JAKARTA RAYA — Holding Perkebunan Nusantara PTPN III (Persero) memperkuat sinergi dengan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) melalui kerja sama di bidang riset dan inovasi untuk mendukung percepatan swasembada pangan nasional.
Komitmen tersebut dituangkan dalam Nota Kesepahaman yang ditandatangani Direktur Utama PTPN III (Persero) Denaldy Mulino Mauna dan Kepala BRIN Arif Satria di Jakarta, Kamis (27/8/2026).
Penandatanganan Nota Kesepahaman dilakukan bersamaan dengan kegiatan BRIN Goes to Industry, sebuah forum yang mempertemukan kapasitas riset dan inovasi BRIN dengan kebutuhan dunia industri.
Forum tersebut menjadi wadah untuk memperkuat kolaborasi, mendorong hilirisasi hasil riset, serta mempercepat pemanfaatan teknologi dan inovasi agar dapat memberikan nilai tambah bagi industri nasional.
Direktur Utama PTPN III (Persero), Denaldy Mulino Mauna, mengatakan kerja sama dengan BRIN menjadi landasan untuk mempertemukan kapasitas riset dengan sumber daya dan pengalaman operasional PTPN Group di sektor perkebunan.
“Sinergi ini kami arahkan agar hasil riset dan inovasi semakin relevan dengan kebutuhan di lapangan serta dapat dimanfaatkan untuk mendukung peningkatan produktivitas dan penguatan sektor perkebunan. Kolaborasi ini juga menjadi bagian dari kontribusi PTPN Group dalam mendukung agenda percepatan swasembada pangan,” ujar Denaldy.
Nota Kesepahaman tersebut menjadi payung kerja sama bagi PTPN III dan BRIN untuk mengoptimalkan potensi serta meningkatkan kinerja sesuai tugas dan fungsi masing-masing.
Kerja sama dilakukan dengan tetap mengacu pada peraturan perundang-undangan, kebijakan, dan prosedur yang berlaku.
Ruang lingkup kolaborasi mencakup penelitian, pengembangan, pengkajian, penerapan, invensi, dan inovasi. Kedua pihak juga akan mendorong pemanfaatan hasil riset dan inovasi serta penggunaan bersama sarana dan prasarana sesuai ketentuan yang berlaku.
Kolaborasi turut mencakup implementasi Hub Ilmu Pengetahuan, Teknologi, dan Inovasi (Hub Iptekin) sektor pangan, pertukaran data dan informasi, peningkatan kompetensi sumber daya manusia, serta pendayagunaan personel dan tenaga ahli.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan kerja sama dengan PTPN III diharapkan dapat memperkuat keterhubungan antara ekosistem riset dengan kebutuhan sektor industri, khususnya perkebunan.
Menurutnya, sektor perkebunan memiliki ruang pengembangan riset yang luas, mulai dari teknologi pengolahan, penelitian lanjutan, hingga pemanfaatan limbah sawit.
“Sektor perkebunan memiliki ruang pengembangan riset yang sangat luas, mulai dari teknologi pengolahan, penelitian lanjutan, hingga pemanfaatan limbah sawit,” ujar Arif.
Arif menambahkan, BRIN memiliki cakupan penelitian yang luas, mulai dari sektor hulu hingga hilir. Hal tersebut sejalan dengan arahan Presiden bahwa penyelesaian berbagai persoalan bangsa perlu didukung oleh riset.
Namun, menurutnya, hasil penelitian tidak cukup hanya berhenti pada skala laboratorium. Dukungan industri diperlukan agar inovasi yang dihasilkan dapat dikembangkan dan dikomersialkan dalam skala bisnis.
Karena itu, kolaborasi dengan pelaku industri menjadi penting untuk mempercepat proses hilirisasi hasil riset dan inovasi.
Kolaborasi PTPN III dan BRIN juga sejalan dengan semangat BRIN Goes to Industry, yang mendorong pengembangan riset berdasarkan kebutuhan nyata dunia usaha dan industri.
Melalui pendekatan tersebut, berbagai tantangan yang dihadapi sektor perkebunan dapat dihubungkan dengan kapasitas periset, fasilitas penelitian, serta hasil inovasi BRIN.
Hasil kolaborasi selanjutnya diharapkan dapat dikembangkan hingga tahap penerapan dan pemanfaatan sehingga memberikan dampak nyata terhadap produktivitas sektor perkebunan.
Setiap kegiatan yang dilaksanakan berdasarkan Nota Kesepahaman akan diatur lebih lanjut melalui perjanjian kerja sama definitif dengan menyesuaikan sumber daya yang dimiliki kedua pihak.
Melalui sinergi tersebut, PTPN Group dan BRIN diharapkan dapat mempercepat pemanfaatan hasil riset dan inovasi, meningkatkan produktivitas, memperkuat sektor pertanian dan perkebunan, serta mendukung terwujudnya swasembada pangan nasional. (sin)


Tinggalkan Balasan