JAKARTA RAYA – Direktur Utama PTPN I (Persero), Abdul Rivai Ras, menegaskan arah baru transformasi perusahaan melalui lima pilar utama.
Langkah strategis ini dirancang untuk mempercepat langkah PTPN I menjadi korporasi agroindustri yang tangguh, modern, dan berdaya saing global.
Lima pilar utama yang menjadi fondasi transformasi tersebut meliputi:
1. Peningkatan produktivitas
2. Penguatan tata kelola (governance)
3. Digitalisasi operasional
4. Optimalisasi aset perusahaan
5. Perluasan pasar internasional
Penegasan tersebut disampaikan dalam Forum Komunikasi Strategis Commander’s Call yang dihadiri oleh Direksi, Regional Management, Pimpinan Unit Kerja, dan seluruh insan PTPN I secara hibrida dari Jakarta, Senin (20/7/2026).
Forum ini menjadi momentum penting untuk penyelarasan visi dan konsolidasi organisasi.
“Saya ingin memastikan seluruh insan PTPN I memahami tujuan yang sama dan bergerak bersama membangun perusahaan agroindustri yang unggul, adaptif, dan berdaya saing global,” ujar Abdul Rivai Ras.
Menjawab Tantangan Komoditas Strategis dan ESG
Sebagai pengelola portofolio komoditas strategis nasional—mulai dari karet, teh, kopi, tembakau, kelapa, pala, hingga tebu dan gula—PTPN I kini dihadapkan pada tantangan global yang semakin kompleks.
Tantangan tersebut mencakup dinamika pasar, implementasi Environmental, Social, and Governance (ESG), hingga penyelesaian konflik agraria.
Untuk mengantisipasi hal tersebut, manajemen telah menetapkan empat fokus transformasi operasional:
- Optimalisasi Operasional: Memastikan efisiensi dan lonjakan produktivitas di semua lini.
- Kepatuhan dan Keberlanjutan: Penguatan standar ESG dalam setiap proses bisnis.
- Mitigasi Risiko: Resolusi konflik agraria secara damai dan legal.
- Ekspansi Pasar: Memperkuat ketahanan pasar domestik dan memperluas jaringan global.
Digitalisasi dan Pengamanan Aset Berbasis Teknologi.
Akselerasi transformasi ini didukung penuh oleh infrastruktur modern, termasuk validasi aset berbasis sistem geospasial dan pembentukan Mobile Task Force berbasis teknologi informasi.
Tim khusus ini dikerahkan untuk memperkuat sistem pengamanan aset fisik perusahaan di lapangan.
“Transformasi harus menjadi budaya kerja. Setiap keputusan, langkah, dan inovasi harus bermuara pada peningkatan produktivitas, penguatan tata kelola, serta penciptaan nilai bagi perusahaan dan seluruh pemangku kepentingan,” tegas Rivai.
Ia optimistis dengan kolaborasi, profesionalisme, dan integritas dari tingkat direksi hingga pekerja di lapangan, PTPN I mampu menjadi pilar utama pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, hilirisasi, serta pertumbuhan ekonomi nasional. (SIN)


Tinggalkan Balasan