JAKARTA RAYA – Penasihat Khusus Presiden Bidang Ketenagakerjaan dan Kesejahteraan Buruh, Said Iqbal, menyoroti kinerja buruk PAM Jaya, buntut tiga pekerja tewas di gorong-gorong Cipayung.

Said Iqbal menyayangkan proyek infrastruktur bernilai triliunan rupiah tidak dibarengi dengan penerapan Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) yang memadai.

Lebih mengejutkan lagi, Presiden Partai Buruh tersebut mengungkap adanya hak normatif pekerja yang diabaikan.

“BPJS tidak dibayar, kelewatan bener. Copot itu! Kami enggak akan kompromi, copot itu Dirut PDAM! Periksa! Periksa apakah tendernya benar atau tidak,” tegas Said Iqbal saat ditemui di Setiabudi Atrium, Senin (13/7/2026).

Said Iqbal mendesak Gubernur DKI Jakarta untuk segera memberhentikan Direktur Utama PAM Jaya, Arief Nasrudin.

Said Iqbal menyampaikan desakan tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Moya Indonesia.

Ia menilai PAM Jaya telah lalai dalam memastikan perlindungan keselamatan kerja bagi para buruh.

“Saya sudah ingatkan beberapa tuntutan ini melalui teman-teman kepada Bapak Gubernur, kami juga udah minta waktu ketemu Gubernur, copot itu Dirut PDAM. Bagaimana mungkin tender triliunan, tapi K3-nya nggak bener,” ujar Said Iqbal.

Tuntutan tegas ini buntut dari tragedi tewasnya tiga pekerja di dalam gorong-gorong proyek pipa air bersih di Jalan Raya Mabes Hankam, Cipayung, Jakarta Timur, pada Kamis (9/7/2026).

Said Iqbal menyampaikan desakan tersebut setelah melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke PT Moya Indonesia.

Ia menilai PAM Jaya telah lalai dalam memastikan perlindungan keselamatan kerja bagi para buruh.

“Saya sudah ingatkan beberapa tuntutan ini melalui teman-teman kepada Bapak Gubernur, kami juga udah minta waktu ketemu Gubernur, copot itu Dirut PDAM. Bagaimana mungkin tender triliunan, tapi K3-nya nggak bener,” ujar Said Iqbal.

Selain insiden di Cipayung, Said Iqbal juga meminta pihak kepolisian mendalami dugaan kecelakaan kerja lain yang berkaitan dengan PT Moya Indonesia.

Salah satunya adalah insiden ledakan proyek galian pipa air bersih di Jalan RS Fatmawati, Jakarta Selatan, yang juga menelan korban.

“Bukan hanya itu, ada juga yang meninggal jalan-jalan lubang, akibat hujan dan ada pekerjaan-pekerjaan yang saluran-saluran itu. Kami akan gali terus. Nanti pengembangan kasus berarti ya oleh kepolisian,” tambah Said Iqbal.

Kronologi Penemuan Tiga Jasad Pekerja

Sebelumnya, tiga pekerja proyek pipa PAM Jaya ditemukan tewas mengenaskan di dalam gorong-gorong sedalam tiga meter di depan shelter Transjakarta Pintu 3 Taman Mini, Cipayung, Jakarta Timur, Kamis (9/7/2026) lalu.

Kapolsek Cipayung, Kompol Saut Parulian Tobing, menjelaskan bahwa penemuan jasad bermula dari laporan warga pada pukul 10.30 WIB.

Proses evakuasi dilakukan oleh petugas Dinas Penanggulangan Kebakaran dan Penyelamatan (Gulkarmat).

Dari hasil identifikasi, satu korban merupakan Warga Negara Asing (WNA) asal China, sementara dua korban lainnya adalah Warga Negara Indonesia (WNI).

Saat dievakuasi, polisi tidak menemukan adanya alat pelindung diri (APD) atau perlengkapan keselamatan yang melekat pada tubuh korban.

“Yang kami lihat itu ketika diangkat menggunakan kaos, celana panjang, itu aja. Bahan yang lain atau alat perlengkapan safety mereka, saya enggak lihat,” ungkap Kompol Saut. (*)