JAKARTA RAYA – Kecelakaan kereta api terjadi di wilayah Bekasi tepatnya di jalur 1 dekat Stasiun Bekasi Timur pada Senin (27/04/2026) sekitar pukul 20.30 WIB. Insiden ini melibatkan KA Argo Bromo Anggrek yang bertabrakan dengan KRL jurusan Cikarang–Jakarta.
Prajurit Kodam Jaya bergerak cepat dalam proses evakuasi dan pengamanan lokasi. Sebanyak 106 personel dari Yonif 202/Tajimalela serta 50 personel dari Kodim 0507/Bekasi diterjunkan untuk membantu penanganan bersama tim gabungan dari Polri, BPBD, dan PT Kereta Api Indonesia.
Berdasarkan informasi di lapangan, tabrakan terjadi saat KRL mulai berjalan dan kemudian ditabrak dari belakang oleh KA Argo Bromo Anggrek. Benturan keras tersebut menyebabkan kerusakan parah pada gerbong terakhir KRL.
Fokus utama tim di lapangan meliputi evakuasi korban, pengamanan area, serta koordinasi medis. Prajurit melakukan penyelamatan terhadap penumpang yang terjepit di antara reruntuhan gerbong dan lokomotif. Selain itu, sterilisasi lokasi dilakukan untuk menghindari kerumunan warga yang dapat menghambat proses evakuasi.
Dalam penanganan medis, petugas juga mempercepat mobilisasi korban ke sejumlah rumah sakit rujukan di wilayah Bekasi, seperti RSUD Bekasi, RS Primaya, RS Hermina, RS Mitra Plumbon, RS Bella, serta RS Polri.
Data sementara mencatat sebanyak 66 korban, terdiri dari 5 orang meninggal dunia dan sekitar 61 lainnya mengalami luka-luka. Proses evakuasi sempat mengalami kendala akibat kondisi korban yang terjepit, minimnya pencahayaan, serta padatnya warga di sekitar lokasi kejadian.
Meski demikian, prajurit Kodam Jaya tetap bersiaga hingga seluruh proses evakuasi dan penanganan korban dinyatakan selesai. (hab)


Tinggalkan Balasan