JAKARTA RAYA— Menghadapi dinamika persaingan global yang semakin ketat dan kompleksitas tantangan di masyarakat, Universitas Darunnajah (UDN) Jakarta menegaskan komitmen strategisnya dalam pengembangan Sumber Daya Manusia (SDM). UDN memfokuskan pendekatan pendidikannya pada integrasi yang utuh antara nilai-nilai akhlak mulia dan kecakapan atau kompetensi global.
Integritas moral atau adab semata dinilai tidak lagi cukup untuk menjawab tantangan zaman yang bergerak cepat. Di sisi lain, kecerdasan intelektual dan keahlian teknis tanpa fondasi karakter yang kuat justru dapat menimbulkan risiko etika di masyarakat.

Oleh karena itu, penyelarasan antara karakter (akhlak) dan keahlian professional, baik hard skill, soft skill, maupun life skill menjadi kunci utama bagi lulusan perguruan tinggi agar tidak tertinggal dalam kompetisi global.

“Tantangan global berkaitan dengan penyediaan SDM di masyarakat saat ini persoalan utamanya adalah karakter. Pertama, karakter itu berarti akhlak seseorang. Ketika akhlaknya baik, kemudian dia punya ilmu, punya keahlian, dan berkarakter—punya kompetensi serta life skill—insyaallah akan bermanfaat banyak di masyarakat,” ungkap Dr. Much Hasan Darojat, Rektor Universitas Darunnajah (UDN).

Mengatasi Ketimpangan Karakter dan Keahlian Profesional

Banyaknya lulusan perguruan tinggi yang mengalami kesulitan beradaptasi dengan kebutuhan nyata industri dan masyarakat sering kali berakar dari ketimpangan antara adab dan keahlian. Lulusan yang hanya mengandalkan kebaikan moral namun nir-kompetensi cenderung kehilangan peran kepemimpinan dan hanya mampu menjadi pengikut (follower) dalam ekosistem kerja modern.

Menjawab realitas tersebut, UDN merancang kultur akademik dan sistem pembinaannya untuk memastikan bahwa mahasiswa tidak hanya diasah empati dan kepribadiannya, melainkan juga dibekali kemampuan teknis yang adaptif dan solutif terhadap persoalan masyarakat yang semakin kompleks.

“Kalau seandainya dia hanya baik, berakhlak, dan beradab, tapi tidak punya kompetensi dan tidak punya skill, agak susah; hanya akan menjadi follower di masyarakat. Tantangan di masyarakat tidak akan bisa dijawab karena dia tidak punya hard skill, soft skill, atau life skill. Oleh karena itu, ekspektasi kami di UDN adalah melahirkan SDM yang solid: tidak harus yang terlalu ‘pintar amat’, tapi mereka punya kompetensi nyata, berakhlak mulia, serta berdaya saing sehingga 70 hingga 80 persen lulusan kami siap terjun dan memimpin di masyarakat,” tegas Dr. Much Hasan Darojat.

Membangun Kultur Akademik yang Solutif dan Bermanfaat

Upaya mengintegrasikan akhlak dan kompetensi global ini diwujudkan melalui penguatan kultur akademik (academic awareness) di lingkungan kampus, baik bagi mahasiswa maupun dosen.

Dengan membangun lingkungan pembelajaran yang berorientasi pada kepakaran dan praktik nyata, UDN menargetkan lulusannya mampu berhadapan langsung dengan dinamika kerja modern dan memberikan dampak kemaslahatan yang nyata.

Komitmen ini menjadi pondasi bagi Universitas Darunnajah untuk terus memperkuat posisinya sebagai lembaga pendidikan tinggi yang melahirkan generasi profesional berkarakter dan individu yang mampu bersaing di panggung global tanpa meninggalkan nilai-nilai keluhuran akhlak.(hab)