dalam indahnya damai Nyepi. (*)
Penulis: Rieska Wulandari – Jurnalis Terakreditasi – Milan, Italia.


Tinggalkan Balasan