Jakarta- Puluhan massa yang menamakan diri Barisan Rakyat Sikat Koruptor (BRSK) geruduk gedung pusat Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara (BPI Danantara) di Jalan Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Senin (31/8)
Mereka menuntut pengusutan dan pemberian sanksi atas skandal korupsi notifikasi sebesar Rp2 triliun. Dan diduga melibatkan Dirut PT Telkomsel berinisial Nug.
“Kami desak Danantara segera melakukan audit dan investigasi yang independen, transparan, serta dapat mempertanggungjawabkan terhadap setiap dugaan penyimpangan yang merugikan keuangan perusahaan maupun negara,” kata Koordinator Lapangan atau Korlap BRSK, Syafiq Naufal.
Syafiq menegaskan Danantara harus segera menindaklanjuti laporan dugaan tindak pidana korupsi Rp2 triliun proyek jasa pelayanan notifikasi salah satu bank plat merah dan PT. Telkomsel yang diduga dilakukan Nug.
“Danantara harus berani, tidak boleh takut dalam mengusut tuntas pejabat atau direksi PT.Telkomsel yang terbukti melakukan pelanggaran tindak pidana korupsi. Bila terbukti segera adili dan copot dari jabatannya,” teriak Syafiq.
Syafiq dengan tegas menolak segala bentuk pemborosan, kebocoran penyalahgunaan kewenangan, kolusi, nepotisme. Dan praktek yang berpotensi merugikan keuangan negara serta kepentingan masyarakat
Tampak di lokasi demo, peserta aksi memakai pakaian hitam. Ini bentuk keprihatinan atas penegakan hukum masih tebang pilih.(hab)


Tinggalkan Balasan