JAKARTA RAYA — Bagi masyarakat transmigrasi di Kota Subulussalam, Aceh, kelapa sawit bukan sekadar komoditas. Sawit telah menjadi sumber penghidupan banyak keluarga sejak kawasan tersebut berkembang melalui program transmigrasi pada 1982/1983.
Harapan untuk meningkatkan kesejahteraan petani kini kembali menguat. Wakil Menteri Transmigrasi Viva Yoga Mauladi mendorong pengembangan perkebunan sawit sekaligus investasi di kawasan transmigrasi Subulussalam.
Dorongan itu disampaikan dalam audiensi di Balai Makarti, pada 11 Agustus lalu.
Menurut Viva Yoga, pengembangan sawit perlu diarahkan hingga produk turunannya sehingga memberikan nilai tambah bagi petani.
Peluang investasi terbuka setelah Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menjajaki investasi di kawasan transmigrasi. Subulussalam dinilai potensial karena sawit menjadi salah satu komoditas utama masyarakat, selain cengkih.
Namun, Wali Kota Subulussalam M. Rasyid Bacin mengingatkan masih ada sejumlah persoalan yang perlu mendapat perhatian pemerintah.
Rasyid menyampaikan kondisi infrastruktur jalan, jaringan komunikasi, fasilitas pendidikan, hingga persoalan lahan transmigran yang disebut masih terjadi di sejumlah kawasan.
Menurut Rasyid, penyelesaian persoalan tersebut penting agar potensi ekonomi Subulussalam dapat berkembang dan manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat.
Di sektor pendidikan, Viva Yoga mengatakan Kementerian Transmigrasi menargetkan pembangunan dan rehabilitasi 1.000 sekolah di kawasan transmigrasi, termasuk sekolah di Subulussalam yang membutuhkan penanganan.
Sementara persoalan lahan akan ditangani melalui program unggulan Kementrans, Trans Tuntas. Viva Yoga meminta setiap laporan dilengkapi data dan bukti yang jelas.
Harapannya, pengembangan sawit dan masuknya investasi berjalan beriringan dengan perbaikan infrastruktur, pendidikan, serta kepastian lahan.
Bagi para petani transmigran Subulussalam, semua itu bermuara pada satu harapan: kebun yang mereka rawat hari ini dapat memberikan kehidupan yang lebih baik bagi keluarga dan generasi berikutnya. (Ali)


Tinggalkan Balasan