JAKARTA RAYA — Perusahaan otomotif terkemuka asal India, Tata Motors, resmi mencapai kesepakatan untuk mengakuisisi Iveco Group, produsen kendaraan komersial asal Eropa.
Langkah strategis ini menggabungkan keunggulan produk, kapasitas industri, dan jangkauan pasar kedua perusahaan untuk menciptakan pemain utama di sektor kendaraan komersial global.
Dewan Direksi Iveco Group telah mendukung penuh secara bulat (unanimous) dan merekomendasikan penawaran tender sukarela berbasis tunai (all-cash voluntary tender offer) yang diajukan oleh Tata Motors kepada para pemegang sahamnya.
Pemegang saham terbesar Iveco, Exor N.V., juga telah berkomitmen kuat untuk menyerahkan 27,06% saham biasa mereka (setara 43,11% hak suara) demi menyukseskan transaksi ini.
Chairman Tata Motors, Natarajan Chandrasekaran, mengatakan Ini adalah langkah logis berikutnya setelah pemisahan (demerger) bisnis Kendaraan Komersial Tata Motors.
“Hal ini memungkinkan grup gabungan untuk bersaing secara global dengan dua pasar rumah strategis di India dan Eropa,” ujarnya.
Detail Nilai Saham, Premi, dan Kepastian Pendanaan
Adapun nilai total kesepakatan bernilai EUR 3,8 miliar, tidak termasuk bisnis pertahanan Iveco dan hasil bersih pemisahannya.
Harga per lembar saham Tata Motors yaitu senilai EUR 14,1 per saham secara tunai. Penawar memiliki komitmen pendanaan penuh, memberikan kepastian dana dan jaminan penyelesaian kesepakatan yang tinggi.
Premi Saham Luar Biasa: Jika ditambah estimasi dividen luar biasa dari penjualan bisnis pertahanan yang diasumsikan EUR 5,5–6,0 per saham berdasarkan nilai perusahaan sebesar €1,7 miliar, penawaran ini mencerminkan premi 22% hingga 25% dari rata-rata harga saham tertimbang volume selama tiga bulan sebelum spekulasi pasar yaitu per 17 Juli 2025 sebesar EUR 16,02.
Premi Tanpa Dividen Militer: Setelah dikurangi estimasi dividen luar biasa tersebut, harga penawaran murni tersebut tetap merepresentasikan premi sebesar 34% hingga 41% dari rata-rata harga saham periode yang sama.
Garansi Karyawan dan Syarat Pemisahan Bisnis Militer
Penyelesaian akuisisi ini mewajibkan pemisahan terlebih dahulu pada lini bisnis pertahanan/defence business milik Iveco Group, yang ditargetkan rampung pada kuartal pertama 2026 (paling lambat 31 Maret 2026).
Tata Motors juga berkomitmen mendukung strategi Iveco saat ini, menjaga kepentingan jangka panjang seluruh pemangku kepentingan (karyawan, pemasok, pelanggan), serta menyepakati non-financial covenants yang kuat selama dua tahun setelah penyelesaian transaksi.
Akuisisi ini ditargetkan selesai pada paruh pertama tahun 2026, setelah mendapatkan izin kontrol merger, investasi asing langsung (FDI), Regulasi Subsidi Asing UE (EU Foreign Subsidies Regulation), dan persetujuan regulasi keuangan lainnya.
Sinergi Raksasa Baru: Penjualan 540 Ribu Unit & Pendapatan €22 Miliar
Kombinasi ini menyatukan dua bisnis dengan portofolio produk yang saling melengkapi tanpa adanya tumpang tindih (overlap) pada jejak industri maupun geografis.
Sinergi ini akan melahirkan entitas terdiversifikasi dengan volume penjualan gabungan mencapai sekitar 540.000 unit per tahun dan total pendapatan gabungan sekitar EUR 22 miliar (Rp380 triliun lebih / INR 2,20,000Cr+).
Pendapatan ini akan terbagi rata di wilayah Eropa (c.50%), India (c.35%), dan Amerika (c.15%), diiringi posisi kuat di pasar berkembang Asia dan Afrika.
Grup baru ini akan memiliki efisiensi modal yang lebih baik untuk berinvestasi pada mobilitas berkelanjutan dan transportasi bebas emisi (zero-emission transport) berkat skala volume yang lebih besar.
Suzanne Heywood, Chair Iveco Group mengatakan: “Kami bangga mengumumkan kombinasi strategis yang menyatukan visi bersama untuk mobilitas berkelanjutan ini. Prospek baru ini berdampak sangat positif bagi keamanan lapangan kerja dan jejak industri Iveco Group secara keseluruhan,” ujarnya.
Sementara itu, Girish Wagh, Executive Director Tata Motors, mengatakan “Kemitraan ini merupakan terobosan strategis untuk membangun ekosistem kendaraan komersial yang siap menghadapi masa depan. Kami mengintegrasikan kekuatan demi keunggulan operasional, inovasi produk, dan solusi transportasi berkelanjutan ” ujarnya.
CEO Iveco Group, Olof Persson, mengatakan: “Bergabung dengan Tata Motors membuka potensi baru untuk meningkatkan kapabilitas industri kami, mempercepat inovasi transportasi bebas emisi, serta memperluas jangkauan pasar global.” (Rieska Wulandari)


Tinggalkan Balasan