JAKARTA RAYA, Paris – Indonesia menargetkan potensi transaksi sebesar US$15 juta melalui partisipasi 13 perusahaan eksportir pangan nasional dalam Salon International de l’Alimentation (SIAL) Paris 2026. Pameran pangan internasional tersebut berlangsung pada 17–21 Oktober 2026 di Paris Nord Villepinte, Prancis, sebagai upaya memperluas akses produk pangan Indonesia ke pasar Eropa.

Duta Besar Republik Indonesia untuk Prancis, Mohamad Oemar, meresmikan Paviliun Indonesia pada Sabtu (17/10/2026). Berlokasi di Hall 4, paviliun tersebut menjadi sarana promosi produk pangan nasional sekaligus mempertemukan eksportir Indonesia dengan importir, distributor, calon pembeli, dan mitra bisnis internasional.

Sebanyak 13 perusahaan yang berpartisipasi dalam SIAL Paris 2026 meliputi Kapal Api Global, Universal Trading Indonesia, PT ABC President Indonesia, PT Mayora Tbk, PT Nison Global, PT Pasifik Harvest, PT Sekar Laut, AK Goldenesia, Kawanga, Costalia, Frootiful, Indo Rempah, dan All Quality.

Berbagai produk yang ditampilkan mencakup makanan dan minuman olahan, kopi, makanan ringan, mi instan, bumbu, rempah-rempah, serta produk pangan lainnya. Keragaman tersebut menunjukkan peluang industri pangan Indonesia untuk menjangkau pasar konsumsi langsung maupun memenuhi kebutuhan bahan baku industri makanan.

Sejumlah produk unggulan yang dipromosikan antara lain kopi dan produk turunannya dari Kapal Api Global, biskuit, wafer, permen, cokelat, serta minuman olahan dari Mayora. Selain itu, ABC President membawa produk mi instan, sedangkan PT Sekar Laut memperkenalkan produk makanan dan bumbu FINNA.

Dubes RI: Prancis Jadi Pintu Masuk Pasar Eropa

Duta Besar RI untuk Prancis Mohamad Oemar mengatakan, Prancis memiliki posisi strategis sebagai salah satu pintu masuk produk Indonesia ke pasar Eropa. Melalui pameran internasional seperti SIAL Paris, eksportir nasional berkesempatan membangun hubungan langsung dengan calon pembeli dan mitra distribusi.

“Prancis merupakan salah satu pintu strategis bagi produk Indonesia untuk memasuki pasar Eropa. Melalui SIAL Paris, perusahaan Indonesia memiliki kesempatan untuk membangun hubungan langsung dengan importir, distributor, dan mitra potensial. Kami berharap partisipasi ini dapat menghasilkan kerja sama bisnis yang berkelanjutan, meningkatkan daya saing eksportir nasional, serta memperkuat kehadiran produk Indonesia di pasar Eropa,” ujar Mohamad Oemar.

Partisipasi Indonesia dalam pameran tersebut menargetkan penjajakan transaksi potensial senilai US$15 juta. Target ini diharapkan dapat dicapai melalui pertemuan bisnis selama pameran dan ditindaklanjuti menjadi kerja sama komersial yang konkret.

Atase Perdagangan KBRI Paris, Harry Putranto, menekankan bahwa manfaat pameran tidak hanya diukur dari promosi produk selama kegiatan berlangsung, tetapi juga dari keberlanjutan hubungan dagang setelah acara berakhir.

Menurutnya, SIAL Paris menjadi kesempatan bagi eksportir Indonesia untuk memperkenalkan keunggulan produk, bertemu calon pembeli secara langsung, serta memahami kebutuhan pasar secara lebih konkret.

KBRI Paris juga mendorong tindak lanjut terhadap setiap prospek bisnis agar peluang yang muncul selama pameran dapat berkembang menjadi transaksi nyata.

Selain kualitas dan daya saing harga, eksportir Indonesia perlu memperhatikan standar keamanan pangan, persyaratan pelabelan, ketertelusuran produk, dan konsistensi pasokan. Faktor-faktor tersebut menjadi bagian penting untuk memperkuat akses produk Indonesia ke pasar Prancis dan negara-negara Eropa lainnya.

Kapal Api dan ABC Indonesia Bidik Peluang Distribusi Baru

Sella Berliana dari Kapal Api Group menyampaikan bahwa keikutsertaan perusahaan dalam SIAL Paris diharapkan membuka peluang kerja sama dan jaringan distribusi baru di Eropa.

Perusahaan mempromosikan produk kopi serta makanan ringan atau confectionery, termasuk biskuit. Dengan pengalaman mengikuti SIAL sebanyak dua hingga tiga kali, Kapal Api Group berharap partisipasi tahun ini dapat memperluas akses pasar dan memperkuat penetrasi produknya di Eropa.

Sementara itu, Wiwik Indriani dari ABC Indonesia mengatakan, keikutsertaan perusahaan dalam SIAL Paris bertujuan menjajaki sekaligus memperluas peluang pasar di Prancis dan kawasan Eropa.

Mi instan, baik varian reguler maupun premium, menjadi salah satu produk unggulan yang diperkenalkan kepada calon pembeli. Perusahaan juga berharap produk tersebut dapat menjadi pintu masuk untuk memperkenalkan lebih banyak produk ABC Indonesia kepada konsumen Eropa.

Perluas Jaringan Ekspor Produk Pangan Indonesia

Keikutsertaan Indonesia dalam SIAL Paris 2026 merupakan bagian dari upaya memperkuat daya saing produk pangan nasional dan memperluas jaringan perdagangan internasional.

Melalui Paviliun Indonesia, para eksportir memperoleh kesempatan untuk memperkenalkan produk kepada pelaku usaha global, menjajaki kebutuhan pasar, serta membangun kemitraan dengan importir dan distributor.

Peluang tersebut diharapkan dapat mendorong peningkatan ekspor pangan Indonesia sekaligus memperluas pasar bagi produk olahan, kopi, mi instan, makanan ringan, dan rempah-rempah.

Dengan promosi yang terarah dan tindak lanjut kemitraan bisnis, partisipasi dalam SIAL Paris 2026 diharapkan tidak berhenti pada pengenalan produk, tetapi berlanjut menjadi kerja sama komersial yang memperkuat kehadiran pangan Indonesia di pasar Prancis dan Eropa. (RW)