JAKARTA RAYA- Anggota DPRD DKI Jakarta dari Fraksi Demokrat, Neneng Hasanah, menerima keluhan warga terkait tagihan air PAM yang dinilai tidak wajar saat menggelar reses di RW 04, Kelurahan Tugu Utara, Kecamatan Koja, Jakarta Utara, Selasa (16/6/2026).

Dalam pertemuan yang dihadiri warga RT 08 dan RT 09 tersebut, seorang warga menyampaikan tagihan PAM Jaya yang mencapai Rp17 juta hanya dalam kurun waktu tiga bulan.

Politisi yang akrab disapa Bunda Neneng itu pun mengaku terkejut mendengar besarnya tagihan yang harus dibayarkan warga tersebut. Menurutnya, kondisi rumah pelanggan tidak menunjukkan penggunaan air dalam skala besar yang dapat menghasilkan tagihan hingga puluhan juta rupiah.

“Yang memang sangat mengagetkan. Hari ini saya reses di Kelurahan Tugu Utara, khususnya RW 04. Ada salah satu warga menyampaikan aspirasinya tentang pembayaran PAM yang tidak realistis. Rumahnya bukan gedung mewah atau rumah bertingkat, tapi harus membayar tagihan PAM sampai Rp17 juta untuk tiga bulan,” ujar Neneng, Selasa (16/62026).

Ia menjelaskan, warga tersebut bahkan telah mendatangi PAM Jaya untuk meminta penjelasan. Namun, solusi yang diberikan hanya berupa skema cicilan pembayaran.

“Beliau sudah menghadap ke PAM Jaya dan disarankan untuk mengangsur. Kalau yang seperti ini seharusnya PAM Jaya punya solusi yang lebih baik. Ini harus dicek, karena tidak wajar,” ujarnya.

Politisi Demokrat itu menyebut pelanggan yang mengeluhkan tagihan tersebut atas nama Abdullah Iskandar yang berdomisili di Jalan Lontar II Nomor 44, RT 09 RW 04, Kelurahan Tugu Utara.

Menurut Neneng, jajaran direksi hingga petugas teknis PAM Jaya perlu turun langsung melakukan pengecekan terhadap kasus tersebut untuk memastikan penyebab munculnya tagihan yang sangat besar.

“Direktur atau jajaran PAM Jaya harus melakukan pengecekan. Barangkali tidak hanya satu kasus seperti ini. Mungkin banyak juga keluhan warga yang disampaikan masyarakat dalam reses hari ini,” tegasnya.

Lebih lanjut, anggota DPRD 4 periode itu menilai persoalan pelayanan air bersih harus menjadi perhatian serius Pemerintah Provinsi DKI Jakarta. Karena air, kata dia merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang wajib dipenuhi negara.

“Air ini kebutuhan pokok masyarakat yang harus dipenuhi pemerintah. Kasus seperti ini harus dicek sampai ke bawah. Jangan sampai hari ini satu orang yang mengeluh, besok-besok bertambah banyak,” katanya.

Ia juga memastikan akan menyampaikan temuan tersebut kepada pimpinan Fraksi Demokrat DPRD DKI Jakarta agar dapat ditindaklanjuti melalui mekanisme kelembagaan di DPRD.

“Nanti saya akan sampaikan kepada pimpinan Fraksi Partai Demokrat bahwa di Dapil 2 Jakarta Utara ditemukan masyarakat yang menyampaikan aspirasi terkait PAM Jaya. Mudah-mudahan bisa segera ditindaklanjuti,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, anggota DPRD yang terpilih dari dapil 2 Jakut tersebut menyesalkan ketidakhadiran perwakilan Suku Dinas Lingkungan Hidup (LH) Jakut dalam kegiatan reses tersebut.

Menurutnya, absennya Sudin LH sangat disayangkan karena saat ini Pemerintah Provinsi DKI Jakarta tengah gencar mengampanyekan program pemilahan sampah di tingkat masyarakat.

“Alhamdulillah hari ini mitra teknis hadir, kecuali LH. Padahal Pak Gubernur sedang gencar mendorong masyarakat memilah sampah. Seharusnya ini menjadi kesempatan bagi mereka untuk hadir, memberikan penjelasan dan menjawab aspirasi masyarakat,” kata Neneng.

Ia membandingkan pelaksanaan reses di Kecamatan Koja dengan kegiatan serupa yang sebelumnya digelar di Kecamatan Cilincing, di mana seluruh unsur terkait hadir secara lengkap.

“Di Kecamatan Cilincing kemarin lengkap. Di Koja ini tidak ada perwakilan LH. Mudah-mudahan menjadi perhatian Pak Gubernur dan jajaran terkait ke depan,” tuturnya.

Neneng menegaskan, DPRD DKI Jakarta pada prinsipnya mendukung penuh program-program pemerintah daerah, termasuk upaya meningkatkan kesadaran masyarakat dalam memilah sampah dan memperbaiki kualitas pelayanan publik.

“Kita di Dewan mendukung program pemerintah. Karena itu pelayanan publik harus benar-benar hadir dan dirasakan masyarakat dengan baik,” pungkasnya.(hab)